ASEAN bentuk gugus tugas ad hoc bantu repatriasi Rohingya
Elshinta
Minggu, 03 November 2019 - 10:55 WIB |
ASEAN bentuk gugus tugas ad hoc bantu repatriasi Rohingya
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Sumber foto: https://bit.ly/2WDwfYX

Elshinta.com - Para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah menyepakati pembentukan gugus tugas ad hoc untuk membantu proses repatriasi pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar.

Gugus tugas tersebut akan bekerja di bawah Sekretariat ASEAN untuk mengawasi pelaksanaan rekomendasi penilaian kebutuhan awal (preliminary needs assessment/PNA) berdasarkan laporan tim Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan (AHA Centre) bersama Tim Tanggap Darurat dan Penilaian ASEAN (ERAT).

“PNA lebih banyak dilakukan oleh AHA dan ERAT, tetapi kita perlu satu unit di Sekretariat ASEAN untuk memantau penuh implementasi dari rekomendasi. Karena itu para pemimpin sudah menyepakati akan dilakukan pendirian gugus tugas ad hoc di Sekretariat ASEAN,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam taklimat media di Bangkok, Thailand, Sabtu (2/11) malam yang dikutip Kantor Berita Antara.

Menurut Menlu Retno, Indonesia memandang penting pembentukan gugus tugas ad hoc tersebut agar kemajuan tindak lanjut rekomendasi berupa aktivitas dan proyek prioritas dapat segera dilakukan, guna memastikan repatriasi yang bersifat sukarela, aman, dan bermartabat bagi warga Rohingya.

“Tadi Bapak Presiden (Joko Widodo) sudah menyampaikan bahwa Indonesia siap memberikan kontribusi agar gugus tugas ad hoc tersebut dapat segera berdiri,” ungkap Retno.

Gugus tugas tersebut akan beranggotakan para ahli yang ditentukan oleh Sekretaris Jenderal ASEAN, yang akan terlebih dahulu berkonsultasi dengan seluruh negara anggota ASEAN.

Pembentukan gugus tugas khusus untuk membantu repatriasi Rohingya itu juga akan dituangkan dalam dokumen Pernyataan Pemimpin KTT ke-35 ASEAN, di mana Thailand menjadi ketua. (Fan)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Malaysia umumkan 1.195 kasus COVID-19 di Sabah
Senin, 28 September 2020 - 21:05 WIB
Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) mengumumkan terdapat 1.195 kasus positif COVID-19 di daerah Lah...
Istana Negara Malaysia benarkan rencana pertemuan Anwar Ibrahim
Rabu, 23 September 2020 - 19:48 WIB
Istana Negara Malaysia membenarkan agenda pertemuan  Presiden Partai Keadilan Rakyat  Anwar Ibrah...
Hari ke-20 Brunei nihil kasus baru corona
Rabu, 23 September 2020 - 18:47 WIB
Brunei pada Rabu memasuki hari ke-20 nihil kasus baru Covid-19, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 1...
Mahathir namakan partainya Partai Pejuang
Rabu, 12 Agustus 2020 - 19:26 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad menamakan partai yang dibentuknya Partai Pej...
Sekolah Indonesia Kuala Lumpur mulai belajar kembali di sekolah 
Senin, 10 Agustus 2020 - 20:26 WIB
Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) membuka kembali proses belajar mengajar di sekolah, Senin, set...
Thailand perpanjang status darurat COVID-19 sampai akhir Juli
Selasa, 30 Juni 2020 - 20:58 WIB
Pemerintah Thailand pada Selasa memperpanjang status darurat COVID-19 sampai akhir Juli untuk menceg...
Mulai pulih, Malaysia fokus pulihkan pariwisata domestik
Jumat, 12 Juni 2020 - 20:12 WIB
Setelah mulai pulih dari pandemi COVID-19, Malaysia memasuki masa transisi untuk menerapkan fase nor...
Mahathir dikeluarkan dari Partai Bersatu
Kamis, 28 Mei 2020 - 21:11 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia  Mahathir Mohamad dikeluarkan dari keanggotaan Partai Pribumi Bersa...
Masuk Malaysia per 1 Juni dikenakan biaya karantina
Rabu, 20 Mei 2020 - 21:12 WIB
Rapat Majelis Keselamatan Negara (MKN) telah membuat keputusan untuk mengenakan biaya karantina hote...
95 WNI direpatriasi secara mandiri dari Filipina
Kamis, 14 Mei 2020 - 18:58 WIB
Sebanyak 95 warga negara Indonesia (WNI) dipulangkan  secara mandiri dari Filipina semasa pandemi C...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV