Kiri Kanan
Anggota DPR minta Mendikbud fokus pada tujuan pendidikan
Elshinta
Senin, 04 November 2019 - 11:36 WIB |
Anggota DPR minta Mendikbud fokus pada tujuan pendidikan
Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah. Sumber foto: https://bit.ly/2ptRTTl

Elshinta.com - Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk ingat dan fokus pada tujuan pendidikan yang menjadi fondasi dasar sistem pendidikan di Indonesia, sebelum menerapkan aplikasi sistem pendidikan.

"Penerapan teknologi dalam sistem pendidikan adalah langkah positif di era digital. Namun, Pak Menteri harus ingat dan berfokus pada tujuan pendidikan yang menjadi fondasi dasar sistem pendidikan di negeri ini," kata Ledia melalui siaran pers seperti yang diterima Antara di Jakarta, Senin (4/11).

Ledia mengatakan, tujuan pendidikan nasional tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. "Membaca tujuan pendidikan nasional tersebut, kita bisa memahami bahwa tumbuh kembang karakter dan kepribadian peserta didik secara positif menjadi fokus utama," tuturnya.

Menurut Ledia, pengembangan dan penerapan aplikasi sistem pendidikan sekolah harus menjadi fokus pendamping dari fokus utama berupa upaya peningkatan dan pengembangan pendidikan karakter.

Dia menyebut aplikasi sistem pendidikan memang bisa mempermudah siswa, guru, dan orangtua mengakses bahan ajar, mencari, menyerap, dan bertukar informasi, menyiapkan dan memperoleh evaluasi, melakukan manajemen kegiatan pendidikan bahkan membantu mengatasi kekurangan guru di wilayah-wilayah terpencil.

"Namun pendidikan karakter sebagaimana dimaksud dalam tujuan pendidikan nasional membutuhkan interaksi, pengalaman dan contoh langsung dalam penerapan kesehariannya," pungkasnya. (Fan/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
13 pekerja migran yang bekerja di Singapura berhasil raih gelar sarjana
Rabu, 13 November 2019 - 07:37 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 13 pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Singapura berhasil me...
Universitas Brawijaya tambah dua profesor baru
Selasa, 12 November 2019 - 19:46 WIB
Elshinta.com - Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur kembali mengukuhkan dua profesor, ...
Presiden: Jangan sampai ada yang putus sekolah karena biaya
Selasa, 12 November 2019 - 17:23 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyinggung soal program pendidikan dan beasiswa...
TNI bina wasbang siswa SMA di Sukoharjo
Senin, 11 November 2019 - 13:09 WIB
Elshinta.com - Kodim 0726/Sukoharjo sasar sekolah-sekolah tingkat SMA untuk pembinaan wawasan kebang...
Mendikbud Nadiem dapatkan dukungan DPR
Kamis, 07 November 2019 - 11:08 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mendapat...
Siswa sekolah ambruk diliburkan selama sepekan
Rabu, 06 November 2019 - 12:14 WIB
Elshinta.com - Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gentong, Kota Pasuruan, Jawa Timur yang sebagia...
Bertemu Mendikbud, Pergunu berikan sembilan usulan
Rabu, 06 November 2019 - 07:57 WIB
Elshinta.com - Sebagai bentuk tanggung jawab organisasi profesi guru, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama...
UBL berikan 2.000 beasiswa termasuk untuk pengendara ojol
Selasa, 05 November 2019 - 15:47 WIB
Elshinta.com - Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, Universitas dan Akademi Sekretari Budi...
PAUD-pendidikan keluarga penting dukung perkembangan anak
Selasa, 05 November 2019 - 15:14 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem mengatakan Pe...
Wamenag: Guru penangkal radikalisme lewat pendidikan
Senin, 04 November 2019 - 17:14 WIB
Elshinta.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Saadi mengatakan guru di sekolah adalah ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)