Soal kabut asap, Pulang Pisau jangan dijadikan kambing hitam
Elshinta
Selasa, 05 November 2019 - 06:47 WIB |
Soal kabut asap, Pulang Pisau jangan dijadikan kambing hitam
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/34tByfX

Elshinta.com - Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Edy Pratowo meminta agar tidak menjadikan wilayah yang ia pimpin sebagai `kambing hitam` atau daerah yang dipersalahkan saat terjadinya kabut asap di daerah lain.

"Kalau terjadi kebakaran, gampang sekali disebut asapnya dari Pulang Pisau, jangan sampai seperti itu," katanya di Palangka Raya, Senin (4/11), di sela rapat koordinasi evaluasi penanganan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng 2019 dan strategi pencegahan, serta penanganan darurat bencana karhutla 2020.

Ia mengemukakan bahwa sejumlah daerah sangat dekat dengan Palangka Raya, mulai dari Pulang Pisau, Katingan dan Gunung Mas. Namun pada masa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan mudahnya berbagai pihak menyebut asapnya berasal dari Pulang Pisau.

Menurut dia, antara Palangka Raya dan Pulang Pisau memiliki daerah perbatasan yang sama-sama rawan terjadi karhutla, yakni Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya dengan kawasan Kameloh. "Jadi dilematis pada perbatasan ini, batasnya pun tampak pendek sekali. Kalau misalnya terjadi kebakaran bukan hanya wilayah Pulang Pisau, bisa jadi juga wilayah Palangka Raya," katanya kepada Gubernur Kalteng dan pejabat lainnya yang hadir saat itu.

Namun yang terpenting baginya adalah proses serta upaya bersama, dalam menangani, mencegah serta menanggulangi karhutla. Sebab hal itu menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari pemprov, pemkab dan pemkot, instansi terkait lainnya, serta masyarakat.

Ia menegaskan, tim karhutla Pulang Pisau merupakan salah satu yang terbaik di Kalteng. Tim yang terdiri atas unsur pemkab, TNI, Polri dan pihak lainnya itu, bekerja secara maksimal sejak pagi hingga malam hari.

"Penanganan karhutla beberapa waktu lalu kami lakukan secara maksimal dengan kerja sama tim yang terjalin dengan baik. Di Pulang Pisau juga telah terbentuk banyak masyarakat peduli api hingga desa tanggap bencana atau destana," ujarnya, dikutip Antara. (Ank/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
LIPI sebut hutan bakau Indonesia dalam kondisi baik
Selasa, 30 Juni 2020 - 21:28 WIB
 Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) I Wayan Dharmawan ...
Ingat, kebijakan penggunaan KBRL berlaku mulai besok
Selasa, 30 Juni 2020 - 18:56 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta semakin menggencarkan sosialisasi dan edukasi penggunaan kan...
Limbah infeksius di Riau melonjak 500 persen akibat wabah COVID-19
Senin, 29 Juni 2020 - 11:58 WIB
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau menyatakan terjadi lonjakan jumlah limbah ...
Warga diingatkan gunakan masker kain kurangi limbah medis
Kamis, 25 Juni 2020 - 10:32 WIB
Masyarakat yang biasa menggunakan masker sekali pakai diingatkan untuk beralih ke masker kain yang b...
Menteri KKP ajak nelayan turut jaga sumber daya laut nasional
Jumat, 19 Juni 2020 - 09:49 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengajak nelayan untuk turut menjaga sumber daya l...
 Pemerintah daerah harus aktif cegah alih fungsi lahan
Selasa, 16 Juni 2020 - 20:10 WIB
Indonesia sebagai negara agraris kini menghadapi ancaman serius atas alih fungsi lahan pertanian. I...
Turunkan emisi gas rumah kaca, perilaku saat pandemi harus dipertahankan
Minggu, 07 Juni 2020 - 07:48 WIB
Pandemi COVID-19, ternyata memberi dampak terhadap lingkungan, termasuk kualitas udara. Antara lain,...
Budidayakan ikan lele dan kangkung dalam ember ditengah pandemi Covid-19
Kamis, 28 Mei 2020 - 19:57 WIB
Seorang Kapolsek di Majalengka berhasil membudidayakan ikan lele dan kangkung dalam ember. Hasilnya ...
Menteri LHK namai `Fitri` untuk orang utan di Bogor lahir saat Lebaran
Rabu, 27 Mei 2020 - 20:56 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya memberi nama `Fitri` untuk anak orang uta...
Jalankan protokol kesehatan, program 10 Rumah Aman KSP jadi inspirasi warga Madiun 
Senin, 18 Mei 2020 - 18:37 WIB
Program 10 Rumah Aman yang diinisiasi Kantor Staf Presiden terus berkembang. Di Madiun, Jawa Timur ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV