Kiri Kanan
DPR: Harusnya BPJS tidak membebani masyarakat
Elshinta
Selasa, 05 November 2019 - 11:46 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Dewi Rusiana
DPR: Harusnya BPJS tidak membebani masyarakat
BPJS. Sumber foto: https://bit.ly/36BwMPl

Elshinta.com - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen yang mulai berlaku Januari 2020 mendatang masih mendapatkan penolakan dari sebagian masyarakat yang menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati mengatakan bahwa Selasa (5/11) hari ini DPR baru menggelar rapat kerja pertama bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BPJS Kesehatan, serta mitra lainnya.

"Besok Komisi IX baru akan secara khusus membicarakan tentang topik kenaikan iuran BPJS dengan BPJS Kesehatan. Karena hari ini kita baru perkenalan nih tentang kemitraan kita (Komisi IX dan BPJS Kesehatan)," kata Kurniasih kepada Elshinta, Selasa (5/11).

Ia menyadari bahwa polemik kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini sudah membuat masyarakat resah. "Kami juga banyak menerima curhat, dan cerita dari banyak kalangan baik dari karyawan maupun non pekerja," tambahnya.

Kurniasih sudah sempat berdialog dengan pihak BPJS Kesehatan untuk mencari akar dari permasalahan ini, menurutnya jangan sampai kenaikan iuran BPJS Kesehatan hanya membebani masyarakat tanpa menyelesaikan masalah yang ada.

"Padangan saya bahwa hak mendapatkan layanan kesehatan itu kan merupakan hak segala warga negara, itu sudah ada di dalam UUD 1945. Artinya ini menjadi tanggung jawab negara, berdasarkan filosofinya BPJS Kesehatan itu adalah hadirnya negara memenuhi amanah UUD 1945," ujarnya.

Seharusnya, kata Kurniasih, BPJS Kesehatan tidak membebani masyarakat tapi mencari solusi dari permasalahan kesehatan masyarakat Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Peringati Hari Kesehatan Nasional, KPAD Kudus gelar screening kesehatan gratis
Selasa, 12 November 2019 - 21:55 WIB
Elshinta.com - Tandai launching bulan screening kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (K...
Menkes sebut stunting dan JKN jadi prioritasnya lima tahun ke depan
Selasa, 12 November 2019 - 17:12 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa perhatian Pemerinta...
Inovasi kesehatan, Lumajang raih Innovation Award lll
Minggu, 10 November 2019 - 12:49 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali mendapatkan penghargaan inovasi di ...
Ini lho manfaat Wasabi bagi kesehatan
Sabtu, 09 November 2019 - 17:56 WIB
Elshinta.com -  Jika Anda pernah ke restoran Jepang dan memesan sushi, pasti tahu bumbu pe...
Dokter: Diabetes sebabkan kematian jika ada komplikasi
Jumat, 08 November 2019 - 17:07 WIB
Elshinta.com - Dokter Penyakit Dalam RSUP Sanglah, Bali, Prof. Dr dr. Ketut Suastika, SpPD...
IDI Sleman ingatkan dokter untuk pahami aturan BPJS
Jumat, 08 November 2019 - 12:36 WIB
Elshinta.com - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta...
Masyarakat Lampung merasa keberatan atas kenaikan iuran BPJS 
Jumat, 08 November 2019 - 09:14 WIB
Elshinta.com - Kenaikan iuran premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebesar 100 perse...
Menkes: Iuran BPJS kelas III akan disubsidi
Kamis, 07 November 2019 - 21:09 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan iuran Badan Penyelengg...
Meningkat, Kemenkes catat 110.921 kasus DBD hingga Oktober
Selasa, 05 November 2019 - 15:05 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan mencatat sedikitnya ada 110.921 kasus demam berdarah ...
YLKI berharap ada peningkatan pelayanan dari BJPS Kesehatan
Selasa, 05 November 2019 - 12:08 WIB
Elshinta.com - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan mulai 1 Januari mendatang, yang dikeluhkan sejumlah mas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)