Kiri Kanan
Bertemu Mendikbud, Pergunu berikan sembilan usulan
Elshinta
Rabu, 06 November 2019 - 07:57 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Sigit Kurniawan
Bertemu Mendikbud, Pergunu berikan sembilan usulan
Sumber foto: Elshinta.com/Istimewa

Elshinta.com - Sebagai bentuk tanggung jawab organisasi profesi guru, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) merasa perlu menyampaikan kepada pemangku kebijakan, terkait pengembangan sistem Pendidikan, terutama yang menyangkut keguruan. Hal tersebut agar sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Pergunu bersama sejumlah organisasi profesi guru lainnya bersilaturrahmi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, di Ruang Rapat Menteri Gedung A, Kemendikbud RI, pada Senin (4/11) lalu.

Ketua Pimpinan Pusat Pergunu, Aris Adi Leksono, dalam pertemuan terbatas itu menyampaikan beberapa hal, terutama menyangkut pendidikan karakater bangsa, perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan swasta, serta perhatian terhadap kesejehteraan guru honorer swasta.

“Persatuan Guru Nahdlatul Ulama merasa penting untuk menyampaikan agar Mas Menteri Pendidikan memperhatikan fenomena akhir-akhir ini terkait merosotnya nilai-nilai kebangsaan, karakter bangsa, dan jati diri bangsa. Hal itu, berdasakan beberapa penelitian, banyak sekali guru-guru kita yang disinyalir terpapar paham anti nasionalisme, anti Pancasila," kata Aris, seperti berita rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com, Rabu (6/11).

Menurut Aris atas kejadian tersebut akibatnya yang terjadi bukan lagi transfer keilmuan, tapi sudah mengarah pada transfer idelogi anti Pancasila.

"Selanjutnya kami juga berharap Mas Menteri memperhatikan nasib sekolah swasta, serta nasib kesejehateraan guru hononer swasta. Karena bicara membangun mutu pendidikan Indonesia, tidak hanya ditentukan sekolah negeri, atau guru negeri, lembaga pendidikan di perkotaan, tapi lembaga swasta dan guru swasta harus mendapat perhatian, sehingga akan tercipta keadilan dalam pelayanan pendidikan di Indonesia, akhirnya ukuran mutu pendidikan indonesia terukur berdasarkan pemerataan akses dan layanan”, tegas Aris dalam paparan yang disampaikan.

Secara tertulis, Pergunu menyampaiakan sejumlah usulan terkait pembangunan pendidikan di Indonesia kepada Mendikbud, terutama bidang keguruan dan organisasi profesi guru, usulan tersebut adalah:

Pertama, memperkuat karakter nasionalisme bagi guru dan warga pendidikan. Hal itu karena menurunnya karakter kebangsaan, tumbuh suburnya kelompok anti Pancasila, berdasakan penelitian, salah satunya disebabkan karena sebagian guru mulai terpapar paham anti Nasionalisme, sehingga cendrung intoleran. Kondisi demikian, berakibat pada proses pembelajaran yang harusnya transfer knowledge. Selaras dengan budaya luhur bangsa, bergeser menjadi yang diutamakan transfer ideologi yang kontra dengan nilai Pancasila dan budaya luhur bangsa.

Kedua, memperhatikan lembaga pendidikan swasta dan pendidikan daerah, terutama di luar Pulau Jawa. Hal itu, karena memajukan pendidikan Indonesia yang memiliki jangkauan sangat luas tidak bisa dilakukan oleh lembaga pendidikan negeri saja yang jumlahnya cukup terbatas. Pendidikan Indonesia bukan sekedar di kota saja, tapi ada di desa dan daerah. Perhatian tersebut, diwujudkan dengam memberikan dukungan sarana dan pra sarana yang memenuhi standar nasional pendidikan, memberikan pendampingan manajemen mutu, dan lainnya.

Ketiga, memperhatikan kesejahteraan guru, terutama guru honorer swasta. Dalam Hal ini, pemerintah perlu mengkaji ulang terkait kesimpulan umum “Guru Sudah Sejahtera”, perlu dingat bicara guru bukan hanya guru yang ada di sekolah negeri, tapi masih banyak guru honorer yang ada di sekolah swasta, mereka jauh dari sejahtera. Sejumlah temuan Pergunu, masih banyak guru honorer swasta yang bergaji hanya Rp300 ribu, intinya jauh dari upah minimun regional. Untuk kesejahteraan pribadi guru tersebut saja susah, bagaimana nasib keluarganya, masa depan keluarganya. Guru honorer swasta perlu pendapatkan perhatian kesejahteraan dan jaminan perlindungan bagi diri dan keluarganya, sebanding dengan ketulusan pengandian yang diberikan. Dalam konteks ini, Pergunu mengusulkan dikeluarkan kebijakan guru honorer swasta menjadi tanggung jawab Pemerintah, baik daerah ataupun pusat, bukan yayasan. Sehingga kesejahteraannya lebih terjamin dan mendapatkan kepastian.

Keempat, pemerintah harus meyederhanakan perangkat administratif guru. Selama ini tahapan tugas guru pembelajar terhambat pada beban administratif, sehingga pada kegiatan proses belajar mengajar menjadi tidak maksimal. Guru sering meninggalkan kelas, hanya sekadar untuk mengurus silabus, RPP, dan kepangkatan. Dalam hal ini, Pergunu mengusulkan adanya aplikasi digital terkait tugas administratif, sehingga kerja guru fokus pada pelayanan akademik dan mutu lulusan peserta didik yang unggul berkompetisi pada global, tapi tetap berkarakter dan berkearifan lokal.

Kelima, melaksanakan amanat Undang-Undang guru dan dosen yang jelas dalam memberikan jaminan perlindungan hukum dan keselamatan kerja pada guru dan keluarga guru dengan mengotimalkan fungsi organisasi profesi guru. Dalam kontek ini, Pemerintah segara menerbitkan petunjuk teknis standar pembentukan organisasi profesi guru, sehingga dengan banyaknya organisasi guru seperti sekarang ini, dapat dilakukan evaluasi untuk dioptimalkan kedudukan, fungsi, dan kekhasan masing-masing.

Keenam, tindak lanjut dari penetapan organisasi profesi guru yang berstandar adalah pemerintah membentuk Komisi Perlindungan Guru Indonesia (KPGI). Komisi yang bersifat independen yang berfungsi sebagai dewan etik untuk semua organisasi profesi. Komisi ini bertugas mengawal terlaksananya UU Guru dan Dosen, PP, Permen, SK Dirjend, terutama dalam hal menjamin kesejahteraan guru, perlindungan hukum, jaminan keselamatan kerja. Selain itu, komisi ini akan menjalankan fungsi harmonisasi, dan optimalisasi kinerja organisasi profesi.

Ketujuh, revolusi sistem pendidikan yang berorientasi bukan sekedar mutu, tapi lebih pada “budaya mutu”. Selama ini PERGUNU melihat berbagai kebijakan dikeluarkan (UU, PP, Permen, Juknis, dll), puluhan triliun rupiah anggaran dikeluarkan untuk pelatihan dan lainya, tapi out dan outcome masih tidak sesuai dengan ekpektasi mutu pendidikan secara nasional. Dalam konteks ini PERGUNU mengusulkan sistem pendidikan kita harus beroristasi pada budaya mutu, dengan pola mengoptimalkan fungsi dan peran stakeholder pendidikan. Pemerintah bukan sekadar tempat aturan, tapi mengawal aturan itu, menjadi terlaksana secara terus menerus dan berkesinambungan. Guru, diberikan pelatihan, maka kepala sekolah dan pengawas wajib memastikan keterlaksanaan hasil pelatihan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Secara bersama-sama dilakukan evaluasi secara berkala, dan memberikan umpan balik sesuai dengan kapasitas dan fungsi masing-masing.

Kedelapan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI mengoptimalkan fungsi rumah besar pendidikan yang mampu menyatukan visi dan langkah strategis pendidikan yang diselenggarakan di kementerian lainya. Visi yang berorientasi pada terwujudnya cita-cita kemerdekaan Indonesia lahir dan batin, yaitu; terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin. Mampu menerjemahkan tujuan pendidikan nasional dengan pendekatan kearifan lokal dan kekhasan bangsa Indonesia. Cita-cita mulia yang diterjemehkan dalam tujuan pendidikan nasional akan tercapai jika dilakukan seara bersama-sama dengan pola gotong royong, dimulai dari pemerintah pusat dan daerah, antar kementerian penyelenggara pendidikan.

Kesembilan, menerapkan literasi dasar untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0 atau kompetensi abad 21, dari pendidikan dasar dan menengah dengan mutipendekatan, dengan tetap menjunjung tinggal budaya dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Literasi dasar ini perlu dipastikan dapat menjangkau pelayanan pendidikan dari kota hingga desa, terutama untuk daerah terpencil, terluar, dan tertinggal.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
13 pekerja migran yang bekerja di Singapura berhasil raih gelar sarjana
Rabu, 13 November 2019 - 07:37 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 13 pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Singapura berhasil me...
Universitas Brawijaya tambah dua profesor baru
Selasa, 12 November 2019 - 19:46 WIB
Elshinta.com - Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur kembali mengukuhkan dua profesor, ...
Presiden: Jangan sampai ada yang putus sekolah karena biaya
Selasa, 12 November 2019 - 17:23 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyinggung soal program pendidikan dan beasiswa...
TNI bina wasbang siswa SMA di Sukoharjo
Senin, 11 November 2019 - 13:09 WIB
Elshinta.com - Kodim 0726/Sukoharjo sasar sekolah-sekolah tingkat SMA untuk pembinaan wawasan kebang...
Mendikbud Nadiem dapatkan dukungan DPR
Kamis, 07 November 2019 - 11:08 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mendapat...
Siswa sekolah ambruk diliburkan selama sepekan
Rabu, 06 November 2019 - 12:14 WIB
Elshinta.com - Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gentong, Kota Pasuruan, Jawa Timur yang sebagia...
Bertemu Mendikbud, Pergunu berikan sembilan usulan
Rabu, 06 November 2019 - 07:57 WIB
Elshinta.com - Sebagai bentuk tanggung jawab organisasi profesi guru, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama...
UBL berikan 2.000 beasiswa termasuk untuk pengendara ojol
Selasa, 05 November 2019 - 15:47 WIB
Elshinta.com - Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, Universitas dan Akademi Sekretari Budi...
PAUD-pendidikan keluarga penting dukung perkembangan anak
Selasa, 05 November 2019 - 15:14 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem mengatakan Pe...
Wamenag: Guru penangkal radikalisme lewat pendidikan
Senin, 04 November 2019 - 17:14 WIB
Elshinta.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Saadi mengatakan guru di sekolah adalah ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)