2000 hektar lahan pertanian di Sukoharjo alami kekeringan
Elshinta
Rabu, 06 November 2019 - 10:08 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Dewi Rusiana
2000 hektar lahan pertanian di Sukoharjo alami kekeringan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/32hNuzV

Elshinta.com - Luas lahan pertanian terdampak kemarau di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah bertambah. Berdasarkan laporan petani, lahan yang kekeringan mencapai dua ribu hektare dan pendataan masih terus berlangsung untuk lahan-lahan yang sudah terlanjur ditanami tetapi tak mendapatkan cukup air.

Kondisi irigasi saat ini kering dan air permukaan sudah tidak ada lagi. Bahkan sumur pantek yang biasa dimanfaatkan petani saat kemarau sudah tidak mengeluarkan air meskipun sudah dibantu dengan menggunakan mesin diesel. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Netty Harjianti.

Menurut dia, kekeringan lahan pertanian di Sukoharjo karena musim kemarau yang terjadi. Saluran irigasi teknis dari Dam Colo bahkan tidak berfungsi sama sekali. Sumber irigasi di Sukoharjo tersebut telah dibuka pascapemeliharaan selama satu bulan dari Oktober lalu, tetapi karena debit air terus menurun drastis, hingga air tidak dapat sampai ke lahan pertanian. “Dam Colo sudah dibuka tetapi karena airnya kecil tidak sampai ke saluran irigasi,” ujarnya.

Disampaikan Netty, dengan kondisi seperti saat ini pihaknya tidak merekomendasikan petani melakukan penanaman untuk menekan potensi gagal panen.

Sehingga, lanjutnya, yang bisa dilakukan oleh petani adalah mengolah lahan terlebih dahulu dan baru menanam padi saat hujan mulai turun atau minimal saat air sudah tersedia. Sebab, bantuan ganti benih untuk lahan gagal panen berlaku untuk penanaman kembali dengan jangka waktu tertentu. “Kondisi saat ini tidak memungkinkan melakukan penanaman kembali karena kendala air,” kata dia, seperti dilaporkan oleh Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Rabu (6/11).

Netty juga menyatakan, kekeringan lahan pertanian mengakibatkan masa tanam pertama pada tahun ini mundur. Namun demikian, tidak akan mengganggu persediaan pangan di Sukoharjo. Pasokan beras pada panen sebelumnya melimpah dan mencukupi kebutuhan daerah hingga akhir tahun nanti. Terlebih kualitasnya justru lebih bagus. “Panen terakhir ini baik dan produktivitas lahan juga maksimal,” tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
LIPI sebut hutan bakau Indonesia dalam kondisi baik
Selasa, 30 Juni 2020 - 21:28 WIB
 Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) I Wayan Dharmawan ...
Ingat, kebijakan penggunaan KBRL berlaku mulai besok
Selasa, 30 Juni 2020 - 18:56 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta semakin menggencarkan sosialisasi dan edukasi penggunaan kan...
Limbah infeksius di Riau melonjak 500 persen akibat wabah COVID-19
Senin, 29 Juni 2020 - 11:58 WIB
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau menyatakan terjadi lonjakan jumlah limbah ...
Warga diingatkan gunakan masker kain kurangi limbah medis
Kamis, 25 Juni 2020 - 10:32 WIB
Masyarakat yang biasa menggunakan masker sekali pakai diingatkan untuk beralih ke masker kain yang b...
Menteri KKP ajak nelayan turut jaga sumber daya laut nasional
Jumat, 19 Juni 2020 - 09:49 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengajak nelayan untuk turut menjaga sumber daya l...
 Pemerintah daerah harus aktif cegah alih fungsi lahan
Selasa, 16 Juni 2020 - 20:10 WIB
Indonesia sebagai negara agraris kini menghadapi ancaman serius atas alih fungsi lahan pertanian. I...
Turunkan emisi gas rumah kaca, perilaku saat pandemi harus dipertahankan
Minggu, 07 Juni 2020 - 07:48 WIB
Pandemi COVID-19, ternyata memberi dampak terhadap lingkungan, termasuk kualitas udara. Antara lain,...
Budidayakan ikan lele dan kangkung dalam ember ditengah pandemi Covid-19
Kamis, 28 Mei 2020 - 19:57 WIB
Seorang Kapolsek di Majalengka berhasil membudidayakan ikan lele dan kangkung dalam ember. Hasilnya ...
Menteri LHK namai `Fitri` untuk orang utan di Bogor lahir saat Lebaran
Rabu, 27 Mei 2020 - 20:56 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya memberi nama `Fitri` untuk anak orang uta...
Jalankan protokol kesehatan, program 10 Rumah Aman KSP jadi inspirasi warga Madiun 
Senin, 18 Mei 2020 - 18:37 WIB
Program 10 Rumah Aman yang diinisiasi Kantor Staf Presiden terus berkembang. Di Madiun, Jawa Timur ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV