Selain cicilan, ini biaya tambahan KPR yang harus dicermati
Elshinta
Jumat, 08 November 2019 - 11:13 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Dewi Rusiana
Selain cicilan, ini biaya tambahan KPR yang harus dicermati
Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2PYBOQq

Elshinta.com - Saat sudah menemukan rumah impian dengan cara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maka siapkan pula biaya tambahan yang mengikuti. Uang tambahan ini jumlahnya cukup lumayan.Apa sajakah biaya-biaya tersebut? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut biaya tambahan yang dikeluarkan untuk kepengurusan KPR:

Biaya uang muka
Jumlah uang muka yang wajib dibayarkan oleh calon pembeli umumnya bervariasi, mulai dari 10-30 persen. Besarnya tergantung pada pihak bank dan juga pengembang perumahan. Tidak sedikit juga pengembang yang memberikan promo khusus dengan memberikan keringanan hanya 5 persen.
 
Biaya notaris
Biasanya pihak pengembang perumahan (developer) dan bank memiliki notarisnya sendiri-sendiri. Masing-masing dari mereka melakukan pekerjaan yang berbeda, misal notaris dari pihak pengembang menyiapkan akta jual beli (AJB). Notaris dari bank menyiapkan akta Kredit.
 
Biaya untuk notaris-notaris ini cukup tinggi. Jadi jika memiliki saudara atau teman yang bekerja sebagai notaris bisa meminta tolong untuk membantu. Cara lain bisa juga dengan bernegosiasi dengan pihak pengembang perumahan untuk patungan membayar notaris kepengurusan KPR.
 
Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2KfNlHp
 
Pajak penjualan dan pembelian
Pajak penjual dikenal juga dengan Pajak Penghasilan (PPH) besarnya adalah 5% dari harga jual. Dibayarkan oleh orang atau perusahaan yang menjual rumah. Pajak pembelian atau dikenal juga dengan istilah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang besarnya 5% x (Harga Jual – Nilai Jual Obyek Pajak Tidak Kena Pajak).
 
Besaran nilai tidak kena pajak berbeda-beda tergantung pada kota dan wilayah.Pajak tersebut dapat dibayarkan melalui bank dan dilaporkan kepada kantor pajak. Cara lain adalah dapat sekaligus meminta bantuan notaris untuk melaporkan pembayaran pajak.
 
Biaya provisi
Biaya provisi ini besarnya 1 persen dari total pinjaman KPR yang diajukan dan harus dilunasi sebelum akad kredit KPR dilakukan. Ada juga bank yang memotong biaya provisi dari jumlah kredit yang diterima. Biaya provisi boleh dibilang sebagai biaya adminstrasi bank yang berfungsi untuk kepengurusan KPR. Biaya provisi hanya akan dibayarkan sekali (pada saat pengajuan).
 
Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2NU8MyD
 
Biaya asuransi jiwa
Pihak bank tetap khawatir kalau pemohon tidak mampu membayar cicilan KPR misalnya karena meninggal dunia. Hal itulah yang menyebabkan bank merasa penting untuk mengasuransikan. Namun pemohon yang harus membayar asuransi jiwa itu sendiri. Hal ini menguntungkan karena rumah akan dilunasi oleh perusahaan asuransi, tanpa menambah beban ahli waris.
 
Asuransi jiwa yang dikenakan biasanya asuransi jiwa tradisonal, jenis term life. Premi atau biaya yang harus dibayarkan untuk asuransi jiwa bergantung pada umur pemohon KPR, kondisi kesehatan, riwayat kesehatan dan kebiasaan (merokok atau tidak, obesitas atau tidak). Jika makin berisiko, tentu premi asuransi jiwa yang harus dibayarkan akan semakin mahal.
 
Biaya asuransi kebakaran
Ini sebenarnya tidak diharuskan. Tetapi terkadang calon pemohon KPR tidak sempat menolak saat bank meminta untuk membayar asuransi kebakaran. Jumlah asuransi kebakaran juga bermacam-macam.
 
Tergantung perusahaan asuransi dimana bank pemberi KPR itu bekerja sama. Selain kebakaran, risiko lain yang mungkin muncul adalah bencana alam atau kerusuhan. Untuk itu salah satu solusinya adalah dengan menggunakan asuransi rumah atau asuransi property yang biasanya lebih murah dibandingkan asuransi jiwa.
 
Biaya appraisal dan denda
Pemohon juga akan dibebankan biaya survei aset properti atau biaya appraisal. Sedangkan biaya denda akan dikenakan apabila pihak pembeli atau nasabah KPR terlambat dalam melakukan pembayaran cicilan angsuran KPR. Untuk besaran dendanya, biasanya tergantung dari bank yang memberikan KPR, sehingga besarnya juga bervariasi tergantung dari kebijakan bank tersebut.
 
Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/36IT02a
 
Sebenarnya biaya-biaya tersebut tertera dalam akad kredit saat akan mengambil KPR. Sayangnya, banyak yang tidak jeli pada bagian biaya-biaya yang perlu dikeluarkan, sehingga pada akhirnya banyak bagian yang dilewatkan dan langsung melakukan tanda tangan.
Untuk itu harus lebih cermat serta pintar dalam melakukan negoisasi untuk mengurangi beban tambahan yang harus ditanggung nasabah KPR.
 
 
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Apa pentingnya mengurus roya?
Jumat, 13 Desember 2019 - 10:49 WIB
Sejumlah bank menawarkan bunga yang kompetitif untuk menarik para calon pembeli rumah mau mengajukan...
Ingin renovasi rumah dengan biaya hemat? Ikuti cara ini…
Senin, 02 Desember 2019 - 16:08 WIB
Merenovasi rumah tak jarang membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan terkadang biaya yang dikeluarka...
Topping off Transpark Juanda, Chairul Tanjung: Bidang properti tahun depan prospektif
Sabtu, 30 November 2019 - 10:18 WIB
Demi komitmen kepada konsumennya, Transpark Juanda, Bekasi menggelar topping off ceremony, Jumat (29...
Apa saja persyaratan pengajuan KPR?
Jumat, 29 November 2019 - 17:05 WIB
Untuk mendapatkan rumah idaman melalui sistem KPR ini maka harus memahami beberapa prosedur, langkah...
Apa itu hunian dengan konsep TOD?
Kamis, 21 November 2019 - 10:35 WIB
Konsep TOD menjadi solusi untuk masalah yang berkembang di ibukota seperti kemacetan serta kesadaran...
Selain cicilan, ini biaya tambahan KPR yang harus dicermati
Jumat, 08 November 2019 - 11:13 WIB
Saat sudah menemukan rumah impian dengan cara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maka siapkan pula biaya t...
Perhatikan hal-hal ini sebelum menyewakan rumah
Jumat, 01 November 2019 - 11:51 WIB
Salah satu keuntungan bisnis properti adalah tidak harus digunakan sendiri melainkan bisa disewakan....
Apa saja yang harus dipertimbangkan jika ingin miliki rumah dengan cara KPR?
Rabu, 16 Oktober 2019 - 11:25 WIB
Karena kebutuhan rumah semakin hari makin meningkat maka berdampak pada kenaikan harga hunian yang t...
Bagaimana cara menghemat pengeluaran bila ingin membangun rumah dari nol?
Kamis, 10 Oktober 2019 - 12:49 WIB
Membangun rumah sendiri dari nol membutuhkan proses perencanaan dan pembangunan yang benar-benar har...
Apa saja yang harus dipertimbangkan sebelum pindah rumah?
Senin, 30 September 2019 - 11:28 WIB
Saat memutuskan pindah rumah, maka segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan matang agar tidak men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 217
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once