Selain nikel, bahan baku baterai lithium kendaraan listrik juga ternyata bisa dari garam
Elshinta
Jumat, 08 November 2019 - 11:58 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Selain nikel, bahan baku baterai lithium kendaraan listrik juga ternyata bisa dari garam
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KVlsVL

Elshinta.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mendorong produksi baterai lithium tidak hanya dari nikel, mineral yang ada di Indonesia namun juga dari garam.

Baterai lithium ini diperkirakan akan banyak diperlukan di Indonesia untuk industri kendaraan listrik seperti motor listrik GESITS dan mobil listrik.

“Motor listrik itu perlu baterai. Baterainya itu sekarang lithium dan kabar baiknya adalah baterai lithium itu bisa dibuat di Indonesia, karena memang ada komponennya,” ungkap Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, dalam keterangan tertulisnya.

Terkait produksi baterai lithium dengan bahan baku nikel, saat ini pemerintah sudah mengizinkan pendirian pabrik baterai PT QMB New Energy Materials di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah.

Pabrik hasil kerja sama Indonesia, Jepang, dan China ini akan mengolah nikel menjadi baterai yang siap dipakai oleh berbagai jenis kendaraan listrik.

“Komponen pertama yang bisa jadi baterai lithium, yang memang sudah siap secara teknologi itu dari unsur nikel. Di Morowali sudah dibangun pabrik baterai lithium. Mudah-mudahan bisa menjadi tulang punggung dari baterai lithium untuk motor listrik atau mobil listrik kita di masa depan,” sebutnya.

Dilansir dari laman resmi Kemenristek, Jumat, ia optimis Indonesia dapat memproduksi baterai lithium dari nikel, namun ada satu inovasi pembuatan baterai lithium yang sudah dikembangkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

“Yang menarik dari ITS, mereka bisa mengembangkan baterai lithium dari “sisanya garam”. Jadi garam di Madura setelah unsurnya diambil menjadi garam (konsumsi). Sisanya bisa jadi baterai lithium,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Menteri Bambang mendukung pengembangan oleh ITS karena produksi baterai lithium dari garam ini menggunakan bahan dari proses produksi garam yang selama ini dibuang.

“Tidak ada waste (sisa produksi), tapi di satu sisi ini bisa mendorong energi terbarukan. Karena nanti kalau (Indonesia) sudah menuju listrik dan listriknya digerakkan dengan energi terbarukan, akhirnya kita tidak usah khawatir dengan harga baterai yang saat ini dikeluhkan sangat mahal,” demikian Bambang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bakal diekspor ke 20 negara, ini pabrik pembuatan Isuzu Traga di Karawang
Kamis, 12 Desember 2019 - 15:05 WIB
Astra International akan mengeskpor kendaraan niaga Isuzu Traga ke 20 negara, setelah mereka menggel...
Sejak pertama kali mengaspal pada 2003, `mobil sejuta umat` ini terjual 1,8 juta unit
Kamis, 12 Desember 2019 - 14:29 WIB
Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2003 atau 16 tahun lalu, kendaraan multiguna Toyota Avanza sud...
Belum setahun, kendaraan niaga DFSK Super Cab terjual 1.701 unit
Kamis, 12 Desember 2019 - 09:22 WIB
PT Sokonindo Automobile (DFSK) memasarkan dua varian kendaraan niaga DFSK Super Cab bermesin bensin ...
Musim hujan, pemilik kendaraan diharapkan ekstra perhatian
Rabu, 11 Desember 2019 - 20:11 WIB
Musim hujan yang ditunggu banyak orang di Indonesia setelah kemarau panjang sudah mulai kita alami d...
W175TR vs XSR 155: Duel sepeda motor bermodel retro
Rabu, 11 Desember 2019 - 17:07 WIB
PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) tidak ambil pusing soal kehadiran Yamaha XSR 155 yang menjadi pesa...
Jaring drifter baru lewat ajang Drift Camp Bali
Rabu, 11 Desember 2019 - 15:17 WIB
Kegiatan `Drift Camp goes to Bali` yang dihelat Indonesian Drift Community di Sirkuit Speed City, Ga...
Sangat singkat, waktu kedatangan kereta di Jepang hanya satu menit
Rabu, 11 Desember 2019 - 14:25 WIB
Salah satu jalur kereta di Ibu Kota Jepang, Tokyo, yang dioperasikan oleh Tokyo Metro, yakni Marunou...
Nantikan, GIIAS 2020 digelar Agustus di ICE BSD
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:51 WIB
Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-28 akan digelar di ICE, BSD C...
Beberapa brand cabut, Mercedes-Benz malah perkuat posisi di Indonesia
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:39 WIB
PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) berkomitmen mengembangkan sektor bisnis otomotif di N...
Komponen motor gede dan mobil mahal diyakini tak perlu impor
Senin, 09 Desember 2019 - 16:58 WIB
Institut otomotif Indonesia meyakini komponen otomotif untuk kategori motor besar atau mobil dengan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 217
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once