MemoRI 11 November
Diplomasi RI di Linggarjati
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Diplomasi RI di Linggarjati
Gedung Linggar Jati. Foto: Ist/Elshinta.

Elshinta.com - Perjalanan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 ternyata belumlah mulus. Pertempuran-pertempuran masih kerap terjadi. Sebut saja, pertempuran 10 November, pertempuran Ambarawa, Medan area, Pertempuran Merah Putih di Manado, dll.

Sering terjadinya pertempuran yang merugikan kedua belah pihak membuat Kerajaan Belanda dan Indonesia sepakat melakukan perundingan untuk mencari jalan penyelesaian. 

Didahului perundingan di Hooge Veluwe, perundingan lanjutan pun digelar di sebuah rumah milik warga Belanda di Linggarjati pada 11 November 1946. Linggarjati atau Linggajati adalah nama sebuah desa di Kecamatan Cilimus, Kuningan, Jawa Barat di kaki Gunung Ciremai. 

Perundingan digelar melibatkan pihak Indonesia, Belanda dan Inggris sebagai penengah. Pihak Indonesia diwakili Sutan Syahrir, Muhammad Roem, Dr. A.K Gani dan Mr. Susanto Tirtodipuro. Sementara Belanda diwakili Prof. Schermerhorn, Van Poll dan De Boer. Inggris sebagai pihak penengah diwakili Lord Killearn.

Sering terjadinya ketidaksepahaman antara Indonesia dan Belanda membuat perjanjian Linggarjati baru ditandatangani pada 25 Maret 1947 di Istana Negara, Jakarta. 

Adapun isi perjanjian Linggarjati adalah:
- Belanda mengakui secara de facto RI dengan daerah kekuasaan meliputi Madura, Sumatera dan Jawa. Belanda harus pergi meninggalkan daerah de facto tersebut paling lambat 1 Januari 1949. 
- Belanda dan Republik Indonesia sepakat membentuk negara serikat dengan nama Negara Indonesia Serikat (RIS) terdiri dari RI, Timur Besar dan Kalimantan.
- Belanda dan RIS sepakat untuk membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketua.

Perjanjian Linggarjati memang memberi dampak positif dan negatif bagi Indonesia. Di satu sisi, dampak positif Indonesia diakui sebagai negara dan mendapat pengakuan secara de facto dari Belanda, namun di sisi negatif wilayah Indonesia semakin sempit. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jhonny G. Plate paparkan unicorn di forum diskusi di Swiss
Kamis, 23 Januari 2020 - 19:28 WIB
Diskusi semipanel dengan tema Spotlight On Indonesia Unicorns And Digital Economy Advancement: The B...
Peringatan dini cuaca Jawa Barat siang hingga sore 
Kamis, 23 Januari 2020 - 13:57 WIB
Hujan berpotensi mengguyur wilayah Jawa Barat pada Kamis (23/1) siang hingga sore.
23 Januari 1950: Sadisnya kudeta APRA
Kamis, 23 Januari 2020 - 06:45 WIB
Pada tanggal 23 Januari 1950 atau tepat 70 tahun lalu, di bawah komando Raymond Pierre Paul Westerli...
Bermain di lubang bekas galian C, 4 anak di Kudus tewas tenggelam
Rabu, 22 Januari 2020 - 21:54 WIB
Sebanyak empat anak bernama David Raditya (13), M Faruq Ilham (13), M Jihar Gifri (13) dan Habib Ros...
Satpam mitra utama Polri  
Rabu, 22 Januari 2020 - 16:47 WIB
Kepolisian Resor Langkat, Sumatera Utara melaksanakan apel khusus dalam rangka memperingati hari kel...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek. BMKG: Potensi hujan sore hingga malam
Rabu, 22 Januari 2020 - 16:26 WIB
Wilayah Jabodetabek masih berpotensi terjadi hujan pada Rabu (22/1) sore ini.
22 Januari 2018: `Box Girder` LRT Utan Kayu runtuh
Rabu, 22 Januari 2020 - 06:40 WIB
Salah satu bagian box girder light rail transit (LRT) yang tengah dipasang di Kayu Putih Raya, RW 16...
185 KK warga RW 11 Tamansari desak Pemkot Bandung segera bangun rumah deret
Selasa, 21 Januari 2020 - 20:34 WIB
Sebanyak 185 Kepala Keluarga (KK) di RW 11 Kelurahan Tamansari yang setuju dengan program rumah dere...
Kapolresta Bandung minta personel tingkatkan sinergitas dengan semua komponen
Selasa, 21 Januari 2020 - 15:37 WIB
Kapolresta Bandung Kombes Pol. Hendra Kurniawan, S.I.K pagi tadi melaksanakan kunjungan kerja ke Pol...
21 Januari 1985: Bom hancurkan sembilan stupa Borobudur
Selasa, 21 Januari 2020 - 06:09 WIB
Pada Senin 21 Januari 1985, masyarakat Indonesia dikejutkan rentetan bom yang meledak di Candi Borob...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV