Sosok Risa Santoso rektor termuda sarat pengalaman
Elshinta
Senin, 11 November 2019 - 12:54 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Sosok Risa Santoso rektor termuda sarat pengalaman
Sumber foto:https://bit.ly/2X2hMWm

Elshinta.com - Nama Risa Santoso ramai menjadi perbincangan, setelah pada 2 November 2019 lalu dilantik menjadi rektor termuda se Indonesia di usia 27 tahun. Prestasi itu tentu tidak mudah dicapai. Bagaimana Risa Santoso berhasil meraih karir yang gemilang tersebut?

Risa sendiri mengaku merasa terhormat dengan tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan untuk memimpin Institut Teknologi & Bisnis Asia di Malang, Jawa Timur. Wanita lulusan Universitas Barkeley dan Harvard ini mengatakan bahwa untuk menjadi rektor tentu dibutuhkan ilmu dan pengalaman di bidang terkait.
 
Pendidikan
Risa Santoso lahir di Surabaya pada 27 Oktober 1992. Kuliah S1 ditamatkan di University of California, Berkeley di bidang Ekonomi dari tahun 2012-2014. Melalui beasiswa Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP), Risa kemudian kuliah S2 di Harvard University Graduate School of Education di bidang Learning and Teaching pada 2014-2015.
 
Kaya pengalaman
Pengalaman yang dimiliki Risa cukup lumayan. Antara lain ia pernah menjadi tenaga ahli muda di staf kepresidenan di Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia pada 2015 di bidang strategis ekonomi. Saat itu, ia baru lulus program master pendidikan di Harvard University, Amerika Serikat.
 
Di KSP ia banyak melakukan monitoring membantu menteri dan setelah dua tahun, ia memutuskan kembali ke Malang dan bekerja di Lembaga Penjamin Mutu Internal ITB ASIA Malang selama setahun. Risa pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis di Kampus ASIA. Risa mengaku senang sebab keinginannya untuk terjun ke dunia pendidikan akhirnya bisa terwujud.
 
Sebelum dicalonkan sebagai rektor, ia sempat menjadi dosen di kampus Asia yang memiliki sekitar 3.000 mahasiswa itu. Selain itu dia juga pernah mengikuti program menjadi tutor ekonomi, matematika dan statistik di Diablo Valley College.
Ia sebagai penggagas Asia Entrepreneurship Training Program (AETP), hingga program akselerasi kerja sama antara Swiss dan Indonesia, yang bertujuan untuk membantu pengembangan dan internasionalisasi start up muda Indonesa hingga mendapatkan pendanaan internasional.
 
Pengalaman dan prestasinya yang lain adalah menjadi penggagas Asia Hackaton dan program magang di luar negeri. Lewat program tersebut, mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman magang di perusahaan luar negeri selama satu bulan yang diharapkan bisa memperluas pandangan generasi muda.
 
Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2NzZKI9
 
Tawaran menjadi rektor
Apa yang telah diraih Risa tentu tak serta merta. Jabatan rektor didapatnya setelah menempuh sejumlah pendidikan dan pengalaman. Menurutnya bukan berarti untuk menjadi pemimpin semudah itu. Bagi Risa tetap diperlukan kerja keras, kreativitas yang terus dikembangkan untuk lingkungan. Oleh karenanya, Risa yang tak ingin memiliki ilmu itu sendirian, ingin berbagi dengan yang lain.
 
Ketika akhirnya tawaran untuk menjadi rektor datang, Risa pun langsung menyatakan bersedia. Ia melihat peluang atau kesempatan dan tidak takut untuk menciptakan inisiatif baru. Dengan jabatannya itu, ia menjadi rektor pertama di kampus tersebut. Karena sebelum menjadi institut, ada dua sekolah tinggi yaitu STIE dan STMIK ASIA yang dijadikan satu.
Risa mengaku sebenarnya ia tak pernah memimpikan hal itu. Namun ia memang memiliki cita-cita, bahwa kehadirannya di manapun bisa memberi dampak.
 
Mengenai jabatan tersebut abagi Risa adalah sebuah amanat bagi perjalanan karirnya. Ia juga merasa bertanggung jawab untuk membawa para mahasiswa menjadi manusia unggul. Oleh karenanya, ia merasa tertantang untuk memberikan kontribusi lebih pada dunia pendidikan dan pertumbuhan bangsa sekaligus ingin membuktikan bahwa anak muda Indonesia dapat memimpin. Risa pun percaya, hanya pendidikan yang bisa menyelamatkan masa depan. Untuk itu ia ingin membuka jaringan atau relasi seluas-luasnya baik dalam maupun luar negeri.
 
Sumber foto:https://bit.ly/2K8OLD8
 
Membantu generasi muda
Pengagum Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia ini berharap generasi milenial bisa maju. Apalagi perubahan yang terjadi begitu cepat. Risa pun ingin membantu generasi muda Indonesia agar siap bekerja pada tahun-tahun mendatang.
Menurutnya anak muda harus berani menjadi perubahan dan memiliki tujuan yang jelas. Anak muda juga harus mau dan bisa bekerjasama dengan banyak orang tidak mengenal batas usia. Melalui kampus atau lingkungan sebagai tempat untuk terus mengasah diri untuk membangun relasi seluas-luasnya.
 
Risa juga menekankan bahwa anak muda jangan kebanyakan berpikir dan tidak boleh takut pada apapun. Seperti jangan takut mencoba hal-hal baru-baru karena dari kesalahan bisa belajar untuk lebih baik.
 
Jangan takut salah untuk mengambil kesempatan yang diberikan dan lakukan yang terbaik.  Jangan pula takut untuk diberikan tanggung jawab asal kerjakan dengan maksimal. Serta jangan takut menyuarakan ide. Karena yang terburuk dari menyuarakan ide, paling hanya ditolak. (dari berbagai sumber)
 
 
 
 
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tak hanya selegram, Nay memiliki bisnis kuliner
Jumat, 04 September 2020 - 21:03 WIB
Tak sedikit selebgram, influencer atau youtubers yang kemudian melebarkan sayap dengan mengembangkan...
Era Soekamto, aktif kampanyekan budaya lewat kebaya
Rabu, 29 April 2020 - 06:00 WIB
Dalam pandangan Era Soekamto, sosok Kartini adalah seorang figur wanita yang sangat kritis dan mindf...
 Sosok Niki Zefanya, penyanyi asal Indonesia yang masuk daftar 30 Under 30 Asia dari Forbes
Selasa, 07 April 2020 - 10:53 WIB
Isyana Sarasvati dan Niki Zefanya, masuk dalam daftar bergengsi 30 Under 30 Asia 2020 oleh Forbes. ...
Sosok Pricilia Carla Yules, Miss Indonesia 2020
Jumat, 21 Februari 2020 - 13:54 WIB
Pricilia Carla Yules asal Sulawesi Selatan resmi dinobatkan menjadi Miss Indonesia 2020 pada malam p...
Zahra Amalina, duta pariwisata spa pertama di Indonesia
Kamis, 20 Februari 2020 - 21:00 WIB
Indonesia memiliki potensi yang luar biasa di sektor pariwisata, salah satunya adalah di industri sp...
Sosok Apriyani Rahayu, anak desa yang mengharumkan nama bangsa
Senin, 20 Januari 2020 - 12:53 WIB
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu sukses meraih gelar juara di Indon...
Naila Novaranti, wanita pertama Indonesia yang menaklukan tujuh benua dengan terjun payung
Senin, 30 Desember 2019 - 11:55 WIB
Penerjun payung dunia dari Indonesia, Naila Novaranti berhasil menaklukan benua Antartika pada 5 Des...
Profil Albertina Ho, Srikandi Hukum yang menjadi Dewan Pengawas KPK
Senin, 23 Desember 2019 - 12:18 WIB
Dewan pengawas yang terdiri dari lima orang merupakan struktur baru di KPK. Ketua dan anggota dewan ...
Sosok Lili Pintauli Siregar, Pimpinan KPK yang baru
Jumat, 20 Desember 2019 - 17:57 WIB
Presiden Joko Widodo telah melantik lima orang Pimpinan KPK baru untuk periode 2019-2023 pada Jumat,...
Hasniah, perempuan difabel rungu yang mahir merias
Jumat, 06 Desember 2019 - 10:37 WIB
Perempuan memang tidak bisa dipisahkan dari dunia kecantikan. Demikian pula dengan Hasniah. Saat mel...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV