Kiri Kanan
Bahaya vape, ada partikel-partikel belum sempurna terbakar masuk dan mengendap dalam organ tubuh
Elshinta
Jumat, 15 November 2019 - 12:08 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Bahaya vape, ada partikel-partikel belum sempurna terbakar masuk dan mengendap dalam organ tubuh
Rokok elektrik dan liquid. Foto: elshinta.com

Elshinta.com - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengusulkan larangan penggunaan vape atau rokok elektrik karena dinilai berbahaya bagi kesehatan. Penggunaan vape juga saat ini banyak dikonsumsi anak muda sebagai pengganti rokok konvensional. 

Dihubungi Elshinta, Jumat (15/11) pagi, Ahli Kimia Farmasi dan Kepala Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Pol Mufti Djusnir menguraikan, bahaya rokok elektrik ini karena vape digunakan dengan cara memanaskan. Ekstrak dari zat yang ada di dalam vape itu dipanaskan dan kemudian akan menguap, uap itulah yang dihirup. Dari uap yang terhirup itu, ada partikel-partikel yang belum sempurna terbakar dan itulah yang bisa terbawa masuk ke dalam organ tubuh dan dapat mengendap di dalam tubuh. 

"Sedangkan kalau rokok konvensional sudah dibakar, jadi sudah asap yang keluar. Jadi partikel-partikel (rokok konvensional) kemungkinan itu sudah tidak ada yang masih sifatnya menyebabkan akan mengendap di dalam tubuh, cuma zat nikotinnya yang memang pasti masuk ke dalam tubuh," jelasnya. 

Yang harus diwaspadai, lanjut Mufti, dari kacamata BNN, dalam beberapa kasus dan sampel yang pernah dikirimkan oleh penyidik kepolisian ke pusat laboratorium narkotika BNN, terdapat modus dengan mengganti liquid vape. 

"Awalnya mereka (oknum) mengatakan bahwa isinya adalah nikotin. Tetapi kenyataannya diganti dengan zat-zat lain yang tergolong dalam narkotika, seperti mariyuana dan DMT, dimethyltryptamine, yang semuanya bersifat halusinogen dan dilarang untuk digunakan termasuk narkotika golongan satu. Banyak juga za-zat lain yang perlu diwaspadai," terangnya. 

Sebagai percobaan, Mufti meminta para pengguna vape untuk mencoba menghentikan penggunaan dalam satu minggu. "Apa rasanya? Kalau dia tidak ketergantungan itu tidak berpengaruh. Tetapi biasanya kalau diberhentikan itu berdampak psikis. Justru ada efek adiksi yang lebih kuat, karena vape sudah dirubah, dikemas menjadi aroma yang lebih menyenangkan sehingga aroma-aroma itu menjadi suatu `smile`," papar dia. 

Mufti menyebut pengguna vape tanpa mereka sadari sebenarnya adiksinya juga bertambah dan justru bertambah parah. 

"Risiko yang perlu saya sampaikan di sini adalah risiko terhadap kesehatan. Kesehatan itu yang jelas sekali adalah paru-paru, kemudian organ-organ lain seperti ginjal, dan kemudian jantung akhirnya," tuturnya. 

"Kenapa (risiko kesehatan)? Karena dia (Vape) cara bekerjanya itu adalah dengan dipanaskan kemudian menjadi uap. Uap itu dihirup sehingga semua partikel-partikel, logam berat dan segala macamnya tetap ada disitu (uap) dan masuk ke dalam tubuh kembali, kemudian diserap, kemudian diedarkan di dalam darah dan sampailah ke organ-organ tertentu seperti otak, paru-paru, jantung, dan sebagainya," tandas Mufti. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Nge-gym solusi untuk jaga kebugaran tubuh
Minggu, 01 Desember 2019 - 12:03 WIB
Selama ini olahraga kebugaran dipersepsikan identik dengan harga yang relatif mahal dan repot.
Tangkal radikal bebas, konsumsi enam makanan kaya antioksidan ini
Sabtu, 30 November 2019 - 14:28 WIB
Antioksidan adalah komponen atau substansi yang mencegah kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas. R...
Lions Ride 2019 akan digelar di BSD
Kamis, 28 November 2019 - 18:02 WIB
Tahun ini akan digelar Lions Ride merupakan program peduli diabetes dengan mengajak masyarakat lomba...
Waspada, rokok bisa picu mata bayi katarak
Kamis, 28 November 2019 - 16:42 WIB
Bagi Anda perokok aktif hendaknya saat ini mulai waspada karena aktivitas menghisap tembakau itu bi...
Waspada! Pencemaran udara tingkatkan risiko terkena glaukoma
Kamis, 28 November 2019 - 10:16 WIB
Sebuah studi dari UCL di Inggris menyatakan bahwa orang yang tinggal di kawasan dengan pencemaran ud...
Pascawabah Hepatitia A Dinkes Depok masih berlakukan Status KLB
Selasa, 26 November 2019 - 19:37 WIB
Pascawabah Hepatitis A di SMPN 20 Kota Depok, Jawa Barat, sekolah terpaksa meliburkan selama tiga ha...
Tim gabungan Dinkes Magelang renovasi rumah penderita TB
Selasa, 26 November 2019 - 16:15 WIB
Tim gabungan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Magelang, Jawa Tengah mendatangi rumah seorang pasien Tuber...
2019, tercatat 138 orang menderita HIV/AIDS di Bojonegoro
Selasa, 26 November 2019 - 14:08 WIB
Tahun 2019 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tercatat ada 138 penderita HIV/AIDS. Jumlah tersebut ...
Vaksinasi, cara hindari gangguan influenza selama musim liburan
Selasa, 26 November 2019 - 11:09 WIB
Ketua Indonesia Influenza Foundation Cissy B. Kartasasmita di acara Media Briefing World Flu Day 201...
 Hari Kesehatan Nasional, pelajar di Banjarmasin cuci tangan massal
Senin, 25 November 2019 - 07:27 WIB
Kepala Dinas Kesehatan  Ptovinsi Kalimantan Selatan Muslim, mengatakan sebanyak lima ratus siswa-s...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 217
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once