Tiga pencuri spesial saat gempa dituntut 1,5 tahun
Elshinta
Jumat, 15 November 2019 - 21:13 WIB |
Tiga pencuri spesial saat gempa dituntut 1,5 tahun
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2qAuLTj

Elshinta.com - Risfandi Lestaluhu, Sulva Marwapei, dan Zidan Ohorela, tiga terdakwa pelaku pencurian spesial saat terjadi gempa Bumi dituntut 1,5 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Ambon.

"Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 363 ayat (1), pasal 362, pasal 64 juncto pasal 55 KUH Pidana," kata JPU Kejari setempat, Fitria di Ambon, Jumat (15/11).

Tuntutan JPU disampaikan dalam persidangan dipimpin hakim Peradilan Anak di PN Ambon, Hamzah Kailul. Adapun hal yang memberatkan ketiga terdaka dituntut penjara karena telah mengambil barang milik orang lain saat terjadi gempa Bumi dan pemilik barang lari meninggalkan tenda-tenda pengungsian.

Sedangkan yang meringankan adalah, para terdakwa bersikap sopan dan mengakui serta menyesali perbuatannya, terdakwa masih anak-anak dan belum pernah dihukum, seperti dikutip Antara.

Dalam kesempatan itu, Louhenapessy dan Tala selaku penasihat hukum para terdakwa menyampaikan pembelaan secara lisan yang intinya meminta keringanan hukuman dari majelis hakim.

Penasihat hukum juga meminta ketiga terdakwa yang masih duduk di bangku kelas dua SMA ini tidak ditahan di rutan atau lembaga pemasyarakatan agar mereka mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya.

Ketiga terdakwa ini melakukan pencurian telepon selular, emas, dan uang di Pesantren Al Anshor Liang maupun tenda pengungsi korban gempa bumi tektonik di Desa Suli, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah, diciduk poisi pada Oktober 2019.

Saat terjadi guncangan gempa susulan, para pengungsi yang berada di tenda melarikan diri sedangkan ketiga terdakwa tetap bertahan dan memanfaatkan peluang tersebut untuk melakukan pencurian.

Total barang yang berhasil dicuri sebanyak 28 buah telepon selular, satu unit laptop, uang tunai Rp3,6 juta rupiah, serta perhiasan emas 2,5 gram. Barang Bukti yang sudah diamankan polisi terdiri dari satu unit laptop, dua unit telepon selular, dan satu unit televisi, sedangkan telepon genggam yang sudah dijual sebanyak 26 unit.

Persidangan akan dilanjutkan pada Senin (18/11), dengan agenda mendengarkan pembacaan putusan hakim peradilan anak. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
LBH dorong Polda Lampung tangkap tersangka pelecehan seksual anak
Kamis, 09 Juli 2020 - 13:38 WIB
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung mendorong Kepolisian Daerah (Polda) Lampung segera menangk...
Menko Polhukam akan aktifkan lagi tim pemburu koruptor
Kamis, 09 Juli 2020 - 08:47 WIB
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan akan ...
JPU limpahkan berkas perkara terdakwa suap perizinan Lapas Sukamiskin
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:54 WIB
Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) melimpahkan berkas perkara terdakwa Direk...
UU KPK belum ditandatangani Presiden, Peradin: Legislasi setengah hati
Selasa, 07 Juli 2020 - 14:26 WIB
Presiden Joko Widodo hingga saat ini belum menandatangani Undang-Undang KPK yang telah disahkan DPR....
Kasus John Kei, Polda Metro Jaya ungkap tiga aktor intelektual
Selasa, 07 Juli 2020 - 07:39 WIB
Polda Metro Jaya mengungkap tiga aktor intelektual yang berperan besar dalam rangkaian kasus yang di...
Tak ditandangani Presiden Jokowi, UU KPK tetap sah
Senin, 06 Juli 2020 - 22:46 WIB
Keberadaan Undang-undang KPK yang telah disahkan DPR namun belum ditandatangani Presiden Jokowi teta...
Terungkap dalam dakwaan korupsi Bank Sumut Rp202 miliar, Nama Komut PT Bank Sumut disebut
Senin, 06 Juli 2020 - 20:56 WIB
 Dalam dakwaan kedua terdakwa Korupsi Bank Sumut yakni Mantan Mantan Pemimpin Divisi Tresuri Bank S...
PN Jaksel gelar sidang Ruslan Buton jilid II dan Djoko Tjandra
Senin, 06 Juli 2020 - 09:59 WIB
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang gugatan Praperadilan Ruslan Buton untuk yang kedu...
Akademisi: Undang Undang tetap berlaku meski tanpa tanda tangan Presiden
Minggu, 05 Juli 2020 - 09:24 WIB
Penanganan kasus kasus korupsi tak boleh berhenti meskipun saat ini pemerintah masih fokus menangani...
Pandemi COVID-19 hambat pengusutan korupsi DLH Mimika
Sabtu, 04 Juli 2020 - 20:28 WIB
Pandemi COVID-19 yang melanda wilayah Papua sejak pertengahan Maret hingga sekarang ikut menghambat ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV