Indonesian Audit Watch setuju Ahok di BUMN, tapi...
Elshinta
Sabtu, 16 November 2019 - 20:01 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Indonesian Audit Watch setuju Ahok di BUMN, tapi...
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sumber Foto: https://bit.ly/2pYzEWn

Elshinta.com - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipastikan bakal menduduki posisi strategis di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kepastian itu didapat setelah Rabu (13/11) lalu Ahok mengaku sudah bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan mendiskusikan beberapa posisi di BUMN yang kemungkinan akan ditempati oleh dirinya. 

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membenarkan hal itu, ia menilai sosok Ahok  dibutuhkan untuk membangun transparansi dan akuntabilitas lebih baik. Arya mengatakan, saat ini ada beberapa posisi strategis di BUMN yang utama dan besar-besar yang masih kosong, seperti Inalum, Mandiri, BPPN, PLN, dan ada perubahan sedikit di Pertamina.

Proses seleksi untuk menduduki posisi strategis di salah satu BUMN ini sudah sesuai dengan peraturan Perundang-Undangan. "Semua pasti kita lalui lah ya, gak ada yang dilangkahi dan gak ada yang dilompati," kata Arya. 

Ia mengakui meskipun ada beberapa nama yang sudah dilakukan seleksi internal untuk menduduki posisi strategis di BUMN, namun nama Basuki Tjahaja Purnama paling mencuat.

Arya menyadari nama Ahok menimbulkan kontroversi. "Sebenarnya kontroversi karena dikaitkan dengan politik, kalau dari sisi bisnis seharusnya tidak ada masalah karena yang kita ambil adalah profesional," terang Arya Sinulingga.  

Ia pun membantah jika Presiden Joko Widodo yang merekomendasikan Ahok kepada Menteri BUMN , sebab menurut Arya, nama Ahok muncul ketika Wakil Menteri BUMN dan lainnya sedang mendiskusikan mencari nama-nama yang akan ditempatkan di posisi strategis di BUMN itu. 

"Sebab bukan hanya Ahok loh, ada banyak nama-nama yang akan muncul Senin besok," ungkap Arya. 

Menurut Arya, pemilihan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai salah satu calon petinggi BUMN Strategis karena Ahok mampu membangun transparansi dan akuntabilitas lebih baik, sebab perusahaan  yang akan ditempati Ahok memiliki kapital yang besar dan menyangkut pelayanan publik yang besar.

Indonesian Audit Watch Tak Permasalahkan Ahok 

Meski penunjukan Basuki Tjahaja Purnama sebagai salah satu calon petinggi BUMN menimbulkan pro kontra bahkan penolakan bagi kalangan tertentu, tetapi sosok Ahok dinilai memang masih dibutuhkan untuk melakukan pembenahan di perusahaan-perusahaan BUMN utamanya yang sedang bangkrut. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus. Ia menolak jika Ahok nantinya ditempatkan di BUMN yang strategis. 

Menurut Iskandar, dengan kapasitas Ahok yang disebut memiliki kemampuan yang di atas rata-rata seharusnya Ahok ditugaskan untuk membenahi BUMN-BUMN  tersebut. "Kami sangat menyayangkannya, kenapa justru ke BUMN Strategis dan bukan membenahi BUMN yang bangkrut?," ucapnya.

Saat ini beberapa BUMN yang bangkrut, sebut Iskandar, diantaranya Krakatau Steel, Jiwa Sraya, PT Pos dan beberapa BUMN lainnya seperti di perkapalan Jakarta Loyd dan PT Pelni. 

"Coba kalau perusahaan-perusahaan itu ditangani Pak Ahok, waduh luar biasa yang akan terjadi," kata Iskandar.  

Sementara beberapa perusahaan strategis seperti halnya PLN dan Pertamina, menurut Iskandar, tidak perlu dibantu orang sekuat Ahok, sebab faktanya saat ini kedua perusahaan itu tetap bagus. 

Ia melihat dari 142-an BUMN, termasuk ratusan anak perusahaannya dan ribuan perusahaan cucu-cucu cicitnya (perusahaan-red) itu, yang dibutuhkan adalah pemikiran Ahok menjelang bangkrut. 

"Pelni juga strategis loh, kita juga kehilangan masa lalu kejayaan tentang besi Krakatau Steel dan perkapalan Jakarta Loyd. Kami hanya melihat dan menduga serta mengkaji dari peraturan Menteri BUMN, kecenderungannya Pak Ahok pengawas loh, " ujarnya.

Iskandar sangat berharap kepada Menteri BUMN Erick Thohir agar menempatkan Ahok sebagai pengawas agar bisa melakukan pengawasan seluruh kinjerja BUMN. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sampit rawan virus corona karena ada kapal masuk dari Tiongkok
Minggu, 26 Januari 2020 - 18:15 WIB
Kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas III Sam...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek sore ini
Minggu, 26 Januari 2020 - 17:40 WIB
Peringatan dini cuaca Jabodetabek pada Minggu (26/1) pukul 16.20 WIB masih berpotensi terjadi hujan ...
PT RUM izinkan warga lihat IPL
Minggu, 26 Januari 2020 - 16:52 WIB
Pabrik pengolahan serat rayon PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Kabupate...
Ini jawaban Tjahjo Kumolo soal penghapusan honorer ASN
Minggu, 26 Januari 2020 - 16:31 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, memberi jawaban soal isu p...
Tak punya ruang isolasi, RSUD ZUS belum bisa tangani pasien corona
Minggu, 26 Januari 2020 - 16:19 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainal Umar Siddiki (RSUD ZUS) di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo ti...
Peranan guru sangat penting untuk peningkatan kualitas SDM bangsa
Minggu, 26 Januari 2020 - 15:59 WIB
Peran guru sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bangsa, dan me...
Sensus Penduduk 2020 akan dimulai Februari secara online dan tradisional
Minggu, 26 Januari 2020 - 15:38 WIB
Sensus Penduduk 2020 menuju satu data kependudukan secara serantak akan segera dilaksanakan diseluru...
Aliran listrik di Dayeuhkolot Kab Bandung dipadamkan terkait banjir
Minggu, 26 Januari 2020 - 15:27 WIB
Aliran listrik di wilayah banjir  yang berada di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Bar...
Peringatan dini cuaca Jawa Barat sore ini
Minggu, 26 Januari 2020 - 15:15 WIB
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Jawa Barat pada Minggu (26/1).
Menkes tegaskan tidak ada penderita virus corona
Minggu, 26 Januari 2020 - 14:59 WIB
Menteri Kesehatan Letjen TNI (Purn) DR dr Terawan Agus Putranto,Sp Rad (K) menegaskan tidak ada pend...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV