Banner imlek 2020 Banner imlek 2020
Indonesian Audit Watch setuju Ahok di BUMN, tapi...
Elshinta
Sabtu, 16 November 2019 - 20:01 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Indonesian Audit Watch setuju Ahok di BUMN, tapi...
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sumber Foto: https://bit.ly/2pYzEWn

Elshinta.com - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipastikan bakal menduduki posisi strategis di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kepastian itu didapat setelah Rabu (13/11) lalu Ahok mengaku sudah bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan mendiskusikan beberapa posisi di BUMN yang kemungkinan akan ditempati oleh dirinya. 

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membenarkan hal itu, ia menilai sosok Ahok  dibutuhkan untuk membangun transparansi dan akuntabilitas lebih baik. Arya mengatakan, saat ini ada beberapa posisi strategis di BUMN yang utama dan besar-besar yang masih kosong, seperti Inalum, Mandiri, BPPN, PLN, dan ada perubahan sedikit di Pertamina.

Proses seleksi untuk menduduki posisi strategis di salah satu BUMN ini sudah sesuai dengan peraturan Perundang-Undangan. "Semua pasti kita lalui lah ya, gak ada yang dilangkahi dan gak ada yang dilompati," kata Arya. 

Ia mengakui meskipun ada beberapa nama yang sudah dilakukan seleksi internal untuk menduduki posisi strategis di BUMN, namun nama Basuki Tjahaja Purnama paling mencuat.

Arya menyadari nama Ahok menimbulkan kontroversi. "Sebenarnya kontroversi karena dikaitkan dengan politik, kalau dari sisi bisnis seharusnya tidak ada masalah karena yang kita ambil adalah profesional," terang Arya Sinulingga.  

Ia pun membantah jika Presiden Joko Widodo yang merekomendasikan Ahok kepada Menteri BUMN , sebab menurut Arya, nama Ahok muncul ketika Wakil Menteri BUMN dan lainnya sedang mendiskusikan mencari nama-nama yang akan ditempatkan di posisi strategis di BUMN itu. 

"Sebab bukan hanya Ahok loh, ada banyak nama-nama yang akan muncul Senin besok," ungkap Arya. 

Menurut Arya, pemilihan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai salah satu calon petinggi BUMN Strategis karena Ahok mampu membangun transparansi dan akuntabilitas lebih baik, sebab perusahaan  yang akan ditempati Ahok memiliki kapital yang besar dan menyangkut pelayanan publik yang besar.

Indonesian Audit Watch Tak Permasalahkan Ahok 

Meski penunjukan Basuki Tjahaja Purnama sebagai salah satu calon petinggi BUMN menimbulkan pro kontra bahkan penolakan bagi kalangan tertentu, tetapi sosok Ahok dinilai memang masih dibutuhkan untuk melakukan pembenahan di perusahaan-perusahaan BUMN utamanya yang sedang bangkrut. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus. Ia menolak jika Ahok nantinya ditempatkan di BUMN yang strategis. 

Menurut Iskandar, dengan kapasitas Ahok yang disebut memiliki kemampuan yang di atas rata-rata seharusnya Ahok ditugaskan untuk membenahi BUMN-BUMN  tersebut. "Kami sangat menyayangkannya, kenapa justru ke BUMN Strategis dan bukan membenahi BUMN yang bangkrut?," ucapnya.

Saat ini beberapa BUMN yang bangkrut, sebut Iskandar, diantaranya Krakatau Steel, Jiwa Sraya, PT Pos dan beberapa BUMN lainnya seperti di perkapalan Jakarta Loyd dan PT Pelni. 

"Coba kalau perusahaan-perusahaan itu ditangani Pak Ahok, waduh luar biasa yang akan terjadi," kata Iskandar.  

Sementara beberapa perusahaan strategis seperti halnya PLN dan Pertamina, menurut Iskandar, tidak perlu dibantu orang sekuat Ahok, sebab faktanya saat ini kedua perusahaan itu tetap bagus. 

Ia melihat dari 142-an BUMN, termasuk ratusan anak perusahaannya dan ribuan perusahaan cucu-cucu cicitnya (perusahaan-red) itu, yang dibutuhkan adalah pemikiran Ahok menjelang bangkrut. 

"Pelni juga strategis loh, kita juga kehilangan masa lalu kejayaan tentang besi Krakatau Steel dan perkapalan Jakarta Loyd. Kami hanya melihat dan menduga serta mengkaji dari peraturan Menteri BUMN, kecenderungannya Pak Ahok pengawas loh, " ujarnya.

Iskandar sangat berharap kepada Menteri BUMN Erick Thohir agar menempatkan Ahok sebagai pengawas agar bisa melakukan pengawasan seluruh kinjerja BUMN. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Soal fatwa rokok elektrik, PBNU akan gelar musyawarah ulama
Sabtu, 25 Januari 2020 - 21:55 WIB
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan memutuskan fatwa terhadap vape atau rokok elektrik dalam ...
Mahfud MD tolak tawaran bantuan AS di perairan Natuna
Sabtu, 25 Januari 2020 - 21:41 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan mendapat tawaran AS untuk...
Mahfud MD sebut jurnalis AS sudah dibebaskan
Sabtu, 25 Januari 2020 - 21:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mohammad Mahfud MD menyebut jurnalis Mongabay ...
Soal Jiwasraya, Surya Paloh: Kalau panja tidak efektif, bentuk Pansus
Sabtu, 25 Januari 2020 - 20:57 WIB
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh meminta agar DPR membentuk Panitia Khusus (Pansus) bila Paniti...
Menkopolhukam segera sambangi Malaysia bahas Abu Sayyaf
Sabtu, 25 Januari 2020 - 20:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD akan menyambangi Malaysia untuk memb...
Selebaran gelap diduga terkait Pilkada 2020 ditertibkan
Sabtu, 25 Januari 2020 - 20:17 WIB
Selebaran dan pamflet diduga terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 ditertibkan oleh Satpol ...
Mentan serahkan bantuan senilai Rp150 miliar di Sulsel
Sabtu, 25 Januari 2020 - 19:49 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyerahkan bantuan untuk peningkatan produksi pertanian di Pr...
RSPI pastikan satu pasien suspect negatif corona virus
Sabtu, 25 Januari 2020 - 19:38 WIB
Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianto Saroso Jakarta menyatakan satu pasien yang sebelumnya d...
Lindungi industri dalam negeri, Kemendag tetapkan BMDTP evaporator
Sabtu, 25 Januari 2020 - 19:29 WIB
Kementerian Perdagangan memutuskan untuk mengenakan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) atas impor ...
Tiga kali gempa guguran terjadi di Gunung Merapi
Sabtu, 25 Januari 2020 - 19:14 WIB
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV