Gunung Merapi luncurkan awan panas letusan setinggi 1.000 meter
Elshinta
Minggu, 17 November 2019 - 13:13 WIB |
Gunung Merapi luncurkan awan panas letusan setinggi 1.000 meter
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2QrTe8e

Elshinta.com - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (17/11), mengeluarkan satu kali awan panas letusan dengan tinggi kolom 1.000 meter dari puncak.

Dihimpun Antara dari Twitter Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas letusan Gunung Merapi yang terekam di seismogram pada pukul 10.46 WIB memiliki durasi 155 detik dengan amplitudo maksimum 70 mm.

"Teramati kolom letusan setinggi kurang lebih 1.000 meter. Angin bertiup ke barat," tulis BPPTKG.

Berdasarkan pengamatan, pada pukul 00.00-06.00 WIB, BPPTKG juga mencatat tujuh kali gempa guguran di Gunung Merapi dengan amplitudo 2-10 mm yang berlangsung selama 17.6-21.52 detik, dua gempa hybrid dengan amplitudo 2 mm selama 6.72-7.2 detik, dua gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 44-65 mm selama 11.56-16.16 detik, dan satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 3 mm selama 8.88 detik.

Awan panas letusan sebelumnya juga dikeluarkan Gunung Merapi pada Sabtu (9/11) dengan tinggi kolom 1.500 meter. Awan panas letusan itu memiliki amplitudo 65 mm dan durasi 160 detik dengan jarak luncuran diperkirakan sejauh 1.500 meter.

Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II (Waspada) dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan mitigasi bencana. BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. (Fan)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kalsel tingkatkan kolaborasi dan sinergitas untuk memutus mata rantai COVID-19
Senin, 13 Juli 2020 - 18:56 WIB
Bertempat di Rupatama Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) berlangsung Penandatangana...
Diduga ada mafia, OJK blokir 2.591 fintech lending ilegal
Senin, 13 Juli 2020 - 18:49 WIB
Otoritas Jasa Keuangan atau OJK telah memblokir 2.591 fintech lending ilegal atau pinjaman online se...
Wali Kota Malang temui pendemo keringanan UKT di masa pandemi COVID-19 
Senin, 13 Juli 2020 - 17:47 WIB
Aksi demo menuntut keringan Uang Kuliah Tinggal (UKT) atau SPP dimasa pandemi COVID-19 terus berlanj...
Mitra kerja Menkraf RI cairkan bantuan dampak COVID-19 di Lumajang
Senin, 13 Juli 2020 - 17:26 WIB
Alokasikan bantuan sembako yang di bawa anggota DPR RI Komisi X Mohammad Nur Purnamasidi di daerah p...
Nakes Jayapura belum terima bantuan insentif dari Kemenkes
Senin, 13 Juli 2020 - 16:59 WIB
Wali Kota Jayapura Benhur Tomy Mano (BTM) mengatakan hingga kini belum menerima bantuan dari Kemenke...
Kapolda dan Wakapolda Kalsel turun langsung pantau tes Kesamaptaan Jasmani Catar Akpol 2020
Senin, 13 Juli 2020 - 16:28 WIB
Proses tahapan seleksi calon taruna akademi kepolisian (Catar Akpol) tahun 2020 memasuki tahap tes j...
Kerap membegal, Dua TNI gadungan dihadiahi timah panas
Senin, 13 Juli 2020 - 16:15 WIB
Dua orang TNI gadungan dihadiahi timah panas oleh polisi seusai tertangkap basah saat melakukan pemb...
Warga Margahurip pertanyakan kriteria jalur zonasi di SMPN 2 Banjaran Kabupaten Bandung 
Senin, 13 Juli 2020 - 15:55 WIB
Warga Kampung Kebon Kalapa Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menda...