Pembuangan bangkai babi sebabkan ikan nelayan Jaring Halus tak laku
Elshinta
Senin, 18 November 2019 - 20:26 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Sigit Kurniawan
Pembuangan bangkai babi sebabkan ikan nelayan Jaring Halus tak laku
Pembuangan bangkai babi sebabkan ikan nelayan Jaring Halus tak laku. Foto: M Salim/Radio Elshinta

Elshinta.com - Merebaknya isu bangkai babi yang dibuang ke sungai hingga ke laut berdampak negatif terhadap perekonomian nelayan di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kepala Desa Jaring Halus, Usman mengatakan selama sepekan terakhir, ratusan nelayan di desa tersebut enggan melaut karena hasil tangkapannya tidak laku dijual.

"Sudah seminggu mereka (nelayan) tidak melaut, karena ikan tidak laku dijual, penampung tidak mau membeli ikan dari nelayan karena penampung tidak bisa menjual ikan ke konsumen karena konsumen yang biasa menkonsumsi ikan tidak lagi mau membeli ikan dampak dari isu bangkai babi," jelas Usman seperti dilaporkan Kontributor Elshinta M Salim, Senin (18/11).

Padahal, lanjut Usman, ikan hasil tangkapan dari nelayan di desanya aman untuk dikonsumsi, tapi konsumen sudah terlanjur termakan isu bangkai babi sehingga ikan hasil tangkapan nelayan tidak laku di pasaran.

Sementara, salah seorang penampung ikan di Desa Jaring Halus, Iwan Jangkung (45) mengatakan, sudah lebih seminggu ikan tidak laku di pasar karena isu bangkai babi tersebut. Padahal para nelayan menangkap ikan itu di laut tengah yang jaraknya ratusan mil dari bibir pantai.

"Pasokan ikan dari saya yang dikirim ke pasar, sudah dua kali dikembalikan karena tidak ada yang beli di pasar, akhirnya ikan tersebut saya bagikan ke warga setempat,  karena warga Jaring Halus tidak takut makan ikan," tutur Iwan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ekonom sebut rencana IPO `subholding` Pertamina bukan privatisasi BUMN
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 15:46 WIB
Ekonom The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip menyebutkan rencana initial public offerin...
Anggaran infrastruktur 2021 dinilai penting pacu pertumbuhan ekonomi
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 10:41 WIB
Pengamat tata kota Universitas Trisakti Yayat Supriatna menilai alokasi anggaran infrastruktur Kemen...
Erick: Pembangunan Pelabuhan Teluk Benoa dorong pariwisata maritim
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 09:50 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa pembangunan Pelabuhan Teluk Benoa di Bali untuk mendoro...
Menkeu targetkan penerimaan dividen BUMN Rp26,1 triliun
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 09:28 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa target penerimaan negara bukan pajak (PNBP...
Raih anggaran tertinggi 2021, Menteri PUPR: Percepat pemulihan ekonomi
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 08:48 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyampaikan alokasi anggaran terting...
RAPBN 2021 dinilai cukup kontra-siklus, mampu dorong pemulihan ekonomi
Jumat, 14 Agustus 2020 - 20:11 WIB
Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto menilai Rancangan APBN (RAPBN) 2021 cukup ekspansif dan konsolida...
Pengamat nilai defisit anggaran 5,5 persen kurang besar
Jumat, 14 Agustus 2020 - 19:55 WIB
Direktur Riset Center of Reforms on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai defisit defisi...
Dukung ekonomi berkelanjutan, Kemenperin dorong inovasi riset 
Jumat, 14 Agustus 2020 - 19:38 WIB
Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan ekosistem inovasi di sektor industri sebagai ...
Bakti Kominfo berdayakan kayu putih Subang
Jumat, 14 Agustus 2020 - 18:28 WIB
Besarnya potensi minyak kayu putih di Subang, Jawa Barat, ditunjukkan dengan luasnya hutan produksi ...
Rupiah ditutup melemah seiring masih mandeknya kesepakatan stimulus AS
Jumat, 14 Agustus 2020 - 18:11 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore, ditutup melemah seir...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV