Pengamat: Polri memang dijadikan musuh oleh kelompok teror
Elshinta
Senin, 18 November 2019 - 20:07 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Sigit Kurniawan
Pengamat: Polri memang dijadikan musuh oleh kelompok teror
Densus 88. Sumber foto: https://bit.ly/32SfgDr

Elshinta.com - Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa aparat kepolisian menjadi sasaran utama pelaku teror. Namun hal tersebut merupakan risiko pekerjaan yang harus diemban oleh aparat kepolisian.

Sementara itu pengamat intelejen dan keamanan, Stanislaus Riyanta mengatakan bahwa polisi menjadi sasaran utama teror merupakan fenomena yang sudah lama. Karena memang ISIS menjadikan polisi sebagai thogut.

"ISIS menjadikan Polri thogut atau musuh, karena memang Polri yang memerangi terorisme di Indonesia," kata Stanislaut kepada Elshinta, Senin (18/11).

Sehingga ketika ISIS sudah mulai diikuti di Indonesia, Polri menjadi sasaran teror ISIS.

Hal tersebut berbeda dengan kelompok Al-Qaeda yang manjadikan sasaran adalah simbol-simbol Amerika Serikat. "Seperti kejadian di JW Marriott, Ritz Carlton, dan kejadian bom Bali," ujarnya.

Menurutnya, tujuan untuk balas dendam bukanlah yang paling utama. Tetapi tujuan utama kelompok teror di Indonesia yang terkoneksi dengan ISIS adalah mendirikan negara khilafah di Indonesia.

"Jadi ketika untuk mencapai tujuan tersebut hambatannya adalah Polri, ya mereka memerangi Polri," jelas Stanislaus.

Stanislaus sepakat dengan pernyataan dari Dedi Prasetyo yang mengatakan bahwa ini merupakan risiko dari aparat kepolisian. "Ya memang tugas dari Polri adalah memberantas terorisme, maka risikonya adalah dijadikan musuh," tutupnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anggota DPR: Perlu ketegasan sikap soal Natuna
Selasa, 21 Januari 2020 - 16:46 WIB
Masuknya kapal Tiongkok ke laut Natuna menjadi permasalahan besar dalam pandangan ancaman kedaulata...
Belum ada keputusan Presiden soal WNI teridentifikasi teroris
Selasa, 21 Januari 2020 - 13:32 WIB
Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara mengatakan, belum ada keputusan dari Presiden Joko Widodo ...
Susi Pudjiastuti angkat bicara soal sengketa Natuna
Selasa, 21 Januari 2020 - 07:38 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti menegaskan, politisi memiliki per...
Prabowo klaim tak hanya Tiongkok yang melanggar wilayah Indonesia
Selasa, 21 Januari 2020 - 06:55 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan, tidak hanya Tiongkok, ada beberapa negara lain yang ...
Kapolres Indramayu minta Bhabinkamtibmas pahami tugas
Senin, 20 Januari 2020 - 19:14 WIB
Kapolres Indramayu, Jawa Barat, AKBP Suhermanto memberikan pembinaan dan pelatihan teknis bagi anggo...
Dandim 0705/Magelang lepas anggota pindah satuan baru
Senin, 20 Januari 2020 - 16:27 WIB
Tiga personel Kodim 0705/Magelang, dilepas untuk bergabung dalam Satgaster tahun 2020. Ketiganya aka...
Buruh demo tolak RUU Omnibus Law, Polda Metro siagakan 6.013 polisi
Senin, 20 Januari 2020 - 14:16 WIB
Polda Metro Jaya menerjunkan 6.000 personel gabungan untuk mengamankan unjuk rasa menolak Rancangan ...
Satgas Yonif 755 Kostrad dan anak-anak disabilitas gelar upacara bendera
Senin, 20 Januari 2020 - 13:46 WIB
Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) 755/Yalet/20/3/Kostrad menumbuhkan jiwa nasionalisme ...
Jelang Imlek, Polda Bali tingkatkan pengamanan
Senin, 20 Januari 2020 - 11:36 WIB
Menyambut perayaan Imlek yang jatuh pada 25 Januari 2020, Kepolisian Daerah (Polda) Bali akan mening...
Kapolda Sumut minta personel tingkatkan pelayanan publik dan hindari narkoba
Jumat, 17 Januari 2020 - 15:57 WIB
Irjen Martuani menekankan kepada seluruh personil untuk tidak menggunakan narkotika. 
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV