Sempat ditolak tiga RS, Tim Yanlin KJRI Jeddah bantu pemakaman janin berusia tujuh bulan
Elshinta
Selasa, 19 November 2019 - 10:48 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Sempat ditolak tiga RS, Tim Yanlin KJRI Jeddah bantu pemakaman janin berusia tujuh bulan
Foto: Istimewa

Elshinta.com - Tim Pelayanan dan Pelindungan Warga (Yanlin) KJRI Jeddah membantu proses pemakaman bakal bayi (janin) berusia tujuh bulan yang gugur dalam kandungan.

Upaya untuk memakamkan janinya tersebut sempat terkendala kelengkapan dokumen. Pasalnya, dia lahir dari ibu yang tidak berstatus resmi alias tidak memiliki iqamah (izin tinggal resmi).

Untuk membantu ayah dari calon bayi tersebut, KJRI Jeddah mengutus Abdullah Mochtar, Staf Fungsi Konsuler KJRI Jeddah untuk mendampinginya ke kantor polisi di Distrik Salamah untuk mengurus surat rekomendasi dari pihak kepolisian. Surat dari kepolisian tersebut diperlukan sebagai rujukan ke pihak rumah sakit untuk penyimpanan jenazah dan pelaksanaan otopsi terhadap janin yang meninggal di kandungan untuk memastikan penyebab kematiannya.

Di kantor polisi, ayah janin berinisial HA tersebut dimintai keterangan melalui berita acara pemeriksaan (BAP) oleh petugas kepolisian. Pertanyaan meliputi kronologi meninggalnya janin tersebut, dilanjutkan dengan mendatangi TKP untuk investigasi lebih lanjut.

Berbekal surat rekomendasi kepolisian, jenazah dibawa ke Rumah Sakit (RS) King Fahad untuk disemayamkan di tempat penyimpanan jenazah. Namun, rumah sakit menolak dengan alasan tidak menerima jenazah Janin.

Jenazah kemudian coba dialihkan ke Tibb Syar'i (rumah sakit forensik), tapi lagi-lagi ditolak lantaran tidak ada fasilitas penyimpanan jenazah di rumah sakit.

HA bersama Abdullah mencoba mendatangi RS King Abdulaziz di Distrik Al Mahjar. Rumah sakit ini mau menerima asalkan surat rekomendasi atau rujukan dari pihak kepolisian yang semula ditujukan ke RS King Fahad direvisi menjadi RS King Abdulaziz. 

Bersama ambulan yang membawa jenazah, keduanya kembali ke Kepolisian Salamah untuk mengajukan permohonan revisi surat rujukan. Jenazah kemudian dibawa kembali ke RS King Abdulaziz dan diserahkan ke rumah sakit tersebut untuk disemayamkan di fasilitas penyimpanan jenazah.

"Lebih dari 2 harian dan ekstra effort untuk mencari-cari data dukung, dan sempat ditolak oleh beberapa rumah sakit," ungkap Safaat Ghofur, Koordinator Yanlin KJRI Jeddah, dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Berkaca pada kerumitan pemakaman janin di atas, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Dr. Mohamad Hery Saripudin mengajak seluruh Masyarakat Indonesia di Arab Saudi agar tidak menggampangkan masalah pernikahan, apalagi dilakukan dengan pasangan yang berstatus tidak resmi di negara orang.

Konjen mengimbau warga agar peristiwa semacam ini dijadikan pelajaran, bahwa pernikahan tidak resmi memiliki konsekuensi hukum, bisa diperkarakan atas tuduhan perbuatan asusila.

"Tinggal tidak resmi, menikah tidak resmi, apalagi sampai punya anak dan meninggal. Ribet mengurus pemakamannya. Jadi, mohon jangan hanya berpikir enaknya saja. Pikirkan juga resikonya," pesan Konjen. 

Setelah dua hari mengupayakan kelengkapan dokumen dan hasil otopsi rumah sakit yang menyatakan janin tersebut meninggal secara wajar, jenazah janin tersebut akhirnya dapat dimakamkan di hari berikutnya, Senin (18/11).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Meghan Markle banyak dapat pemberitaan jelek dibanding Kate Middleton
Minggu, 19 Januari 2020 - 11:17 WIB
Sebuah studi yang dilakukan oleh The Guardian pada ratusan artikel dari 14 koran di Inggris mengungk...
Bom mobil di Somalia hatam kontraktor Turki
Sabtu, 18 Januari 2020 - 20:13 WIB
Bom mobil yang menyasar kelompok kontraktor Turki meledak pada Sabtu di Afgoye, barat laut ibu kota ...
TKI terserang penyakit kulit dalam tahan Malaysia
Sabtu, 18 Januari 2020 - 17:49 WIB
TKI terserang penyakit kulit dalam tahan Malaysia. Gatal di sekujur tubuh tanpa mendapatkan perawata...
Badai petir sebabkan banjir di Australia
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:16 WIB
Badai petir menyapa wilayah pantai timur Australia pada Sabtu (18/1) pagi, menyebabkan penutupan rua...
Honduras akhiri mandat untuk badan antikorupsi
Sabtu, 18 Januari 2020 - 10:48 WIB
Honduras pada Jumat (17/1) secara efektif mengakhiri mandat badan antikorupsi yang didukung oleh Org...
170 orang kemungkinan sakit akibat wabah norovirus di California
Jumat, 17 Januari 2020 - 13:26 WIB
Sekitar 170 orang yang dalam beberapa pekan terakhir mengunjungi Taman Nasional Yosemite di Californ...
Tiongkok sebut ada korban meninggal kedua akibat pneumonia di Wuhan
Jumat, 17 Januari 2020 - 13:15 WIB
Wabah pneumonia di Wuhan, Tiongkok, menimbulkan korban meninggal dunia kedua, yakni laki-laki berusi...
Australia harus menunggu hingga Maret untuk hujan atasi kebakaran
Kamis, 16 Januari 2020 - 19:27 WIB
Australia harus menunggu hingga Maret untuk mendapatkan hujan cukup deras agar bisa menyelesaikan ma...
Konjen RI Jeddah yang baru serahkan Surat Tauliah pada Dirjen Kemlu Arab Saudi
Kamis, 16 Januari 2020 - 09:07 WIB
Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Eko Hartono menyerahkan surat tauliah (surat kepercayaan) Kepad...
Saham Australia melonjak, lampaui 7.000 poin untuk pertama kalinya
Kamis, 16 Januari 2020 - 08:56 WIB
Pasar saham Australia dibuka melonjak pada perdagangan Kamis pagi, melampaui tonggak penting 7.000 p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV