Banner imlek 2020 Banner imlek 2020
Kader PBB resah belum dapat jatah di pemerintahan
Elshinta
Rabu, 20 November 2019 - 13:58 WIB |
Kader PBB resah belum dapat jatah di pemerintahan
Sumber Foto: https://bit.ly/2O3TE2U

Elshinta.com - Kader Partai Bulan Bintang (PBB) di sejumlah wilayah resah karena belum ada kepastian keterlibatan partai besutan ahli hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, itu di dalam pemerintahan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum PBB, Sukmo Harsono, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (20/11).

"Dalam beberapa hari ini kader PBB di semua tingkatan resah akan nasib partai pasca penetapan susunan Kabinet baik menteri dan wakil menteri. Mereka banyak mendapat pertanyaan dari konstituen dan umat Islam yang mendukung PBB," katanya, seperti dikutip Antara.

Keresahan itu, menurut dia, memuncak pasca-Presiden Jokowi mengumumkan susunan kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, beberapa waktu lalu.

Menurut Harsono, saat ini juga ada desakan dari bawah dan sangat kuat mendesak ketua umum dan sekretaris jenderal partai politik itu mengambil sikap dan memberi penjelasan mengapa PBB sampai saat ini masih tidak dapat berpartisipasi aktif di pemerintahan.

"PBB sebagai partai Islam yang mengusung pasangan calon nomor 01, saya sendiri memimpin deklarasi dukungan paslon 01 ke daerah. Sementara ketua umum jadi panglima di MK. Maka wajar jika mereka bertanya-tanya, kenapa Sekretaris Jenderal PBB, Afriansyah Noor, yang memiliki hubungan begitu dekat dan baik dengan Pak Jokowi juga belum memberikan penjelasan, apa sebenarnya yang terjadi dengan PBB," ujarnya.

Ia pun mengaku khawatir kondisi ini akan menimbulkan gelombang ketidakpercayaan kader PBB pada pemerintah.

Namun demikian, sebagai wakil ketua umum DPP PBB, dia juga masih terus berusaha menjelaskan kepada umat Islam dan kader bahwa PBB telah berjuang dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PKS umumkan tiga bakal calon Walkot Depok di Pilkada 2020
Jumat, 24 Januari 2020 - 17:18 WIB
Mengangat iklim politik menjelang Pilkada 23 Sepetember 2020, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ko...
JK terima `Anugerah untuk Keunggulan Dalam Diplomasi`
Kamis, 23 Januari 2020 - 20:23 WIB
Dr. H. Muhammad Jusuf Kalla (JK) menerima penghargaan `Anugerah untuk Keunggulan Dalam Diplomasi` di...
Persiapan Pilkada di Sukoharjo tunggu rekomendasi PDI Perjuangan
Kamis, 23 Januari 2020 - 19:07 WIB
Partai politik (Parpol) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah belum mengumumkan wakil atau calon peser...
Kemenlu serahkan sandera Muhammad Farhan pada keluarganya
Kamis, 23 Januari 2020 - 16:35 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyerahkan Muhammad Farhan kepada keluarganya di kantor Kementeri...
 Jaringan Demokrasi Indonesia soroti 4 tahun kepemimpinan Gubernur Kalsel 
Kamis, 23 Januari 2020 - 15:46 WIB
Dalam empat tahun kepemimpinan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel)  Sahbirin Noor, atau sering di ...
PKB jadi tuan rumah pertemuan pemimpin parpol sedunia
Kamis, 23 Januari 2020 - 07:33 WIB
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi tuan rumah pertemuan pemimpin partai politik (Parpol) dari s...
DPR RI secepatnya akan panggil Helmi Yahya
Selasa, 21 Januari 2020 - 19:15 WIB
Anggota DPR RI Syaifullah Tamliha memandang perlu pemanggilan mantan Direktur TVRI Helmi Yahya ke Ko...
Prabowo sebut bentuk tim investigasi dugaan korupsi PT Asabri 
Senin, 20 Januari 2020 - 21:12 WIB
Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menyatakan telah membenuk tim investigasi untuk menuntaskan kas...
PKS minta Jaksa Agung balap KPK terkait Jiwasraya
Senin, 20 Januari 2020 - 17:56 WIB
Anggota Komisi III  DPR RI dari FPKS Achmad Dimyati Natakusumah meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin ...
Komisi A DPRD DIY ajukan Raperda Pendidikan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
Jumat, 17 Januari 2020 - 19:28 WIB
Kasus-kasus intoleransi radikalisme, terorisme, dan kenakalan remaja marak terjadi di wilayah DI Yog...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV