Informasi Kemenpora terkait insiden yang menimpa suporter Indonesia di Kuala Lumpur
Elshinta
Jumat, 22 November 2019 - 14:32 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Informasi Kemenpora terkait insiden yang menimpa suporter Indonesia di Kuala Lumpur
Pesepak bola timnas Indonesia Rudolof Yanto Basna (bawah) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Malaysia Mohamadou Sumareh (tengah) saat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (19/11). Sumber foto: https://bit.ly/2OzLuON

Elshinta.com - Beredar viral di media sosial terkait adanya berita, foto, dan video terjadinya penganiayaan terhadap suporter Indonesia, usai pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Timnas Malaysia pada babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia Grup G, di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (19/11) malam. 

Hingga saat ini, masih tersebar banyak informasi terkait panganiayaan tersebut. Menyikapi hal itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI langsung berkomunikasi dengan beberapa pejabat KBRI di Kuala Lumpur. 

"Kemenpora semula baru ingin bersikap setelah mendapatkan informasi dari PSSI karena Pengurus PSSI lah yang langsung menyaksikan pertandingan tersebut di stadium Bukit Jalil. Namun demikian, karena tidak adanya informasi lengkap hingga tanggal 21 November 2019 sore (kecuali terbatas informasinya), kemudian Kemenpora mengambil inisiatif untuk langsung berkomunikasi dengan beberapa pejabat KBRI di Kuala Lumpur setelah sebelumnya menghubungi Dirjen Protokol dan Konsuler Kemenlu, yang kemudian dengan sangat cepat pula menyampaikan data tentang contact person di KBRI di Kuala Lumpur yang bisa segera dihubungi," tulis Kemenpora dalam siaran pers melalui laman resminya, Jumat (22/11) siang. 

Namun sebelum menghubungi KBRI di Kuala Lumpur, pihak Kemenpora menyatakan telah berusaha secara internal memastikan apakah konten yang dimaksud adalah hoax (berita bohong) atau bukan. "Dan ternyata informasi yang dimaksud adalah bukan hoax. Konfirmasi ini penting untuk memudahkan memberikan penjelasan lengkap kepada publik," jelas Kemenpora.

Pihak pertama yang Kemenpora hubungi adalah Yusron B. Ambary selaku Kepala Fungsi Konsuler KBRI di Kuala Lumpur, dan Agung Sumirat selaku Koordinasi Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI di Kuala Lumpur.
 
Dalam penjelasannya, ungkap Kemenpora, Yusron mengatakan bahwa sehari sebelum pertandingan, ada salah satu korban pengeroyokan yang bernama Fuad menyambangi KBRI. Dari laporan yang diterima Yusron, korban mengaku bahwa paspornya diambil paksa oleh oknum suporter Malaysia. 

Sesuai dengan fungsi pelayanannya, selanjutnya KBRI menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang berfungsi sebagai surat keterangan kepada pihak imigrasi di Kuala Lumpur. KBRI kemudian berasumsi bahwa Fuad akan kembali ke KBRI setelah berurusan dengan pihak imigrasi setempat, namun ternyata sudah kembali ke Indonesia.
 
Sementara mengenai isu adanya laporan lain tentang salah satu suporter Indonesia yang mengalami tusukan hingga meninggal dunia, hal tersebut dibantah oleh Yusron. Karena sepengetahuannya, tidak benar suporter tersebut sampai meninggal dunia. 

Namun demikian, diakui Yusron, bahwasanya memang ada tusukan, tetapi korban berhasil mencegahnya dan mengenai tangannya lalu mengalami sobekan.
 
Kemenpora yang juga melakukan komunikasi dengan Agung untuk meminta keterangan apakah PSSI berkomunikasi dengan KBRI terkait hal tersebut. Agung mengatakan, sehari sebelum pertandingan, PSSI dan juga aliansi suporter Indonesia (namun secara terpisah laporannya) telah melaporkan bahwa ada salah satu suporter Indonesia yang katanya ditahan oleh pihak kepolisian Malaysia. Namun sayangnya, informasi tersebut tidak berlanjut karena mungkin PSSI sudah berhubungan langsung dengan pihak Atase Pertahanan KBRI di Kuala Lumpur juga.
 
Selain dari pada itu, KBRI di Kuala Lumpur juga menjelaskan bahwa tidak benar adanya tiga warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan usai pertandingan. Yang benar adalah, mereka ditahan karena dugaan informasi telah menyebarkan kabar bohong (hoax) yang terkait dengan dugaan isu terorisme. 

Sejauh ini memang di Malaysia masih diberlakukan ISA (Internal Security Act), dimana berdasarkan UU tersebut masih dimungkinkan adanya penahanan terhadap anggota masyarakat yang diduga melakukan kegiatan yang bertentangan dengan keamanan Malaysia.
 
Atas dasar kejadian dan informasi lengkap yang telah Kemenpora terima dari KBRI di Kuala Lumpur tersebut, maka Kemenpora menyampaikan terima kasih atas bantuan informasi yang secara cepat dan lengkap, serta penanganannya secara prosedural. 

Sebaliknya, Kemenpora menyatakan sangat menyayangkan bahwasanya PSSI kurang lengkap (boleh disebut sangat terbatas) dalam memberikan informasi kepada Kemenpora dan itupun sangat terlambat. Namun demikian, Kemenpora tetap berharap agar KBRI di Kuala Lumpur tetap membantu memberikan pendampingan dan perlindungan seandainya masih ada suporter Indonesia yang mungkin masih ditahan oleh aparat Kepolisian Malaysia.

Surat Kekecewaan

Selanjutnya pada hari ini, Jumat (22/11/2019), Kemenpora menyampaikan surat kekecewaan kepada Kementerian Sukan dan Belia Malaysia, yang ditembuskan kepada Kementerian Luar Negeri RI dan Pengurus PSSI. 

Inti surat tersebut pada intinya akan menyebutkan: 

  1. Kekecewaan Kemenpora terhadap insiden-insiden tersebut, karena sehari setelah insiden suporter Indonesia di Stadion GBK saat pertandingan Timnas Indonesia versus Malaysia tanggal 5 September 2019, Menpora Imam Nahrawi sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Sukan dan Belia Malaysia Syed Saddiq secara langsung pada 6 September 2019 pagi, di suatu hotel di Jakarta. Dalam responsnya, Menpora Malaysia menerima permohonan maaf Indonesia, dan mengucapkan selamat datang kepada suporter Indonesia saat nantinya akan menonton pertandingan 19 November 2019 di Kuala Lumpur dan akan disambut dengan ramah oleh supporter Malaysia, tetapi ini ternyata tidak sepenuhnya terjadi. 
  2. Kemenpora akan meminta pihak Kepolisian Malaysia untuk mengusut tuntas insiden yang sempat menimbulkan luka fisik pada suporter Indonesia (plus perampasan passport) dan membawanya secara transparan ke jalur hukum. 
  3. Kemenpora juga akan meminta PSSI untuk melaporkan insiden tersebut kepada FIFA, karena saat pertemuan tanggal 6 September 2019 antara kedua Menpora, ternyata Menpora Malaysia juga tetap membiarkan Federasi Sepakbola Malaysia untuk melaporkan insiden GBK ke FIFA meskipun Menpora Malaysia sudah menerima permohonan maaf Menpora Indonesia.

 
Terkait insiden ini, Kemenpora tetap berharap agar konflik antar suporter kedua negara untuk tidak terulang kembali, baik di Indonesia maupun Malaysia, karena pada dasarnya hubungan diplomatik kedua negara dalam kondisi bagus. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kualifikasi Piala Dunia zona Asia ditunda karena COVID-19
Selasa, 10 Maret 2020 - 08:57 WIB
FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sepakat menunda pertandingan kualifikasi Piala Dunia zona...
Kabupaten Bandung siap gelar Piala Dunia U-20
Senin, 03 Februari 2020 - 15:15 WIB
Bupati Bandung, Jawa Barat H.M. Naser menyatakan pihaknya siap, jika PSSI memilih Stadion Si Jalak H...
Palembang masih berpeluang tuan rumah Piala Dunia U20
Minggu, 02 Februari 2020 - 14:38 WIB
Kota Palembang, Sumatera Selatan masih berpeluang menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 pada 2021 karen...
PUPR akan pastikan kesiapan sarana pendukung Piala Dunia FIFA U-21
Kamis, 30 Januari 2020 - 07:48 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap mendukung penyelenggaraan Piala Dunia FI...
 Singkirkan Fiorentina, Inter Milan amankan tiket semifinal
Kamis, 30 Januari 2020 - 06:45 WIB
Inter Milan mengamankan tiket semifinal Coppa Italia setelah menyingkirkan Fiorentina 2-1 pada laga ...
Piala Dunia U-20 tahun 2021 berlangsung 24 Mei-12 Juni 
Kamis, 23 Januari 2020 - 17:48 WIB
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan bahwa Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2021 berlan...
Dramatis, Napoli singkirkan Lazio dari Coppa Italia
Rabu, 22 Januari 2020 - 06:50 WIB
Napoli menyingkirkan juara bertahan Lazio dari Coppa Italia melalui laga dramatis yang berakhir deng...
Lewati Parma, AS Roma melaju ke perempat final Coppa Italia
Jumat, 17 Januari 2020 - 08:35 WIB
AS Roma melengkapi daftar tim-tim peserta babak perempat final Coppa Italia seusai melewati Parma de...
Juventus lumat Udinese 4-0 tanpa Ronaldo
Kamis, 16 Januari 2020 - 09:17 WIB
Juventus tak kesulitan melumat Udinese 4-0 dalam laga 16 besar Coppa Italia di Stadion Allianz, Rabu...
10 pemain Fiorentina depak Atalanta dari Piala Italia
Kamis, 16 Januari 2020 - 08:11 WIB
Fiorentina mendepak finalis tahun lalu, Atalanta, dari ajang Piala Italia, berkat kemenangan 2-1 pad...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV