Tim medis duga hakim Tri meninggal karena serangan jantung 
Elshinta
Selasa, 26 November 2019 - 20:32 WIB |
Tim medis duga hakim Tri meninggal karena serangan jantung 
Tim medis duga hakim Tri meninggal karena serangan jantung. Foto: https://bit.ly/2KUFKhC/elshinta.com.

Elshinta.com - Tim medis Rumah Sakit Polri Kramat Jati mengemukakan Hakim Senior Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Tri Hadi Budisatrio, diduga meninggal karena serangan jantung.
 
"Dari laporan sementara katanya dugaan serangan jantung, tapi saya belum lihat secara utuh jasadnya," kata Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Kombes Edy Purnomo di Jakarta, Selasa (26/11) sore.
 
Jenazah Hakim Tri tiba di RS Polri Kramat Jati sekitar pukul 17.30 WIB menggunakan mobil ambulan berlogo Partai Gerindra.
 
Tim forensik telah menjadwalkan proses otopsi jenazah untuk memeriksa secara detail penyebab meninggalnya Hakim Tri.

Saat ditanya terkait kemungkinan almarhum terpapar racun gas kendaraan, Edy mengatakan masih menunggu proses otopsi lebih lanjut.
 
"Kalau keracunan, penampakan jenazahnya merah muda cerah. Nanti dilakukan pemeriksaan sesuai permintaan dari polisinya," kata Edy mengutip Antara.
 
Hakim Tri dilaporkan meninggal dunia di dalam mobil pribadinya jenis Honda Jazz hitam B 1454 EB yang terparkir di basemen Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa pukul 15.00 WIB.
 
Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur Sumino mengatakan almarhum memiliki riwayat penyakit jantung yang diderita sejak sebulan terakhir.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jhonny G. Plate paparkan unicorn di forum diskusi di Swiss
Kamis, 23 Januari 2020 - 19:28 WIB
Diskusi semipanel dengan tema Spotlight On Indonesia Unicorns And Digital Economy Advancement: The B...
Peringatan dini cuaca Jawa Barat siang hingga sore 
Kamis, 23 Januari 2020 - 13:57 WIB
Hujan berpotensi mengguyur wilayah Jawa Barat pada Kamis (23/1) siang hingga sore.
23 Januari 1950: Sadisnya kudeta APRA
Kamis, 23 Januari 2020 - 06:45 WIB
Pada tanggal 23 Januari 1950 atau tepat 70 tahun lalu, di bawah komando Raymond Pierre Paul Westerli...
Bermain di lubang bekas galian C, 4 anak di Kudus tewas tenggelam
Rabu, 22 Januari 2020 - 21:54 WIB
Sebanyak empat anak bernama David Raditya (13), M Faruq Ilham (13), M Jihar Gifri (13) dan Habib Ros...
Satpam mitra utama Polri  
Rabu, 22 Januari 2020 - 16:47 WIB
Kepolisian Resor Langkat, Sumatera Utara melaksanakan apel khusus dalam rangka memperingati hari kel...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek. BMKG: Potensi hujan sore hingga malam
Rabu, 22 Januari 2020 - 16:26 WIB
Wilayah Jabodetabek masih berpotensi terjadi hujan pada Rabu (22/1) sore ini.
22 Januari 2018: `Box Girder` LRT Utan Kayu runtuh
Rabu, 22 Januari 2020 - 06:40 WIB
Salah satu bagian box girder light rail transit (LRT) yang tengah dipasang di Kayu Putih Raya, RW 16...
185 KK warga RW 11 Tamansari desak Pemkot Bandung segera bangun rumah deret
Selasa, 21 Januari 2020 - 20:34 WIB
Sebanyak 185 Kepala Keluarga (KK) di RW 11 Kelurahan Tamansari yang setuju dengan program rumah dere...
Kapolresta Bandung minta personel tingkatkan sinergitas dengan semua komponen
Selasa, 21 Januari 2020 - 15:37 WIB
Kapolresta Bandung Kombes Pol. Hendra Kurniawan, S.I.K pagi tadi melaksanakan kunjungan kerja ke Pol...
21 Januari 1985: Bom hancurkan sembilan stupa Borobudur
Selasa, 21 Januari 2020 - 06:09 WIB
Pada Senin 21 Januari 1985, masyarakat Indonesia dikejutkan rentetan bom yang meledak di Candi Borob...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV