INDEF: KUMKM sebagai `juru selamat` perekonomian nasional
Elshinta
Rabu, 27 November 2019 - 09:48 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
INDEF: KUMKM sebagai `juru selamat` perekonomian nasional
Sumber foto: https://bit.ly/2DjbUPx

Elshinta.com - Peran pemerintah dinilai vital untuk bisa menjadikan KUMKM (Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah) sebagai mainstream perekonomian Indonesia.

Tak hanya sekedar jadi regulator, motivator, fasilitator atau marketing, namun dibutuhkan campur tangan yang lebih dari pemerintah membuat KUMKM sebagai juru selamat perekonomian  nasional,"  ujar Direktur Eksekutif  INDEF (Institute for Development for Economics and Finance, Taufik Achmad, usai bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Selasa.

"Kami dari INDEF dan pak Menteri mendiskusikan berbagai hal terkait koperasi dan UMKM mulai dari kelembagaan, SDM,  pendanaan, bagaimana membuat mainstream dilingkup kemenkop jalan dan implementatif, " kata Taufik Achmad seperti diinformasikan laman resmi Kemenkop.

Dari pembicaraan itu kedua pihak sepakat, KUMKM harus jadi bagian dari siklus perekonomian dunia sehingga mau tak mau KUMKM harus naik kelas, go digital dan memprioritaskan usaha-usaha yang menjanjikan misalnya industri kerajinan bambu atau alat pertanian.

Contoh UMKM India

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira menambahkan, Indonesia bisa belajar dari UMKM India maupun China yang mampu menjadi basis perekonomian negara masing-masing.

Disaat perang dagang yang terjadi antar AS dan China sehingga mempengaruhi situasi ekonomi global menjadi tidak stabil, beberapa negara malah mendapat keuntungan. 

"India itu luar biasa ada perang dagang dia happy, karena ada relokasi peran jasa dan produksi China ke India," jelasnya.

Bagi Indonesia, adanya perang dagang tersebut sebenarnya tidak terlalu berpengaruh karena ekonomi Indonesia saat lebih ditopang oleh konsumsi rumah tangga, dimana  57% pertumbuhan ekonominya ditunjang konsumsi rumah tangga," tuturnya.

Menurutnya, situasi perang dagang sebenarnya bisa dimanfaatkan Indonesia. Sektor industri yang dinilai terdampak adanya perang dagang ternyata kalau dilihat tiap-tiap segmennya justru ada yang mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hal itu justru terjadi pada segmen-segmen yang bisa digarap UMKM.

"UMKM produksi sarung tangan di Bandung, misalnya, mengalami kenaikan sampai 200% sejak perang dagang. Itu karena pemain golf di AS mengalihkan pada sarung tangan Indonesia yang biaya masuknya lebih murah," katanya.

Begitu pula dengan segmen produksi pakaian yang menurutnya terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pakaian pada 2018 mengalami peningkatan 19% dan trennya terus meningkat dari tahun ke tahun.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumlah warung tradisional capai 3,5 juta, Teten: Tantangan warung itu besar, harus mulai serba pintar
Senin, 16 Desember 2019 - 15:16 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan warung tradisional yang kini jumlahnya 3,5 juta wa...
Jurus Teten untuk pengarusutamaan UMKM dalam ekonomi nasional
Rabu, 11 Desember 2019 - 09:59 WIB
Kementerian Koperasi dan UKM menyusun Strategi Pemberdayaan UMKM dalam lima tahun ke depan. Strategi...
Teten minta daerah fokus kembangkan produk unggulan
Senin, 09 Desember 2019 - 11:30 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, setiap daerah harus fokus dalam mengembangkan pro...
Pemuda ini buka peluang usaha kuliner dari keripik pisang
Senin, 02 Desember 2019 - 08:39 WIB
Pisang adalah salah satu jenis buah kaya akan kandungan Vitamin C, Vitamin B6, magnesium serta kalor...
INDEF: KUMKM sebagai `juru selamat` perekonomian nasional
Rabu, 27 November 2019 - 09:48 WIB
Peran pemerintah dinilai vital untuk bisa menjadikan KUMKM (Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah)...
Suku bunga KUR turun, diharapkan dorong pertumbuhan koperasi dan UMKM
Jumat, 15 November 2019 - 09:09 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meyakini keputusan Pemerintah untuk menurunkan suku bunga Kre...
Dongkrak daya saing, Kemenperin fokus berikan KUR ke IKM penghasil substitusi impor
Kamis, 14 November 2019 - 12:58 WIB
Kementerian Perindustrian akan terus memfasilitasi lebih banyak program Kredit Usaha Rakyat (KUR) ya...
Peluang di era disrupsi, ini tiga jurus Teten gairahkan UKM dan koperasi
Senin, 11 November 2019 - 10:25 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan di era disrupsi sebenarnya bisa menjadi peluang un...
Melihat potensi industri refraktori yang dipacu Kemenperin
Senin, 11 November 2019 - 09:31 WIB
Salah satu subsektor yang sedang dipacu, yakni industri refraktori. Hasil produknya digunakan sebaga...
Bisnis online gagal terus, apa harus ganti bisnis saja? Tenang dulu, ini jawabannya!
Kamis, 07 November 2019 - 11:37 WIB
Bisnis online boleh saja semarak. Banyak pelaku usaha yang sukses tapi tidak sedikit pula yang tidak...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV