Menikmati keindahan Gua Batu Hapu
Elshinta
Kamis, 28 November 2019 - 16:26 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Menikmati keindahan Gua Batu Hapu
Gua Batu Hapu. Foto: Syahri Ruslan/elshinta.com.

Elshinta.com - Tak hanya dikenal dengan pesona Pasar Terapungnya, ternyata Kalimantan Selatan juga memiliki pesona alam lainnya berupa gua alami yang terletak di Desa Batu Hapu, Kecamatan Hatungun, Tapin, Kalimantan Selatan. 

Batu Hapu masih menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan petualangan yang berburu spot-spot indah, karena gua ini dihiasi oleh stalagtit dan stalagmit di dalamnya.Terlebih asal usul terjadinya Gua Batu Hapu ini masih menjadi misteri dan mitos bagi masyarakat lokal setempat. 
Konon katanya, Gua Batu Hapu ini terbentuk dari pecahan kapal milik seorang anak durhaka kepada ibunya yang bernama Angui. Ia dikutuk oleh ibu kandungnya, Nini Kudampai, seorang janda miskin.  Kisahnya hampir sama dengan cerita legenda Malin Kundang, Angui yang sukses pergi merantau dan berhasil mempersunting seorang putri raja bernama Keling enggan mengakui ibu kandungnya ketika kembali ke kampung halaman. Sang Ibu akhirnya murka dan kemudian mengutuk anaknya menjadi batu yang kini menjadi Gua Batu Hapu.

Namun dibalik kisah misterinya tersebut, keindahan Gua Batu Hapu tetap menarik untuk ditelusuri setiap jengkal keindahannya. Berada di tengah-tengah pegunungan menjadikan suasana di sekitar gua terasa sejuk dan teduh. Inilah yang menjadi kekuatan bagi gua yang harus ditempuh berjalan kaki menaiki puluhan anak tangga untuk dapat sampai menuju lokasi utama gua yang berada di tengah-tengah bukit.

Meskipun lokasinya berjarak 43 km dari Kota Rantau dan 154 km dari Kota Banjarmasin, namun ia tetap menjadi destinasi wisata yang sayang untuk dilewatkan ketika berkunjung ke Bumi Pangeran Antasari, Kalimantan Selatan.

Kesan pertama memasuki gua ini pengunjung seperti di bawa ke peradaban masa lalu. Penjelajahan awal di mulut gua disambut dengan bebatuan runcing yang mampu menciptakan sebuah suasana yang berbeda dari yang lain Sedikit menyeramkan karena gelap, namun ketika sinar matahari mulai masuk menyinari kegelapan gua ini barulah pengunjung dibuat takjub dengan hiasan stalagmit dan stalagtit di dalam. Hal inilah yang menjadi alasan kuat mengapa banyak dari pelancong ingin sekali datang serta merasakan secara langsung keindahan yang ditawarkan oleh Gua Batu Hapu. Seperti halnya Delegasi wisata Eropa yang jauh-jauh datang sekedar berburu foto ekslusif dibalik keindahan tersembunyi ini.

“Saya langsung disambut dengan udara yang sangat sejuk sekali karena berada di daerah pegunungan. Is wonderfull keindahan perut bumi ini akan membawa kita layaknya seorang penjelajah di Tomb Rider atau bahkan Indiana Jones. Batu Hapu harus tetap dijaga keindahannya, sebab ini termasuk keindahan perut bumi ini betul-betul asli dan bagus juga untuk bahan penelitian ahli geologi,“ ungkap Danis, salah satu anggota delegasi wisata Eropa, asal Rusia kepada Kontributor Elshinta, Syahri Ruslan.

Danis sendiri mengungkapkan kekagumannya terhadap salah satu wisata lama yang masih menyimpan pesona alam penuh petualangan. Goa Batu Hapu merupakan sebuah goa karst yang luas dengan mulut goa yang besar. Sejumlah wisatawan Belanda seperti Andrew dan Sharon Reyes, mengaku takjud melihat dari dekat susunan batu kapur berbentuk kerucut yang berdiri tegak di lantai gua dan batangan kapur yang terdapat pada langit-langit goa dengan ujung meruncing ke bawah yang terbentuk secara alami sungguh memukau. Dari langit-langit goa yang berlubang ini, cahaya matahari menembus masuk, menjadi spot foto menarik.

“Batu Hapu menawarkan sesuatu banget. Kami serasa seperti masuk ke dalam ruangan megah zaman purba. Wisata seperti ini harus dikelola dengan baik dan memberdayakan masyarakat. Ini akan kami infokan ke Eropa bahwa ternyata Kalimantan Selatan itu masih menyimpan keindahan lewat wisata petualangan selain Pasar Terapung dan Loksado,” terang Sharon Reyes, salah satu owner tv swasta Belanda, yang ikut petualangan menjelajah Gua Batu Hapu.

Meskipun mendapat apresiasi wisatawan, sayangnya satu hal yang mengurangi keindahan dari gua ini yakni sejumlah vandalisme terdapat di beberapa batu dan fasilitas.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menparekraf sambut Danau Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark
Minggu, 12 Juli 2020 - 19:28 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/KaBa...
Pemkab Gunung Kidul kembali uji coba pembukaan enam objek wisata
Minggu, 12 Juli 2020 - 11:11 WIB
Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali melakukan uji coba pembukaan ...
12 Juli 1975, Monas resmi dibuka untuk umum 
Minggu, 12 Juli 2020 - 08:30 WIB
Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan ...
Sumbar tetap gelar Peduli Wisata Award Sumbar 2020
Sabtu, 11 Juli 2020 - 13:57 WIB
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tetap akan memberikan penghargaan Peduli Wisata Award (PWA) Sumat...
Sumbar susun trik agar wisatawan tinggal lebih lama
Sabtu, 11 Juli 2020 - 13:18 WIB
Dinas Pariwisata Sumatera Barat menyusun trik untuk menahan wisatawan agar mau tinggal lebih lama di...
 DPRD Kabupaten Bandung fokus dalam pengembangan wisata
Kamis, 09 Juli 2020 - 20:56 WIB
Di kawasan hutan belantara tepatnya kawasan destinasi Nyampay, reses Ketua DPRD Kabupaten Bandung H...
Akses wisatawan ke Kepulauan Seribu akan diperketat
Rabu, 08 Juli 2020 - 20:35 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu terus memperketat pengawasan wilayah, terutama akses ...
Jateng kucurkan Rp14 miliar untuk perbaiki jalur evakuasi Merapi
Rabu, 08 Juli 2020 - 19:35 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucurkan dana bantuan Rp14 miliar untuk memperbaiki jalur evakuas...
Kemenparekraf sosialisasi protokol kesehatan demi tingkatkan kepercayaan wisatawan
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:48 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Bapar...
Sudah punya rencana untuk travelling di `new normal`? Ini pesan untuk traveller
Senin, 06 Juli 2020 - 10:10 WIB
Pada masa adaptasi kebiasaan baru untuk masyarakat yang produktif dan aman COVID-19, beragam sektor ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV