Waspada, rokok bisa picu mata bayi katarak
Elshinta
Kamis, 28 November 2019 - 16:42 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Waspada, rokok bisa picu mata bayi katarak
Sumber foto: Ist

Elshinta.com - Bagi Anda perokok aktif hendaknya saat ini mulai waspada karena aktivitas menghisap tembakau itu bisa memicu kebutaan dan katarak pada bayi kesayangan.

Katarak umumnya disebabkan oleh radikal bebas, salah satunya diperoleh dari paparan asap rokok setiap hari. Inilah yang membuat Anda harus menjauh dari lingkungan para perokok, karena begitu jahatnya asap rokok bagi kesehatan mata. Karenanya, asap rokok menimbulkan radikal bebas yang menyebabkan Anda mendapat risikonya. 

Demikian dikatakan Spesialis Mata, dr Rien Widyasari, Spm pada acara Media Gathering Klinik Mata Nusantara (KMN) di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (28/11) dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com

Untuk itu hindari dari asap rokok, selain itu hidup di negara tropis seperti Indonesia bisa juga terkena katarak. Tinggal di negara tropis seperti Indonesia, membuat kita  sering terpapar sinar matahari. Ada hal yang harus diwaspadai dengan dampaknya, salah satunya yakni memicu katarak.

Saat ini, katarak menjadi penyebab utama kebutaan di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Secara definisi, katarak adalah proses terjadinya kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan fungsi penglihatan. Setiap tahun dilaporkan adanya peningkatan jumlah kasus katarak yang tidak sesuai dengan jumlah operasi katarak yang dilakukan. Akibatnya terjadi penumpukan dalam program eliminasi katarak nasional di Indonesia.

Spesialis Mata dr Rien Widyasari, SpM menjelaskan, pemicu terjadinya katarak sangat beragam. Dari kehidupan sehari-hari misalnya, katarak bisa muncul sebagai akibat dari paparan sinar matahari pada mata.

"Berdasarkan penelitian orang yang sering terpapar sinar matahari secara berlebihan akan mudah terkena risiko katarak. Orang yang hidup dipinggir pantai angka kejadian katarak lebih tinggi daripada yang tidak," ucap Dokter Rien 

Untuk mencegahnya Anda harus memperbanyak konsumsi makanan kaya antioksidan. Semua ini ada di dalam sayuran dan buah-buahan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Melalui `Gowes Bersama`, Kapolresta Bandung gaungkan pola hidup sehat 
Jumat, 17 Januari 2020 - 19:16 WIB
Seperti istilah Men Sana In Corpore Sano yang berarti di dalam raga yang sehat terdapat raga yang ku...
Bupati Langkat ajak <i>stakeholder</i> cegah stunting
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:36 WIB
Bupati Langkat, Sumatera Utara, mengajak keterlibatan semua pemangku kepentingan (stakeholder) di Ka...
Perlu diluruskan, Kemenkes: Ada pemahaman yang salah soal rokok elektronik
Kamis, 16 Januari 2020 - 10:06 WIB
Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan, Alexander K Ginting menga...
Khasiat jamur untuk penderita diabetes
Selasa, 14 Januari 2020 - 09:16 WIB
Jamur rendah kalori sehingga bisa menjadi pilihan menu makanan atau bahkan camilan sehat para penyan...
Terpapar polusi udara berisiko kena skizofrenia
Minggu, 12 Januari 2020 - 08:29 WIB
Polusi udara mempengaruhi kesehatan fisik dan hasil penelitian dalam jurnal JAMA Network Open menyim...
Menkes minta warga Indonesia waspada penyakit pneumonia berat di Tiongkok
Sabtu, 11 Januari 2020 - 13:39 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta warga Indonesia untuk waspada terhadap penyakit pneu...
Antisipasi peredaran narkoba, Polsek Medan Timur dirikan `Posko Sumut Bersih Narkoba`
Kamis, 09 Januari 2020 - 20:34 WIB
Polsek Medan Timur Polrestabes Medan mendirikan Posko Sumut Bersih Narkoba (Bersinar) di kawasan Lin...
Kemenkes selidiki kemungkinan kasus pneumonia berat di Indonesia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:59 WIB
Kementerian Kesehatan berupaya untuk menyelidiki dan meneliti kemungkinan adanya kasus baru pnemuoni...
Kemenkes: Masyarakat tidak perlu panik kasus Pneumonia berat di Tiongkok
Rabu, 08 Januari 2020 - 08:59 WIB
Kementerian Kesehatan mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik dengan adanya kasus baru terkait p...
 Yuk, cegah kanker dengan berolahraga
Selasa, 07 Januari 2020 - 13:47 WIB
Olahraga dapat mengurangi kemungkinan Anda terkena salah satu dari tujuh jenis kanker dan sebuah stu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV