Penyidik Kejari temukan indikasi korupsi di BP2RD Tanjungpinang
Elshinta
Jumat, 29 November 2019 - 11:35 WIB |
Penyidik Kejari temukan indikasi korupsi di BP2RD Tanjungpinang
Kepala Kejari Tanjungpinang Ahelya Abustam. Sumber Foto: https://bit.ly/34xm4YL

Elshinta.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menemukan indikasi korupsi pada kasus dugaan penggelapan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Tanjungpinang.

Kepala Kejari Tanjungpinang Ahelya Abustam, di Tanjungpinang, Jumat, menyatakan pihaknya telah mengambil kesimpulan untuk menaikkan dugaan kasus itu ke tahap penyidikan Tindak Pidana Khusus (Pidsus), setelah ditemukan adanya perbuatan melawan hukum tersebut. "Ini pidana khusus, jadi bisa dikatakan dugaan korupsi," katanya.

Ditanya berapa nominal kerugian negara atas dugaan kasus ini. Ahelya menegaskan penyidik kejaksaan masih menghitung nilai kerugiannya.

Dia pun tidak mengungkapkan siapa yang akan menjadi tersangka dalam perkara tersebut, karena masih dalam tahap penyidikan. "Yang pasti ada kerugian materi dan tersangka dalam kasus ini. Nanti akan kita umumkan," ucapnya, dikutip Antara.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjungpinang Rizky Rahmatullah mengatakan sampai sejauh ini sudah ada 11 saksi yang diperiksa guna mendalami dugaan kasus tersebut.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan saksi lainnya yang ikut diperiksa. “Nanti perkembangan penanganan dugaan kasus penggelapan pajak ini akan disampaikan oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus,” tuturnya.

Kasus ini mencuat ke publik setelah Kejari Tanjungpinang menerbitkan Surat Perintah (Sprint) pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait adanya dugaan penggelapan pajak BPHTB senilai Rp1,3 miliar yang diduga digelapkan oleh oknum ASN berinisial Y dan D selama tahun 2019. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Simpang siur keberadaan Harun Masiku, Kemenkumham bentuk tim gabungan
Jumat, 24 Januari 2020 - 18:11 WIB
Kementerian Hukum dan HAM membentuk tim gabungan yang akan menelusuri dan mengungkap fakta-fakta soa...
Moeldoko harap seluruh pihak tak bangun persepsi terkait Jiwasraya
Jumat, 24 Januari 2020 - 17:44 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta seluruh pihak tidak membangun persepsi halusinasi dengan m...
LPSK nilai vonis anak pembunuh begal sudah tepat
Jumat, 24 Januari 2020 - 15:36 WIB
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menilai vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan ...
Divonis satu tahun, Orang tua Ze terima putusan hakim
Jumat, 24 Januari 2020 - 12:28 WIB
Sudarto ayah Ze, 18 tahun pelajar yang divonis 1 tahun hukuman pembinaan di LKSA Darul Atom, Wajak K...
Imigrasi lakukan pendalaman keberadaan Harun Masiku 
Jumat, 24 Januari 2020 - 09:48 WIB
Keberadaan Harun Masiku (HM), tersangka penyuap eks komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Se...
 Saksi: Wawan tak berwenang rotasi pejabat 
Jumat, 24 Januari 2020 - 06:08 WIB
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang, Banten, Iskandar menyebut bos PT Bali Pacific Pragama Tuba...
Koalisi lapor ke KPK dugaan merintangi penyidikan oleh Yasonna Laoly 
Kamis, 23 Januari 2020 - 20:43 WIB
Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan `o...
Pelajar bunuh pelaku begal divonis 1 tahun hukuman pembinaan
Kamis, 23 Januari 2020 - 16:08 WIB
 Za (18), pelajar salah satu sekolah menengah atas di wilayah Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa T...
Kinerja Kejaksaan Agung dongkrak kepercayaan masyarakat
Kamis, 23 Januari 2020 - 13:48 WIB
Pengamat politik dan Direktur IndoStrategi Arif Nurul Imam menilai, kinerja Kejaksaan Agung dibawah ...
PN Medan hukum mati lima kurir sabu-sabu 56 kg
Kamis, 23 Januari 2020 - 08:58 WIB
Lima terdakwa kurir narkotika diyakini terbukti membawa seberat 56 kg narkoba jenis sabu-sabu masing...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV