Presiden: Eselon III dan IV ditiadakan agar pengambilan keputusan lebih cepat  
Elshinta
Jumat, 29 November 2019 - 13:26 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Presiden: Eselon III dan IV ditiadakan agar pengambilan keputusan lebih cepat  
Staf Ahli Mensesneg bidang Politik, Pertahanan dan Keamanan, Gogor Oko Nurhayoko, menjadi Inspektur pada Upacara Peringaan HUT ke-48 Korpri Kemensetneg dan Setkab, di halaman Kemensetneg, Jakarta, Jumat (29/11) pagi. Sumber foto: https://bit.ly/2XTUin0

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo mengajak seluruh anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) mengambil jalan perubahan dan melakukan reformasi secara berkelanjutan, dalam menghadapi perubahan di dunia yang sangat cepat ini. 

“Tidak ada lagi pola pikir lama. Tidak ada lagi kerja linier. Dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja cepat beradaptasi dengan perubahan,” kata Presiden Jokowi dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Mensesneg Bidang Politik, Pertahanan dan Keamanan, Gogor Oko Nurhayoko, pada Upacara Peringaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Korpri Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet, Jumat (29/11) pagi. 

Menurut Presiden Jokowi, birokrasi harus berubah. "Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja cepat beradaptasi dengan perubahan," ucapnya. 

Untuk itu, Presiden mengajak seluruh anggota Korpri untuk terus menerus bergerak mencari terobosan dan terus menerus melakukan inovasi. 

“Pelayanan yang ruwet, yang berbelit-belit, dan yang menyulitkan rakyat, harus kita pangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi,” tegas Presiden Jokowi, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab

Pemangkasan Eselon III dan IV 

Presiden Jokowi menegaskan, orientasi birokrasi harus betul-betul berubah, bukan lagi berorientasi pada prosedur, tapi lebih berorientasi pada hasil nyata. Panjangnya rantai pengambilan keputusan juga harus bisa dipotong, dipercepat dengan penerapan teknologi. 

“Bahkan saya sudah minta eselon III dan IV untuk ditiadakan, sehingga pengambil keputusan bisa lebih cepat,” ungkap Presiden seraya menambahkan, "Hal yang pahit harus dilakukan karena di era persaingan antarnegara yang semakin sengit seperti saat ini, jika kita lambat, kita pasti tertinggal". 

“Karena itu ukurannya adalah bukan lebih baik dari sebelumnya, tapi lebih baik dari negara lain yang menjadi saingan kita,” sambung Presiden. 

Presiden juga menyampaikan, "Kita harus mengurangi kegiatan seremonial yang sifatnya rutinitas dan lebih meningkatkan produktivitas serta berorientasi pada hasil".

Presiden Jokowi mengingatkan, tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik, serta program-program pembangunan betul-betul terdelivered, dirasakan manfaatnya oleh rakyat. 

“Sekadar melayani saja sudah tidak cukup, pelayanan yang diberikan harus baik dan diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan,” tutur Presiden. 

Dengan kemajuan teknologi, lanjut Presiden, cara kerja birokrasi juga harus berubah. Inovasi teknologi harus bisa mempermudah,  bukan mempersulit pekerjaan. 

“Kemajuan teknologi adalah instrumen untuk mempercepat penyelesaian masalah. Masalah saat ini harus kita selesaikan dengan smart shortcut yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih memberikan dampak yang luas,” kata Presiden Jokowi. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Cirebon akan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru
Sabtu, 30 Mei 2020 - 21:41 WIB
Kota Cirebon, Jawa Barat akan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang rencananya diberlakukan ...
Kota Malang masuk masa transisi `new normal`
Sabtu, 30 Mei 2020 - 21:28 WIB
Setelah masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Malang berakhir hari ini, mak...
Pangdam Hasanuddin terima bantuan Almatkes COVID-19 dari Sekjen Kemhan
Sabtu, 30 Mei 2020 - 21:12 WIB
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka menerima bantuan Almatkes COVID-19 secara simbo...
Gugus Tugas: 11 indikator kesehatan daerah bisa beraktivitas semula
Sabtu, 30 Mei 2020 - 20:39 WIB
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan terdapat...
Anggota KKB dari Yambi nyatakan kembali ke NKRI
Sabtu, 30 Mei 2020 - 20:27 WIB
Cari Jalan Telenggen, salah satu anggota anggota KKB Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, menyatakan kembal...
Mal di Bandung tidak termasuk yang dilonggarkan saat PSBB proporsional
Sabtu, 30 Mei 2020 - 20:14 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menyatakan pusat perbelanjaan atau mal tidak ter...
Anggota DPR: Pastikan protokol kesehatan ketat di pasar tradisional
Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:40 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meminta Kementerian Perdagangan (Kemenda...
Banyumas terjunkan tim pemburu pengendara yang tidak memakai masker
Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:28 WIB
Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menerjunkan tim pemburu untuk mengejar pengendara kendar...
Pasien positif COVID-19 yang sembuh di NTT bertambah
Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:15 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Dominikus Minggu Mere mengatakan ada satu pasien...
Jusuf Kalla perkirakan normal baru berlangsung tiga tahun
Sabtu, 30 Mei 2020 - 18:51 WIB
Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12 Muhammad Jusuf Kalla memperkirakan pelaksanaan kebijakan norma...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV