MemoRI 02 Desember
2 Desember 2016: Aksi super damai tuntut `Ahok` Basuki Tjahaja Purnama 
Elshinta
Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
2 Desember 2016: Aksi super damai tuntut `Ahok` Basuki Tjahaja Purnama 
Aksi Damai 212 di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat 2 Desember 2016. Sumber foto: https://bit.ly/2D1I3Lg

Elshinta.com - 2 Desember 2016, massa dari sejumlah daerah mendatangi kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat. Mereka menamakan diri sebagai Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI). 

Kegiatan yang disebut sebagai Aksi Damai Bela Islam jilid III itu diisi dengan Salat Jumat, doa, dan zikir bersama. Aksi dilakukan untuk memprotes pernyataan Ahok yang dinilai menghina ayat Alquran ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Gelombang unjuk rasa bermula dari pidato Ahok yang disampaikan kepada masyarakat Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016. Ahok menyinggung Surat di dalam Alquran, Al-Maidah ayat 51 tentang pedoman memilih pemimpin.

Tercatat sudah tiga kali sejumlah orang menyerukan protes dengan jalan turun ke jalan. Aksi pertama dimulai pada 18 Oktober 2016. Kala itu, sejumlah ormas memilih menyerukan suara mereka di daerahnya masing-masing.

Aksi susulan kembali dilakukan pada 4 November. Saat itu, diputuskan Ibu Kota Jakarta menjadi fokus aksi. Massa datang dari berbagai daerah menuntut Ahok diproses hukum hingga diadili.

Sayangnya, pada demo 4 November berujung ricuh. Massa mengamuk karena tidak bisa menemui Presiden Joko Widodo yang sedang berada di luar Istana.

Massa yang hadir sejak usai Salat Jumat memutuskan bertahan hingga malam hari. Ricuh pecah saat massa terlibat bentrok dengan petugas keamanan.

Saat itu malam mulai larut, terdengar tembakan gas air mata yang dipakai untuk memukul mundur pendemo. Bukannya mereda, sejumlah orang yang berada di barisan pendemo makin beringas membalas dengan melemparkan batu dan melakukan pembakar.

Sejumlah orang sempat diamankan. Setelah kemudian akhirnya dibebaskan.

Melihat aksi saat itu, semua pihak memastikan proses hukum terhadap Ahok benar-benar ditindaklanjuti dengan serius. Ahok pun ditetapkan sebagai tersangka, namun tak dilakukan penahanan.

Sebagai bentuk pengawalan terhadap kasus tersebut, maka aksi serupa kembali dilakukan 2 Desember 2016. Massa dari sejumlah daerah mendatangi kawasan Silang Monas.

Massa dari beberapa ormas Islam yang menamakan diri sebagai GNPF MUI (sekarang GNPF Ulama) itu menjanjikan aksi akan berjalan tertib bahkan super damai.

Janji ditepati, massa yang diperkirakan mencapai jutaan orang datang ke kawasan Silang Monas Jakarta, dari berbagai penjuru daerah. Meski berseru agar kasus menistakan agama dikawal sampai tuntas, tidak ada reaksi kemarahan.

Massa memilih berdoa dan berzikir untuk keselamatan bangsa. Kemudian, dilanjutkan dengan Salat Jumat berjemaah.

Tak disangka, padatnya massa membuat saf Salat Jumat melebur sampai ke jalan. Kawasan Monas disesaki jemaah, pemandangan serupa juga terlihat di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga mendekati Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Dalam kasus penodaan agama ini, Ahok akhirnya dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama karena pernyataan soal Surat Al-Maidah 51. Dalam putusan sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa 9 Mei 2019, Ahok divonis selama dua tahun penjara. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kapolresta Bandung minta personel tingkatkan sinergitas dengan semua komponen
Selasa, 21 Januari 2020 - 15:37 WIB
Kapolresta Bandung Kombes Pol. Hendra Kurniawan, S.I.K pagi tadi melaksanakan kunjungan kerja ke Pol...
21 Januari 1985: Bom hancurkan sembilan stupa Borobudur
Selasa, 21 Januari 2020 - 06:09 WIB
Pada Senin 21 Januari 1985, masyarakat Indonesia dikejutkan rentetan bom yang meledak di Candi Borob...
Terlilit utang, pedagang cilok nekat gantung diri
Senin, 20 Januari 2020 - 21:54 WIB
Terlilit utang, seorang pedagang cilok, SS (38), warga Kampung Legokwaru RT 03/02, Desa Legoksari, K...
Menteri KKP perkenalkan Penasihat Menteri dan Komisi Pemangku Kepentingan 
Senin, 20 Januari 2020 - 20:42 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memperkenalkan 22 pejabat baru di lingkungan kementerian...
 PWI Aceh Tengah kecam pengeroyokan wartawan Antara di Meulaboh
Senin, 20 Januari 2020 - 20:34 WIB
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Tengah mengecam keras aksi pengeroyokan oleh sekel...
Website PN Kepanjen, Malang kena retas
Senin, 20 Januari 2020 - 20:22 WIB
Website Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur direntas oleh orang yang tidak ber...
Hujan berpotensi guyur Jabar sore hingga malam hari nanti
Senin, 20 Januari 2020 - 17:14 WIB
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi mengguyur wilayah Jawa Barat, Senin (20...
Jembatan Ciherang penghubung dua kecamatan di Majalengka ambruk
Senin, 20 Januari 2020 - 15:55 WIB
Jembatan Ciherang Desa Jayi, Kecamatan Sukahaji yang menghubungkan Desa Jayi dengan Desa Cisetu Ke...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek siang hingga sore 
Senin, 20 Januari 2020 - 14:36 WIB
Wilayah Jabodetabek berpotensi diguyur hujan pada Senin (20/1).
20 Januari 2019: Bus bawa rombongan wisata terbalik di Bengkulu, satu tewas
Senin, 20 Januari 2020 - 09:30 WIB
Bus rombongan wisatawan dari Kabupaten Musirawas, Sumatra Selatan, terbalik di Jalan Lintas, Curup, ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV