Dua keluarga Uzbekistan tewas dalam kecelakaan pesawat di Kanada
Elshinta
Sabtu, 30 November 2019 - 12:29 WIB |
Dua keluarga Uzbekistan tewas dalam kecelakaan pesawat di Kanada
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/34JAQvX

Elshinta.com - Dua keluarga asal Uzbekistan tewas awal pekan ini ketika pesawat yang mereka tumpangi jatuh di daerah hutan di pinggiran Kingston, Ontario, menewaskan semua tujuh orang yang berada di pesawat tersebut, menurut duta besar Uzbekistan di Twitter pada Jumat.

"Begitu menyedihkan kecelakaan pesawat di Kingston," cuit Duta Besar Javlon Vakhabov, menambahkan bahwa peristiwa itu menewaskan tiga bocah yang masing-masing berusia 3, 11 dan 15 tahun.

Vakhabov mengatakan kedutaan besar masih berkoordinasi dengan Kepolisian Kingston dan kantor pemeriksa jenazah. Pada Rabu Kepolisian Kingston menyebutkan bahwa tujuh orang di dalam pesawat Piper PA-32 tewas ketika pesawat tersebut jatuh pada malam itu. Dewan Keselamatan Transpoortasi Kanada mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk menyelidiki kecelakaan tersebut.

Keluarga itu berasal dari Houston dan menjadi bagian penting dari komunitas Uzbekistan di kota tersebut, tutur seorang rekan Askarali Karimov. Menurutnya, pesawat itu milik Otabek Oblakulov (37) yang sedang terbang bersama dengan istri dan ketiga anaknya serta saudara kandung dan iparnya. "Murah hati, tegar, bahagia - inilah keluarga yang dapat anda andalkan," kata Karimov, dihimpun Antara.

"Kami semua merasa hancur."

Oblakulov merupakan pilot berlisensi dengan ribuan jam terbang, kata Karimov.

"Ia tidak akan pernah, pernah, pernah membahayakan nyawa keluarganya." (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wabah COVID-19 memburuk, AS batasi perjalanan dari Brazil
Senin, 25 Mei 2020 - 15:49 WIB
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan pada Minggu (24/5) bahwa pihaknya membatasi perjalanan da...
Remdesivir disetujui sebagai obat pasien corona
Minggu, 03 Mei 2020 - 13:27 WIB
Regulator Amerika Serikat pada Jumat (1/5) mengizinkan penggunaan darurat remdesivir sebagai obat un...
Sebagian besar petugas kesehatan AS terinfeksi corona di tempat kerja
Rabu, 15 April 2020 - 13:06 WIB
Lebih dari separuh petugas kesehatan AS terinfeksi dengan virus corona jenis baru saat melakukan kon...
Baku tembak antar gembong narkoba tewaskan 19 orang di Meksiko
Minggu, 05 April 2020 - 19:38 WIB
Baku tembak yang diduga terjadi antarpembunuh bayaran dari dua gembong narkoba di Negara Bagian Chih...
Trump: Minggu depan akan banyak yang meninggal di AS
Minggu, 05 April 2020 - 17:39 WIB
Presiden Donald Trump meminta masyarakat di Amerika Serikat bersiap-siap menghadapi lonjakan jumlah ...
Argentina perpanjang karantina untuk COVID-19 hingga pertengahan April
Senin, 30 Maret 2020 - 17:58 WIB
Argentina memperpanjang periode karantina nasional sampai pertengahan April sebagai upaya memperlamb...
Kanada larang orang dengan gejala COVID-19 gunakan pesawat atau kereta
Minggu, 29 Maret 2020 - 15:15 WIB
Kanada tidak akan mengizinkan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernafasan COVID-19 menggun...
Kasus corona membludak, korps militer AS siapkan 100 fasilitas
Sabtu, 28 Maret 2020 - 14:14 WIB
Korps Insinyur Angkatan Darat  sedang merencanakan untuk menyiapkan lebih dari 100 fasilitas di Ame...
Menteri perdagangan Brazil positif corona
Selasa, 17 Maret 2020 - 10:08 WIB
Menteri Perdagangan Luar Negeri Brazil Marcos Troyjo telah menjalani tes corona dan dinyatakan posit...
Untuk pertama kalinya pelaut AS dari kapal perang terinfeksi corona
Senin, 16 Maret 2020 - 10:55 WIB
Salah satu pelaut Amerika Serikat yang bertugas di atas  kapal perang terbukti positif virus corona...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV