Peneliti nilai peningkatan prevalensi perokok anak akibat paparan iklan
Elshinta
Sabtu, 30 November 2019 - 17:29 WIB |
Peneliti nilai peningkatan prevalensi perokok anak akibat paparan iklan
Sumber foto: https://bit.ly/33zyMFp

Elshinta.com - Peneliti Tobacco Control Support Center-Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC IAKMI), Ridhwan Fauzi mengatakan peningkatan prevalensi perokok anak diduga karena paparan iklan rokok yang masif di berbagai media.

"Beberapa penelitian yang pernah dilakukan memang menemukan hubungan sebab akibat antara iklan, promosi, dan sponsor rokok dengan prevalensi perokok," kata Ridhwan dalam simposium di Denpasar, Sabtu (30/11).

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi perokok biasa pada penduduk usia 10 tahun hingga 18 tahun adalah 9,1 persen, meningkat bila dibandingkan 2013 yang ada pada angka 7,2 persen. Padahal, pemerintah Indonesia menargetkan penurunan prevalensi perokok anak.

Ridhwan mengatakan paparan iklan, promosi, dan sponsor rokok diterima secara berbeda antara kelompok yang berbeda. Pada usia anak dan remaja, iklan, promosi, dan sponsor rokok bisa mendorong mereka untuk mencoba-coba rokok.

"Sementara itu pada kelompok perokok yang ingin berhenti merokok, paparan iklan, promosi, dan sponsor rokok menurunkan motivasi mereka, sedangkan terhadap mantan perokok, iklan, promosi, sponsor rokok bisa mendorong mereka untuk kembali merokok," tuturnya, demikian Antara. (Fan)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Habib Syech: Islam itu sejuk, bukan membuat keributan
Rabu, 12 Agustus 2020 - 21:45 WIB
Tokoh agama Kota Surakarta Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf menegaskan Islam itu selalu membuat k...
Menag kecam intoleransi di Solo, minta jajarannya intensifkan dialog
Selasa, 11 Agustus 2020 - 11:48 WIB
Kasus kekerasan dan intoleransi kembali terjadi di Indonesia. Pada Sabtu (8/8) malam, ratusan warga ...
 Diwarnai protokol kesehatan, Jamasan Keris Kiai Cinthaka Sunan Kudus digelar
Kamis, 06 Agustus 2020 - 21:11 WIB
Prosesi penjamasan mencuci (pusaka) berupa keris Kiai Cinthaka Sunan Kudus yang berumur ratusan tahu...
Raja Galuh sesalkan pernyataan Menteri PMK
Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:26 WIB
Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi menyesalkan pernyata...
Tekad MS Kalang Juang revitalisasi seni Sunda yang punah
Rabu, 05 Agustus 2020 - 08:28 WIB
Hilangnya beberapa seni tradisonal Sunda mengundang keprihatian pelaku seni. Diantaranya Seni Pertun...
Protokol kesehatan diharapkan cepat berubah dari kebiasaan jadi kebudayaan
Rabu, 05 Agustus 2020 - 08:13 WIB
Pandemi COVID-19 menuntut masyarakat untuk menciptakan kebiasaan baru di tengah kehidupan. Kebiasaan...
Presiden salat Idul Adha di halaman Wisma Bayurini
Jumat, 31 Juli 2020 - 08:56 WIB
Presiden Joko Widodo, Ibu Negara Iriana Jokowi, dan putra bungsu mereka, Kaesang Pangarep, melaksana...
MUI: Pelaksanaan salat id harus pertimbangkan kondisi faktual
Kamis, 30 Juli 2020 - 08:55 WIB
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh mengatakan, pelaksanaan S...
Ingat protokol kesehatan, masyarakat diimbau tidak takbir keliling
Kamis, 30 Juli 2020 - 08:01 WIB
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat tidak menggelar takbir keliling pada malam Hari Raya Idul Adha...
Masyarakat diimbau Salat Idul Adha di rumah, terutama yang di zona merah COVID-19
Kamis, 30 Juli 2020 - 07:49 WIB
Polda Metro Jaya mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan Salat Idul Adha tahun ini di rumah d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV