Baku tembak polisi dan kartel narkoba di Meksiko tewaskan sedikitnya 14 orang
Elshinta
Minggu, 01 Desember 2019 - 17:29 WIB |
Baku tembak polisi dan kartel narkoba di Meksiko tewaskan sedikitnya 14 orang
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/37TcNfU

Elshinta.com - Setidaknya sepuluh orang yang diduga anggota kartel bersenjata dan empat anggota polisi tewas dalam baku tembak di Meksiko, di dekat perbatasan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (30/11) dini hari, beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyebut akan menandai komplotan sebagai teroris.

Dalam sebuah wawancara pada Selasa (26/11), Trump menyebut dia berencana menggolongkan kartel sebagai organisasi teroris, yang kemudian memicu munculnya anggapan bahwa langkah itu dilakukan sebagai pendahuluan dari upaya AS mengintervensi Meksiko. Pemerintah negara bagian Coahuila di bagian utara mengonfirmasi bahwa polisi bentrok dengan suatu kelompok bersenjata yang menaiki truk pikap di kota kecil Villa Union, sekitar 65 kilometer barat daya dari kota perbatasan Peidras Negras.

Gubernur Coahuila Miguel Angel Riquelme mengatakan bahwa aparat telah bertindak secara tegas untuk menangani para kaki tangan kartel di mana empat polisi menjadi korban tewas dan enam lainnya terluka, sementara beberapa orang menghilang termasuk mereka yang saat itu berada di kantor gubernur. Menurut Riquelme, dalam kontak tembak yang terjadi selama lebih dari satu jam itu, tiga dari sepuluh anggota kartel tewas tertembak oleh pasukan keamanan saat pengejaran.

Sebelumnya, sekitar tengah hari, suara tembakan mulai terdengar di luar Villa Union, di mana konvoi truk para anggota kartel bersenjata itu terlihat berkeliling kota, menurut klip video yang diunggah beberapa pengguna media sosial, meskipun Reuters belum dapat memastikan kebenaran video tersebut.

Dikutip Antara, Riquelme menambahkan bahwa pihak berwenang telah mengidentifikasi 14 kendaraan yang digunakan oleh komplotan tersebut, serta menyita lebih dari selusin senjata api. Dia meyakini bahwa komplotan yang dimaksud adalah anggota Kartel Timur Laut, yang menguasai wilayah Tamaulipas hingga ke bagian timur.

Tindak kekerasan komplotan terjadi setelah Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador pada Jumat (29/11) menyebut bahwa dia tidak akan menerima intervensi asing apapun di negaranya untuk menangani kekerasan kriminal para komplotan setelah komentar Trump. Hal itu kembali ditekankan oleh Riquelme yang mengatakan, "Saya rasa Meksiko tidak memerlukan intervensi. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi dan kerja sama. Kami yakin bahwa negara mempunyai daya untuk menangani para kriminal." (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Trump teken surat perintah terkait reformasi kepolisian
Rabu, 17 Juni 2020 - 13:47 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan surat perintah, Selasa (16/6), yang menurut dia a...
AS umumkan total 2.085.769 kasus COVID-19, dengan 115.644 kematian
Selasa, 16 Juni 2020 - 11:58 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit  (CDC) Amerika Serikat pada Senin (15/6) kembali mengumu...
Kasus COVID-19 di AS capai 2 juta, Biden kecam Trump
Jumat, 12 Juni 2020 - 11:51 WIB
Kandidat Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden mengecam penanganan pandemi COVID-19 oleh Presiden ...
Protes atas kekerasan polisi merebak lagi di Meksiko
Sabtu, 06 Juni 2020 - 13:49 WIB
Para pria dan wanita bermasker yang memprotes kekerasan yang dilakukan polisi, merusak gedung-gedung...
Kapal perang AS berlayar melalui Selat Taiwan pada hari Tiananmen
Jumat, 05 Juni 2020 - 14:36 WIB
Sebuah kapal perang Amerika Serikat berlayar melalui Selat Taiwan pada Kamis (4/6) hari yang sama de...
Autopsi independen membuktikan George Floyd tewas karena cekikan
Selasa, 02 Juni 2020 - 11:40 WIB
Dua dokter yang melakukan autopsi independen terhadap George Floyd, pria kulit hitam yang tewas dala...
AS ingin siagakan pasukan di Tunisia seiring aktivitas Rusia di Libya
Sabtu, 30 Mei 2020 - 16:49 WIB
Amerika Serikat (AS) berencana mengerahkan salah satu Brigade Bantuan Pasukan Keamanan di Tunisia, m...
Wabah COVID-19 memburuk, AS batasi perjalanan dari Brazil
Senin, 25 Mei 2020 - 15:49 WIB
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan pada Minggu (24/5) bahwa pihaknya membatasi perjalanan da...
Remdesivir disetujui sebagai obat pasien corona
Minggu, 03 Mei 2020 - 13:27 WIB
Regulator Amerika Serikat pada Jumat (1/5) mengizinkan penggunaan darurat remdesivir sebagai obat un...
Sebagian besar petugas kesehatan AS terinfeksi corona di tempat kerja
Rabu, 15 April 2020 - 13:06 WIB
Lebih dari separuh petugas kesehatan AS terinfeksi dengan virus corona jenis baru saat melakukan kon...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV