Pemuda ini buka peluang usaha kuliner dari keripik pisang
Elshinta
Senin, 02 Desember 2019 - 08:39 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Pemuda ini buka peluang usaha kuliner dari keripik pisang
Foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta

Elshinta.com - Pisang adalah salah satu jenis buah kaya akan kandungan Vitamin C, Vitamin B6, magnesium serta kalori. Buah pisang sangat disukai oleh semua lapisan masyarakat, baik dari kategori usia balita, orang dewasa hingga lansia. 

Melihat begitu banyak faedah yang didapat dari buah pisang, timbul ide kreatif dari seoarang pemuda bernama Benedictus Kevine (22), untuk mencoba membuka peluang usaha kuliner dengan membuat keripik pisang. 

"Ini kan bagian dari upaya meningkatkan produk pisang di Indonesia mas. Buah pisang sangat baik untuk dikonsumsi semua kalangan baik dari balita hingga orang dewasa," ungkapnya, Minggu (1/12), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana.

Kualitas rasa keripik pisang yang dibuat Benedictus Kevine sangat berbeda jika dibandingkan dengan keripik pisang lain pada umumnya di pasaran. Bahan baku pisang yang digunakan sengaja dipilih jenis pisang kepok yang secara khusus didatangkan dari Pandeglang, Jawa Barat.

Dalam proses pemuatan keripik pisang semua melalui tahapan produksi yang higienis tanpa bahan pengawet serta penyedap. 

Dalam setiap kali gigitan, tekstur keripik buah pisang buatan Benedictus terasa renyah dilidah. Usaha kuliner keripik pisang yang baru dirintis selama satu bulan setengah ini kemudian diberi nama Bebe Banana Chips, dengan mengambil slogan I love makanan Indonesia. Banana Chips menawarkan enam varian rasa, diantaranya original, keju manis, pedas, coklat dan susu. 

Meski banyak varian rasa yang ditawarkan, namun esensi rasa buah pisang masih tetap terjaga. Dari usaha rintisannya itu kini, Benedictus sudah mampu mempekerjakan 20 orang. 

"Pangsa pasar baru di Jakarta, Kediri, rencana mau ke Bandung. Pangsa pasar di Kediri juga lumayan. Kediri-Nganjuk banyak," beber pemuda lulusan Manajemen ini. 

Selain dijual di pertokoan atau mall, produk keripik pisang buatanya itu juga dipasarkan melalui toko online. Ia mengaku dalam jangka waktu satu bulan, ada 2.000 produk keripik pisang merk Banana Chips yang terjual di pasaran. 

Produk snacknya itu dijual per pack berisi lima bungkus, dari berbagai varian rasa dengan harga Rp100.000. Selain itu ia juga melayani pembelian dalam bentuk eceran per satu pics atau satu bungkus dibandrol Rp20.000. 

Benedictus mengemukakan alasannya lebih suka menekuni usaha bidang kuliner, karena pangsa pasarnya sangat luas. Ia berpesan kepada kaum milenial untuk lebih inovatif dan kreatif dalam berwira usaha. 

"Intinya kaum muda milenial, harus kreatif dalam menciptakan peluang kerja. Dari UMKM kan masih banyak ide ide kreativitas yang kita dalami," terangnya. 

Sementara itu, Winarto selaku ketua Ikatan UKM Bisnis Nasional se-Krisidenan Kediri menjelaskan, jika usaha kuliner yang dikembangkan melalui bahan baku pisang untuk dipasarkan melalui sistem online dan mall sangat kreatif. 

"Salah satu contoh makanan produk pisang saat ini yang seharusnya di pedesaan, kita biasa makan pisang goreng dan sebagainya, tenyata disini (Mal) juga ada. Harapan saya, kaum milenial didesa nanti, bisa mensuplai bahan baku untuk produk yang ada disini," harapnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Melihat peluang bisnis pengiriman di masa pandemi, simak tipsnya
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:49 WIB
Bisnis pengiriman di era makin semaraknya bisnis online ikut meroket. Semua e-commerce dipastikan me...
Di tengah pandemi, UMKM didorong maksimalkan Bantuan Insentif Pemerintah
Senin, 15 Juni 2020 - 08:49 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong pelaku Usa...
Terdampak pandemi, mahasiswa berjiwa wirausaha diberikan beasiswa
Senin, 18 Mei 2020 - 15:25 WIB
Para pelajar dan mahasiswa yang berjiwa wirausaha diharapkan tetap bisa eksis dengan inovasi berbas...
Jaga daya beli masyarakat, ini stimulus untuk UMKM di tengah pandemi COVID-19
Jumat, 27 Maret 2020 - 10:29 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak semua pihak termasuk swasta, BUMN, dan masyarakat un...
Jalankan program santripreneur, Kemenperin: Kami bina 52 ponpes di 7 provinsi
Jumat, 20 Maret 2020 - 11:20 WIB
Santri di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) berpotensi besar menjadi wirausaha industri baru, khu...
Dongkrak industri fesyen muslim, Kemenperin: Konsumsi di dunia capai USD270 miliar
Rabu, 11 Maret 2020 - 14:22 WIB
Kementerian Perindustrian bertekad mewujudkan Indonesia menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia...
Industri kreatif sumbang lebih Rp1.100 T, subsektor apa yang paling berkontribusi?
Selasa, 10 Maret 2020 - 09:48 WIB
Ekonomi kreatif memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Capaian ini terlihat pad...
Ada 6 SNI tentang kopi, apa saja? Ini penjelasan Kepala BSN
Senin, 09 Maret 2020 - 11:58 WIB
Untuk menghasilkan kopi yang berkualitas, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan 6 Stan...
Di tengah wabah corona, UKM tetap dinamis dan jadi penyangga ekonomi
Jumat, 06 Maret 2020 - 11:36 WIB
Wabah virus corona telah memukul perekonomian global. Dalam situasi perekonomian yang tidak menentu...
Ciptakan koperasi sehat, Menteri Teten: Izin dan syarat pendirian koperasi akan dipermudah
Rabu, 26 Februari 2020 - 10:48 WIB
Upaya Kementerian Koperasi dan UKM menciptakan koperasi yang sehat, pihaknya akan mempermudah perizi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV