Maman Imanulhaq: Hadang paham radikal, kuatkan 4 pilar sejak dini
Elshinta
Senin, 02 Desember 2019 - 20:37 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Maman Imanulhaq: Hadang paham radikal, kuatkan 4 pilar sejak dini
Sumber Foto: Yohanes Charles/Radio Elshinta

Elshinta.com - Aksi-aksi terorisme yang masih kembali terjadi mengindikasikan negara ini belum lepas dari ancaman paham radikalisme dan terorisme. Oleh karena itu internalisasi ideologi negara harus terus dikuatkan sejak dini. 

Demikian hal itu ditegaskan oleh Anggota MPR RI, KH. Maman Imanulhaq, dalam acara Sosialisasi Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika di Aula Pertiwi, Pondok Pesantren Al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Yohanes Charles, Senin (2/12).

Dalam paparannya, Kang Maman menyebutkan jika dalam hal penguatan ideologi negara ini, sekolah dan pesantren merupakan lembaga pendidikan yang penting dan strategis. Menurutnya para kiai, guru, dan ustadz mempunyai tugas untuk penting, yakni menginternalisasikan ideologi Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI kepada para santri dan siswa.

"Ideologi yang tertanam kuat sejak dini pada anak, akan mampu menangkal paham-paham radikal dan terorisme," tegasnya.

Lebih jauh disebutkan, bahwa hal lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan anak muda. Hal ini penting, karena cinta tanah air adalah modal besar bagi bangsa dan negara ini untuk tetap eksis. "Ideologi bangsa yang terinternalisasi dengan kuat akan mewujud dalam kecintaan terhadap tanah air yang mendalam," ujarnya. 

Banyak negara, seperti di Timur Tengah yang dilanda konflik besar hingga tatanan negara dan kebangsaan mereka porak-poranda, salah satunya dipicu oleh tidak adanya satu kesatuan dalam rasa mencibtai tanah air bersama.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pangdam Hasanuddin terima bantuan Almatkes COVID-19 dari Sekjen Kemhan
Sabtu, 30 Mei 2020 - 21:12 WIB
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka menerima bantuan Almatkes COVID-19 secara simbo...
Gugus Tugas: 11 indikator kesehatan daerah bisa beraktivitas semula
Sabtu, 30 Mei 2020 - 20:39 WIB
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan terdapat...
Anggota KKB dari Yambi nyatakan kembali ke NKRI
Sabtu, 30 Mei 2020 - 20:27 WIB
Cari Jalan Telenggen, salah satu anggota anggota KKB Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, menyatakan kembal...
Mal di Bandung tidak termasuk yang dilonggarkan saat PSBB proporsional
Sabtu, 30 Mei 2020 - 20:14 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menyatakan pusat perbelanjaan atau mal tidak ter...
Anggota DPR: Pastikan protokol kesehatan ketat di pasar tradisional
Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:40 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meminta Kementerian Perdagangan (Kemenda...
Banyumas terjunkan tim pemburu pengendara yang tidak memakai masker
Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:28 WIB
Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menerjunkan tim pemburu untuk mengejar pengendara kendar...
Pasien positif COVID-19 yang sembuh di NTT bertambah
Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:15 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Dominikus Minggu Mere mengatakan ada satu pasien...
Jusuf Kalla perkirakan normal baru berlangsung tiga tahun
Sabtu, 30 Mei 2020 - 18:51 WIB
Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12 Muhammad Jusuf Kalla memperkirakan pelaksanaan kebijakan norma...
Jusuf Kalla menyebut kenormalan baru sebagai harapan
Sabtu, 30 Mei 2020 - 18:39 WIB
Mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyebut kenormalan baru berkenaan dengan pemulihan aktivitas wa...
Kodam Tanjungpura distribusikan 2,5 ton beras gunakan helikopter
Sabtu, 30 Mei 2020 - 18:29 WIB
Kodam XII/Tanjungpura kembali melakukan pendistribusian sebanyak 2,5 ton beras bantuan Pemerintah Pr...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV