Disperindag diminta kembangkan informasi pengendalian harga pangan
Elshinta
Senin, 02 Desember 2019 - 21:12 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Disperindag diminta kembangkan informasi pengendalian harga pangan
Sumber Foto: M Salim/Radio Elshinta

Elshinta.com - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Langkat diminta mengembangkan sistem informasi dan koordinasi pengendalian harga pangan, sebagai dasar perumusan kebijakan stabilitas harga di pusat dan daerah, serta informasi untuk menjaga transaksi jual beli dipasar agar tetap efisien.

Ini salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup di pedesaan. Sebab, keterbatasan informasi, dapat mengakibatkan pelaku pasar tertentu mengambil keuntungan melebihi kewajaran dibandingkan petani dan konsumen, memberikan harga ditingkat petani cenderung menekan sementara harga ditingkat konsumen terus meningkat.

Hal itu dikatakan Bupati Langkat melalui Asisten II Ekbangsos Pemkab Langkat, Hermansyah, Senin (2/12), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim.

Dijelaskan Hermansyah, besarnya harga pangan sangat berpengaruh terhadap kemiskinan. Karena konsumsi makanan dalam pengeluaran rumah tangga miskin sebesar 65%, terutama beras bagian terbesar dari makanan. Kenaikan harganya mempengaruhi tingkat kemiskinan. Jika peningkatan harga beras sebesar 10%, sudah jelas berpotensi meningkatkan angka kemiskinan.

Dari itu, target angka kemiskinan 2019 menjadi single digit 95%, sehingga kebijakan pengendalian harga semakin strategis. Semua pihak diminta memberikan motivasi untuk membangun serta membangkitkan usaha industri kecil dan menengah, dengan menjalin kerjasama dengan para pengusaha dan perusahaan yang bervariasi di Langkat, agar usaha industri kecil dan menengah dapat berkembang dan maju dengan cepat.

"Disperindag melalui UPT metrologi legal sangat dibutuhkan, karena kegiatan kemetrologian bertujuan memberikan jaminan kebenaran hasil pengukuran sebagaimana yang diamanahkan dalam UU No 2 tahun 1981 tentang metrologi legal dan UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen," jelasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ekonom: Dampak PSBB Jakarta bayangi pertumbuhan ekonomi semester II
Kamis, 24 September 2020 - 20:26 WIB
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ta...
Indonesia dinilai perlu segera terapkan BBM ramah lingkungan
Kamis, 24 September 2020 - 19:46 WIB
Pengamat otomotif Mukiat Sutikno mengingatkan bahwa Indonesia perlu segera menerapkan bahan bakar mi...
Cari pakan alternatif, KKP dorong produksi magot dan pakan buatan secara mandiri
Kamis, 24 September 2020 - 19:11 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tega...
Tak berdaya, rupiah ditutup melemah 0,50% ke Rp14.890 per dolar AS hari ini  
Kamis, 24 September 2020 - 17:48 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot akhirnya tak mampu keluar dari tekanan hingga akhir perdagangan har...
Ekonom: Dampak PSBB Jakarta bayangi pertumbuhan ekonomi semester II
Kamis, 24 September 2020 - 11:52 WIB
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ta...
Rupiah terkoreksi seiring perlambatan pemulihan ekonomi AS
Kamis, 24 September 2020 - 10:59 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (24/9) pagi, terkoreksi se...
IHSG diprediksi melemah terbawa koreksi bursa saham AS
Kamis, 24 September 2020 - 10:21 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, diprediksi melemah terbawa...
BI perwakilan Sumut gelar sosialisasi `Nort Sumatera Invest`
Rabu, 23 September 2020 - 21:47 WIB
Wakil Bupati Langkat Syah Afandin menghadiri sosialisasi North Sumatera Invest dan Quik Response Cod...
Akademisi nilai industri manufaktur berpeluang bangkit saat pandemi
Rabu, 23 September 2020 - 21:36 WIB
Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Mukhaer Pakkana mengatakan sektor industri manufak...
Pemerintah yakin ekonomi kuartal III membaik meski dibayangi resesi
Rabu, 23 September 2020 - 19:26 WIB
Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yakin pertumbuhan ekonomi kuartal II...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV