Wapres nilai standardisasi penceramah bisa kurangi radikalisme
Elshinta
Selasa, 03 Desember 2019 - 06:17 WIB |
Wapres nilai standardisasi penceramah bisa kurangi radikalisme
Wakil Presiden Indonesia Ma`ruf Amin. Sumber foto: https://bit.ly/2rMK23R

Elshinta.com - Wakil Presiden Indonesia Ma`ruf Amin menilai standardisasi terhadap dai atau penceramah agama Islam akan berdampak pada upaya penanggulangan radikalisme.

"Jadi kalau dai itu sudah paham, baik kompetensi maupun integritasnya (dengan) diberikan sertifikat, maka karena nanti da'i-nya sudah terstandar jadi pasti punya efek nantinya," kata Wapres seusai membuka Rapat Koordinasi Dakwah Nasional MUI di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Senin (2/12) malam.

Wapres berharap melalui program standardisasi terhadap para penceramah tersebut dapat menambah jumlah dai yang kompeten dan berintegritas dalam menyampaikan ajaran agama Islam.

"Kompetensi ini penting, jangan sampai dai tidak menguasai materi yang didakwahkan, apalagi salah. Dai yang bersertifikat itu untuk membuktikan bahwa dia sebenarnya memang layak," tambah dia, seperti dikutip Antara.

Wapres menegaskan sertifikat dai itu untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa penceramah tersebut memang layak dan kompeten untuk menyampaikan ajaran agama Islam.

"Bukan berarti kemudian yang boleh berdakwah hanya yang bersertifikat. Tetapi nanti yang layak berdakwah itu yang bersertifikat. Itu maksudnya. Jadi jangan sampai da'i tidak menguasai," tukasnya. (Fan/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polres Malang sterilisasi jalur Lawang hingga Singosari
Rabu, 27 Mei 2020 - 18:56 WIB
 Satuan lalu lintas Polres Malang, Jawa Timur melakukan sterilisasi jalur Lawang hingga Singosari p...
 Dua ribu penerima BST cairkan bantuan di kantor pos
Rabu, 27 Mei 2020 - 18:27 WIB
 Sekitar 2 ribu Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah belum tersalurkan p...
Kemensos apresiasi penyelesaian data bantuan ganda di Indramayu
Rabu, 27 Mei 2020 - 16:58 WIB
Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Kementerian Sosial (Kemensos) Asep Sasa Purna...
Obyek wisata Pemandian Umbul Senjoyo ditutup
Rabu, 27 Mei 2020 - 16:46 WIB
Obyek wisata Pemandian Umbul Senjoyo yang berlokasi di Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupate...
Pelibatan TNI/Polri dalam penerapan normal baru disiplinkan warga
Rabu, 27 Mei 2020 - 15:57 WIB
Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati menilai pelibatan TNI dan Polri dalam penerap...
KAI wajibkan penumpang dari dan ke DKI miliki SIKM
Rabu, 27 Mei 2020 - 15:44 WIB
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mewajibkan setiap penumpang Kereta Api Luar Biasa yang akan berangkat ...
Kemenristek anggarkan Rp5 M untuk tahap awal riset vaksin COVID-19
Rabu, 27 Mei 2020 - 15:25 WIB
Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) menganggarkan dana sebesar Rp5 miliar untuk tahap awal...
Berkurang 44 orang, pasien sembuh RS Darurat Wisma Atlet 2.026 orang
Rabu, 27 Mei 2020 - 14:55 WIB
Pasien rawat inap di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (27/5) ber...
Presiden minta perhatian khusus pada tingginya kasus COVID-19 di Jatim
Rabu, 27 Mei 2020 - 14:48 WIB
Presiden Joko Widodo memerintahkan kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan penanganan wab...
Menristek: Virus corona di Indonesia ada yang sama dengan di Eropa
Rabu, 27 Mei 2020 - 13:58 WIB
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa berdasarkan hasil peng...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV