Ini bedanya mengasuh anak laki-laki dan perempuan
Elshinta
Rabu, 04 Desember 2019 - 12:05 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Ini bedanya mengasuh anak laki-laki dan perempuan
Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2DL8p4A

Elshinta.com - Sudah tentu antara anak laki-laki dan anak perempuan memiliki perbedaan. Anak laki-laki cenderung lebih senang mengekspresikan dirinya dengan gerakan termasuk senang dengan benda-benda bergerak.

Sedangkan anak perempuan, meski tak bergerak sebanyak anak laki-laki namun gerakan motorik halusnya lebih cepat berkembang. Perbedaan perkembangan dan pertumbuhan anak perempuan dan anak laki-laki tersebut oleh penelitian dikaitkan dengan gen, hormon, dan proses kimia yang terjadi pada otak mereka.

Namun, banyak orang tua tidak mengetahui bahwa sebenarnya membimbing anak lelaki dan perempuan perlu kesabaran yang berbeda. Dihimpun dari berbagai sumber, bagaimana orang tua harus bersikap pada anak laki-laki dan anak perempuannya:

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2P8SEKk

Pancing untuk bercerita
Otak laki-laki memiliki kemampuan untuk memisahkan dan menyimpan informasi. Sehingga, mereka cenderung menyimpan semua masalah sendirian. Anak laki-laki lebih sulit mengungkapkan perasaannya. Sedangkan anak perempuan cenderung lebih mudah untuk bercerita bahkan jika dipancing sedikit saja akan menjelaskan panjang lebar mengenai kejadian yang dialami di hari ini. Sebaiknya pancing anak laki-laki untuk bercerita. Bisa dimulai dari orang tua yang bercerita terlebih dulu.

Bicara dengan lembut
Jika anak laki-laki sedang terbawa emosi, biarkan ia sejenak terlarut di dalamnya. Hal tersebut membantu memberinya pelajaran penting bahwa emosi adalah hal yang normal. Tapi bila anak laki-laki menangis, kesal, atau marah, orang tua cukup menanyakan bahwa ingin mendengar apa yang mereka katakan. 

Usahakan menggunakan nada bicara yang lembut agar anak mau berbicara dan yang terpenting adalah jangan biarkan mereka meredam amarahnya sendirian. Pada anak perempuan carannya adalah dengan mendekati secara perlahan dan berbicara dari hati ke hati.

Perkembangan biologis
Perkembangan biologis anak laki-laki dan perempuan berbeda dalam perkembangan mental dan fisik berbeda. Orang tua harus mengajarkan pendidikan biologis yang tepat untuk membantu anak memahami perubahan dalam tubuh mereka sesuai dengan jenis kelamin masing-masing.

Sejak kecil, ajarkan perbedaan aurat laki-laki dan perempuan. Tanamkan pada mereka, bagian mana saja yang boleh dilihat orang lain. Tanamkan pada mereka bahwa tidak semua orang boleh menyentuhnya di beberapa bagian tubuh. Ajarkan mereka pentingnya menjaga organ vital sejak dini. Jangan lengah dengan orang-orang yang berada di sekitar anak karena penelitian menunjukkan kejahatan seksual biasanya dilakukan oleh orang-orang terdekat.

 

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/382G6fT

Lihat minat 
Lihat minat dan ketertarikan masing-masing anak dan berikan mereka sesuai dengan kebutuhannya. Anak lelaki pada umumnya lebih tertarik pada kegiatan yang bersifat fisik, atau kegiatan yang berhubungan dengan motorik mereka sehingga mereka lebih senang bergerak dibanding berbicara. Sementara anak perempuan menyukai kegiatan yang membutuhkan ketekunan. 
Dalam hal aktivitas fisik, anak lelaki memiliki minat terhadap jenis permainan dan olahraga yang menguji ketangkasan, sementara anak perempuan ingin terlibat pada permainan yang aman. 

Pola pikir
Pola pikir anak lelaki dan anak perempuan berbeda. Menerapkan teknik pengasuhan yang sama untuk kedua putra dan putri adalah ide yang salah. Orang tua tidak bisa menerapkan sesuatu yang mungkin berhasil pada anak perempuan namun belum tentu bisa pada anak laki-laki walau cara yang digunakan sama. Orang tua harus tetap bisa bersikap fleksibel.

Pendidikan karakter
Sejak kecil, ajarkan anak laki-laki maupun anak perempuan dengan sikap-sikap yang baik. Jangan hanya mengajarkan teori melalui perkataan saja, tapi disertai contoh yang baik sekaligus harus menunjukkan dan mempraktekkannya.

Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/2Rf8Iwu

Disiplin
Memang membutuhkan usaha dan kesabaran dalam menerapkan kedisiplinan pada anak laki-laki. Karena mereka cenderung tidak peduli dan tidak mendengarkan apa yang orang tuanya katakan. Ternyata hal ini dipengaruhi oleh sensitivitas pendengaran mereka yang jauh lebih rendah dibandingkan anak perempuan.

Sedangkan anak perempuan cenderung memberikan respon yang lebih baik. Hal ini disebabkan anak perempuan lebih sensitif dan pusat-pusat verbal dalam otaknya berkembang lebih cepat.
Namun jangan sampai dengan menerapkan banyak aturan, membuat mereka terkekang bahkan dampak buruknya mereka bisa membangkang dan melawan orang tuanya.

Memupuk rasa percaya diri
Anak perempuan cenderung tumbuh kurang percaya diri, lebih sensitif dan perasa. Mereka akan memperhatikan citra yang ditampilkan di muka umum. Sementara anak laki-laki cenderung lebih percaya diri dan acuh dengan penampilannya. Mereka tidak akan ambil pusing dengan penilaian orang. Untuk itu anak perempuan perlu dipupuk rasa percaya diri sejak kecil.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga