Minggu, 25 Juni 2017

Australia Berperan Penting Dalam Pencarian Alien yang Digagas Stephen Hawking

Selasa, 21 Juli 2015 10:44

(Courtesy: AustraliaPlus) Prof. Stephen Hawking meluncurkan penelitian untuk menemukan kehidupan lain di jagad raya. (Credit:  Reuters)  (Courtesy: AustraliaPlus) Prof. Stephen Hawking meluncurkan penelitian untuk menemukan kehidupan lain di jagad raya. (Credit: Reuters) 
Ayo berbagi!

Teleskop di Observatori Parkes itu akan dipergunakan oleh para ilmuan dari lembaga penelitian Australia, CSIRO, yang dipimpin Prof. Matthew Bailes dari Swinburne University di Melbourne.

Para peneliti, kata Prof. Bailes, akan menggunakan teleskop itu selama lima tahun untuk menscanning potensi sinyal radio dari galaksi-galaksi lain.

"Gelombang radio sangat efisien dalam pengiriman informasi, dan asumsinya bahwa jika benar alien bisa berkomunikasi maka kemungkinan mereka akan mempergunakan gelombang radio tersebut," jelasnya.

"Kita tahu banyak dunia lainnya di luar sana, namun apakah benar ada makhluk sebanding dengan manusia di bumi, kita belum tahu sama sekali," papar Prof. Bailes.

Sementara itu kosmolog Prof. Paul Davies dari Arizona State University di AS, yang sepanjang hidupnya meneliti keberadaan makhluk asing di jagad raya, menyatakan ada sejumlah pertanyaan besar jika penelitian ini berhasil menemukan alien.

"Apakah kita harus menjawab? Siapa yang harus menjawab sinyal alien itu?" katanya.

"Jika kita harus berkomunikasi dengan alien, maka hal seperti itu memerlukan persetujuan semua penduduk bumi," tambah Prof. Davies.

Penelitian yang digagas Prof Hawking ini akan dibiayai oleh pengusaha asal Rusia Yuri Milner.

"Dalam jagad raya yang tak terbatas, pasti ada kehidupan lain," ujar Prof Hawking saat meluncurkan penelitian ini di akademi sains Royal di London.

"Mungkin pada satu tempat di jagad raya, ada kehidupan lain yang sedang mengamati kita," katanya.

"Sudah saatnya kita menemukan jawaban, mencari kehidupan lain di luar bumi. Kita harus mengetahuinya," tambah Prof. Hawking.

Selain di Observatori Parkes, penelitian ini juga akan menggunakan teleskop di berbagai observatori terbesar di dunia.

"Ini merupakan pencarian terlengkap yang pernah dilakukan," kata Yuri Milner.

Milner menjelaskan, pengataman yang dilakukan dalam sehari akan mengoleksi data jauh lebih banyak dibandingkan pengamatan selama setahun yang dilakukan penelitian sebelumnya.

Teleskop-teleskop itu akan mengamati jutaan bintang terdekat, pusat galaksi bimasakti, serta 100 galaksi terdekat.

"Kita tidak perlu mengasumsikan bahwa kehidupan di luar sana jauh lebih maju dari kehidupan kita di bumi," katanya.

Martin Rees, salah seorang pemimpin riset ini menjelaskan teknologi saat ini memungkinkan pencarian yang lebih luas dibanding sebelumnya. Namun ia mengingatkan belum tentu ditemukan adanya alien.

Meski demikian, kemungkinan adanya kehidupan di jagad raya tetap terbuka lebar setelah berhasil diidentifikasi adanya miliaran planet yang menyerupai bumi di dalam galaksa Bimasakti saja. Belum lagi di galaksa lainnya.

Penelitian ini diluncurkan bertepatan dengan peringatan 46 tahun mendaratnya manusia di bulan.

AFP/ABC

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar