Kamis, 21 Juni 2018 | 08:07 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Australia Berperan Penting Dalam Pencarian Alien yang Digagas Stephen Hawking

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Prof. Stephen Hawking meluncurkan penelitian untuk menemukan kehidupan lain di jagad raya. (Credit:  Reuters) 
(Courtesy: AustraliaPlus) Prof. Stephen Hawking meluncurkan penelitian untuk menemukan kehidupan lain di jagad raya. (Credit: Reuters) 
<p xmlns="">Teleskop di Observatori Parkes itu akan dipergunakan oleh para ilmuan dari lembaga penelitian Australia, CSIRO, yang dipimpin Prof. Matthew Bailes dari Swinburne University di Melbourne.</p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">Para peneliti, kata Prof. Bailes, akan menggunakan teleskop itu selama lima tahun untuk menscanning potensi sinyal radio dari galaksi-galaksi lain.</span></p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">"Gelombang radio sangat efisien dalam pengiriman informasi, dan asumsinya bahwa jika benar alien bisa berkomunikasi maka kemungkinan mereka akan mempergunakan gelombang radio tersebut," jelasnya.</span></p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">"Kita tahu banyak dunia lainnya di luar sana, namun apakah benar ada makhluk sebanding dengan manusia di bumi, kita belum tahu sama sekali," papar Prof. Bailes.</span></p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">Sementara itu kosmolog Prof. Paul Davies dari Arizona State University di AS, yang sepanjang hidupnya meneliti keberadaan makhluk asing di jagad raya, menyatakan ada sejumlah pertanyaan besar jika penelitian ini berhasil menemukan alien.</span></p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">"Apakah kita harus menjawab? Siapa yang harus menjawab sinyal alien itu?" katanya.</span></p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">"Jika kita harus berkomunikasi dengan alien, maka hal seperti itu memerlukan persetujuan semua penduduk bumi," tambah Prof. Davies.</span></p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">Penelitian yang digagas Prof Hawking ini akan dibiayai oleh pengusaha asal Rusia Yuri Milner.</span></p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">"Dalam jagad raya yang tak terbatas, pasti ada kehidupan lain," ujar Prof Hawking saat meluncurkan penelitian ini di akademi sains Royal di London.</span></p><p xmlns="">"Mungkin pada satu tempat di jagad raya, ada kehidupan lain yang sedang mengamati kita," katanya.</p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">"Sudah saatnya kita menemukan jawaban, mencari kehidupan lain di luar bumi. Kita harus mengetahuinya," tambah Prof. Hawking.</span></p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">Selain di Observatori Parkes, penelitian ini juga akan menggunakan teleskop di berbagai observatori terbesar di dunia.</span></p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">"Ini merupakan pencarian terlengkap yang pernah dilakukan," kata Yuri Milner.</span></p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">Milner menjelaskan, pengataman yang dilakukan dalam sehari akan mengoleksi data jauh lebih banyak dibandingkan pengamatan selama setahun yang dilakukan penelitian sebelumnya.</span></p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">Teleskop-teleskop itu akan mengamati jutaan bintang terdekat, pusat galaksi bimasakti, serta 100 galaksi terdekat.</span></p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">"Kita tidak perlu mengasumsikan bahwa kehidupan di luar sana jauh lebih maju dari kehidupan kita di bumi," katanya.</span></p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">Martin Rees, salah seorang pemimpin riset ini menjelaskan teknologi saat ini memungkinkan pencarian yang lebih luas dibanding sebelumnya. Namun ia mengingatkan belum tentu ditemukan adanya alien.</span></p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">Meski demikian, kemungkinan adanya kehidupan di jagad raya tetap terbuka lebar setelah berhasil diidentifikasi adanya miliaran planet yang menyerupai bumi di dalam galaksa Bimasakti saja. Belum lagi di galaksa lainnya.</span></p><p xmlns=""><span style="line-height: 1.5em;">Penelitian ini diluncurkan bertepatan dengan peringatan 46 tahun mendaratnya manusia di bulan.</span></p><p xmlns=""><strong style="line-height: 1.5em;">AFP/ABC</strong></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 07:58 WIB

14 TPS disediakan bagi warga Lapas di Pilkada Riau

Pendidikan | 21 Juni 2018 - 07:49 WIB

Orang tua tak perlu khawatir PPDB sistem zonasi

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 07:17 WIB

Jumlah penumpang di Bandara Lombok meningkat

Event | 21 Juni 2018 - 06:59 WIB

FIFA denda Federasi Meksiko dan Serbia

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com