Buron 11 tahun, terpidana korupsi buku ajar berhasil ditangkap
Elshinta
Rabu, 04 Desember 2019 - 16:17 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Buron 11 tahun, terpidana korupsi buku ajar berhasil ditangkap
Foto: Deni Suryanti/Radio Elshinta

Elshinta.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Jawa Tengah berhasil menangkap buronan kasus korupsi buku ajar dengan terpidana Murad Irawan. Penangkapan dilakukan tim dari Kejari Sukoharjo berkoordinasi dengan Kejari dan Polresta Solo. 

Murad dinyatakan buron dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2008 atau 11 tahun lalu. Yang bersangkutan tidak melawan saat dieksekusi dan langsung dibawa ke Rutan/LP Klas 1 A Surakarta.

Kepala Kejari Sukoharjo, Tatang Agus Volleyantono mengatakan, Kejari melaksanakan putusan Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo terhadap perkara tindak pidana korupsi Murad Irawan. Yakni dasar eksekusi putusan PN nomor 130/PID.B/2008/PN.SKH tertanggal 13 Februari 2009.

Penangkapan berawal dari informasi mengenai keberadaan terpidana di Kota Solo. Kemudian tim melakukan pengintaian dan mengeksekusi Murad di salah satu hotel di Kota Solo. 

"Karena perkara sudah inkrah, terpidana dieksekusi dan langsung dijebloskan ke LP Surakarta untuk menjalani hukuman," kata Tatang, Rabu (4/12), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti.

Disampaikan Kajari, Murad Irawan terpidana kasus korupsi pengadaan buku ajar yang diperkarakan sejak tahun 2006 dengan total kerugian negara mencapai Rp3,8 miliar. Proses persidangan berjalan mulai 2008 dan secara in-absentia (tanpa kehadiran terdakwa) dikarenakan yang bersangkutan menghilang atau kabur. 

Murad dinyatakan bersalah dan melanggar pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. PN sukoharjo menjatuhkan vonis pidana delapan tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara.

Selain itu, jelas Tatang, terpidana juga diputuskan wajib membayar uang pengganti senilai dengan kerugian negara. Akan tetapi Undang udang mengatur uang pengganti maksimal bisa dibayarkan satu bulan setelah putusan atau penyitaan aset. "Putusannya kan tahun 2009 jadi sudah lewat tetapi akan tetap kami kejar untuk eksekusi penyitaan aset sebagai penggati kerugian," bebernya.

Penangkapan Murad, tambahnya, telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah untuk ditindak lanjuti. Informasinya, kasus pengadaan buku ajar juga terjadi disejumlah daerah dengan tersangka sama. 

Modusnya, Murad mengaku sebagai marketing PT Balai Pustaka (PT BP). Padahal, yang bersangkutan hanya pihak ketiga dalam proses pengadaan buku ajar ini, yakni sebagai dirktur PT Putra Insan Pramudita. "Yang kami tangani hanya kasus yang di Sukoharjo, kalau ada keterkaitan kasus dengan daerah lain itu diluar wewenang kami," tandasnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Sukoharjo, Yudi Teguh Santosa menambahkan, selama pelarian, terpidana Murad juga diketahui menggunakan nama alias Iwan Thalib Balwell dan Iwan Suwardana. Nama tersebut tercatat sebagai direktur PT Dewa Mata Angin dan menjalankan bisnis properti.

Kasus korupsi pengadaan buku ajar SMK tahun 2004 disidangkan di PN Sukoharjo sepanjang tahun 2008-2009 dengan empat tersangka. Masing masing Kepala Dinas Pendidikan menjabat saat itu, Bambang Margono, pihak ketiga Murad Irawan, Tedy Kusnadi dan pimpinan proyek Sri Mulyono. Masing-masing terdakwa telah dijatuhi vonis bersalah pada 2009 dan menjalani hukuman. Sedangkan Murad Irawan masuk DPO.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Lanud Silas Papare gagalkan pengiriman narkoba dari Bandung ke Wamena Papua
Minggu, 27 September 2020 - 10:15 WIB
Satuan Polisi Militer (Satpom) bersama Intelejen Lanud Silas Papare yang bertugas sebagai Pengamanan...
Setubuhi santri, Guru pesantren di Nagan Raya ditangkap polisi
Minggu, 27 September 2020 - 08:50 WIB
Polres Nagan Raya, Aceh, menangkap MZ (50) seorang guru di sebuah pesantren di Kecamatan Tadu Raya, ...
Polres Batu ringkus pelaku penipuan penggandaan uang 
Rabu, 23 September 2020 - 18:56 WIB
Polres Batu Malang Jawa Timur berhasil mengungkap kasus penipuan dengan modus penggandaan yang dan b...
Polisi bekuk dua pemuda hendak buka `home industry` sabu-sabu
Rabu, 23 September 2020 - 09:10 WIB
Tim Operasional Subdirektorat 3 Unit 2 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah ...
Polisi tangkap pelajar komplotan pencuri sepeda `berkelas` di Kendari
Senin, 21 September 2020 - 15:56 WIB
Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kendari, Sulawesi Tengah, menangkap enam pelaja...
Polisi tangkap pencari suaka beli sabu di Palmerah
Minggu, 20 September 2020 - 14:39 WIB
Seorang pencari suaka asal Iran berinisial RH (40) ditangkap Unit Narkoba Polsek Palmerah lantaran k...
DPO korupsi alkes RSUD Kabanjahe ditangkap tim Tabur Kejatisu 
Minggu, 20 September 2020 - 11:15 WIB
Tim Tangkap Buronan (Tabur) Intelijen Kejati Sumut bersama Seksi Intel Kejari Karo berhasil menangka...
Seorang nelayan di Jaring Halus tewas dianiaya tetangganya saat hendak melaut
Sabtu, 19 September 2020 - 17:16 WIB
Seorang warga Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, bernama Ka...
Polisi bawa enam ABK terkait penemuan jenazah dalam mesin pendingin
Jumat, 18 September 2020 - 15:52 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, membawa enam orang Anak Buah Kapal (ABK) un...
3,5 kg ganja dan 3,5 ons sabu diamankan dari kurir narkoba 
Kamis, 17 September 2020 - 18:56 WIB
Satreskoba Polresta Malang Kota berhasil mengungkap dan menangkap kurir narkoba. Pelaku diketahui be...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV