Mendikbud Nadiem: Dalam lima tahun banyak pendidik yang tak nyaman
Elshinta
Rabu, 04 Desember 2019 - 18:46 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Mendikbud Nadiem: Dalam lima tahun banyak pendidik yang tak nyaman
Foto: Hendrik Raseukiy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Mendikbud Nadiem Makarim melakukan perubahan radikal di pendidikan dalam lima tahun penugasan dirinya oleh Presiden Joko Widodo. Perubahan fundamentalis ini disebutkannya akan menimbulkan ketidak-setujuan dari banyak institusi pendidikan.

Namun bila dipahami dan diikuti oleh para pendidik di tingkat sekolah dan perguruan tinggi (PT) akan menghasilkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul di dunia. Hal ini disampaikan Nadiem Makarim dalam acara pelantikan rektor baru Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro di masa kerja 2019-2024, Rabu (4/12), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy.

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden kepada saya yaitu simpel menciptakan SDM unggul menghadapi tantangan ke depan tentang perubahan dunia di pendidikan dan budaya semakin cepat. Arahan Presiden ini harus diterapkan kepada (pengelola) perguruan tinggi, dosen, mahasiswa dan masyarakat," ujar Nadiem.

Tugas PT sebutnya adalah pencetakan menjadikan mahasiswa menjadi karakter pemimpin unggul. Lanjut Nadiem, perubahan dunia sangat cepat dimana gelar tidak lagi jadi kompetensi, lulusan tidak jadi jaminan kemampuan berkarya, dan era dimana akreditasi tidak jadi jaminan mutu. "Inilah tren yang harus kita sadari, ini kalau tidak kita akui maka tidak bisa meningkatkan kualitas pelajar di sekolah dan perguruan tinggi," jelasnya. 

Melaksanakan keinginan presiden ini, yang dilakukan Kemendikbud adalah kemerdekan belajar di setiap jenjang pendidikan yaitu, masuk pada paradigma yakni pemerintah akan memilih untuk memberikan kepercayaan kepada institusi pendidikan berikan kebebasan atau otonomi melaksanakan pembelajaran. 

"Tapi dalam ekspektasi saya, dalam hal kemerdekaan ini harus penuh, kemedekann dari pelbagai regulasi dan birokratisasi. Kepada guru dan dosen juga dibebaskan dari birokrasi. Mahasiswa diberi kebebasan untuk belajar sesuai kemampuannya dan kepentingannya. Lima tahun ke depan tidak akan nyaman sama di dunia pendidikan sebab akan banyak perubahan. Tapi kalau kita ingin perguruan tinggi semakin relevan, pasti bisa," papar Nadiem. 

Nadiem mengajak mengkaji korelasi antara program studi (prodi) dengan karir lulusannya. Pasti semuanya sangat tidak jelas. Pasti sangat tidak sesuai antara pendidikan dengan pekerjaannya. 

"Kalau kita sadari, seperti saya .lulusan internasional tapi, karir saya di bidang teknologi. Artinya, apa yang kita pelajari di prodi kita hanya jadi starting point karir kita. Lalu, mengapa kita tidak berikan kemerdekaan kepada mahasiswa di dalam kampus, di luar kampus untuk kembangkan diri. Inilah yang namanya kemerdekaan mahasiswa," ujarnya. 

Hal lain adalah merubah paradigma dosen atau guru dari menggurui, berikan ceramah menjadi penggerak dengan cirinya bangga dan bahagia dan tidak terancam kalau melihat anak didiknya punya kemampuan melampaui dirinya. Dosen penggerak akan lebih banyak menggali kemampuan mahasiswanya dari pada kasi ceramah. Dosen penggerak akan menggali kemampuan mahasiswanya. 

"Dosen penggerak akan merekam ceramahnya kuliahnya kemudian di kelas tinggal masuk sesi diskusi dan debat. Dosen penggerak akan banyak kerjakan proyek di luar dengan mengajak mahasiswanya dalam proyeknya sehingga mahasiswa punya pengalaman baru. Kita harus analisa bahwa apakah setiap jam mahasiswa di kampus relevankah dengan masa depannya. Bila relevan, maka UI akan unggul di panggung dunia," tegas Nadiem.  

Di tempat yang sama, Mantan Rektor UI masa tugas 2007-2012 Gumilar Rusliwa Somantri menanggapi tidak ada hal yang baru dari visi Nadiem Makarim ini. 

"Menurut hemat saya apa yng dilakukan Mendikbud sudah dirintis (UI) sejak tahun-tahun yang lalu. Sejak era Rektor Usman sudah mulai berbicara soal student center learning Di UI 'kan pada tahun 2010-an sudah meluas diterapkan pembelajaran berbasis pada mahasiswa dan dosen sebagai fasilitator, penggerak," jelas Gumilar.

Baginya, apa yang disampaikan Nadiem Makarim sebenarnya tidak baik untuk UI menjadi pusat dalam rangka meningkatkan SDM bangsa. Pelaksanaan Tri Darma itu penting yaitu penelitian, pendidikan, pengabdian masyarakat. 

"Sedangkan menteri menekankan perguruan tinggi harus catak SDM yang unggul, itu sama saja. Dan menteri bilang merubah sistem pengajaran dari ceramah lebih kepada mahasiswa. Nah bagi UI sudah lama dilaksanakan tapi memang perlu penyempurnaan terus," ujar Soemantri.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemkab Garut berencana terapkan kegiatan belajar melalui radio
Rabu, 05 Agustus 2020 - 20:25 WIB
Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat merencanakan penerapan kegiatan belajar mengajar menggunakan ...
Unair keluarkan pelaku dugaan pelecehan seksual Fetish Kain Jarik
Rabu, 05 Agustus 2020 - 19:47 WIB
Universitas Airlangga (Unair) akhirnya memutuskan secara tegas pelaku dugaan pelecehan seksual Fetis...
Mendikbud: Belajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja
Selasa, 04 Agustus 2020 - 19:12 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan proses belajar mengajar sejatinya dapat ...
Kota Malang akan bagikan 1,5 juta masker
Selasa, 04 Agustus 2020 - 18:46 WIB
Kota Malang akan menjadi pilot project menyebarkan masker yang melibatkan Tim Penggerak PKK mulai da...
Kemendikbud sediakan bantuan UKT mahasiswa lebih Rp1 triliun
Selasa, 04 Agustus 2020 - 11:16 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyediakan bantuan dana uang kuliah tungga...
Mendagri sarankan belajar tatap muka sesuai rekomendasi Gugus Tugas
Selasa, 04 Agustus 2020 - 07:58 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyarankan pembelajaran tatap muka di sekol...
UIN Walisongo gelar wisuda daring dengan teknologi `face tracking`
Senin, 03 Agustus 2020 - 21:11 WIB
Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jawa Tengah akan menggelar wisuda ke-78 secara da...
 Cegah Covid-19, Universitas 17 Agustus 1945 gelar wisuda online
Kamis, 30 Juli 2020 - 21:45 WIB
Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 (UTA `45) Jakarta, Rudyono Dharsono menjelas...
Mendikbud: KBM tatap muka pembelajaran paling efektif
Kamis, 30 Juli 2020 - 16:58 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menilai kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan pola...
Menteri Pendidikan tinjau pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di Bogor
Kamis, 30 Juli 2020 - 13:46 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada Kamis (30/7) mengunjungi beberapa sekolah di K...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV