Pelihara belasan satwa langka, pria asal Pandaan ditangkap polisi
Elshinta
Sabtu, 07 Desember 2019 - 09:16 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Pelihara belasan satwa langka, pria asal Pandaan ditangkap polisi
Sumber Foto: https://bit.ly/2RqzXEr

Elshinta.com - Sugik Yono (58), warga Dusun Jatianom, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, harus berurusan dengan polisi. Pasalnya terbukti memiliki, memelihara, dan menyimpan satwa yang dilindungi Undang-Undang.

Ditangkapnya Sugik Yono oleh petugas berasal dari laporan warga yang menguatkan dugaan akan kepemilikan satwa, seperti burung kakatua jambul kuning, kakatua maluku, burung nuri, kukang, buaya, trenggiling hingga berang-berang.

Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan, Jumat (6/12) mengatakan, total ada 14 satwa yang ditemukan di rumah pelaku, baik dalam keadaan hidup dan beberapa sudah mati. 

Ke-14 satwa tersebut terdiri dari tiga ekor burung kakatua jambul kuning hidup, satu ekor kakatua maluku hidup, satu ekor burung nuri kepala hitam hidup, satu ekor kukang hidup, empat ekor buaya hidup, satu ekor trenggiling mati, satu ekor buaya mati, dan dua ekor berang-berang mati. Petugas juga menemukan tengkorak kepala rusa beserta tanduknya. 

Ditegaskan Rofiq, sebelum diamankan, polisi terlebih dulu melakukan penyelidikan dan pengecekan di lokasi, Kamis (05/12). Dari hasil penyelidikan, pihaknya menemukan seluruh satwa yang memang merupakan hewan yang dilindungi oleh negara.

"Kita terima aduan masyarakat kita tindak lanjuti dengan penyelidikan di lapangan dan hasilnya benar kita temukan satwa - satwa dilindungi dirumah tersangka," ungkap AKBP Rofiq, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Mustaghfirin.

Rofiq menjelaskan, bahwa pelaku telah melanggar Pasal 40 ayat 2 jo Pasal 21  ayat 2 huruf a UU RI Nomor 5 tahun 1990 tenang Konservasi Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman penjara selama 5 tahun (untuk satwa hidup). 

Selain itu, pelaku juga telah terbukti melanggar Pasal 40 ayat 2 jo Pasal 21 ayat 2 huruf b UU RI Nomor 5 tahun 1990 dengan ancaman hukuman penjara selama 5 tahun (untuk satwa mati).

Kapolres juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak sekali-kali berani menyimpan atau bahkan sampai menjual bebas satwa yang dilindungi negara tanpa ijin.

"Masyarakat jangan coba-coba memelihara satwa dilindungi tanpa ijin, karena akan kita tindak tegas," tutur Rofiq.

Lebih lanjut Rofiq menyampaikan bahwa pelaku sudah menjalankan aksinya sejak tahun 2012 lalu. Selain digunakan sebagai koleksi, pelaku ditengarai menjual satwa-satwa tersebut untuk kepentingan bisnis.

Selanjutnya barang bukti satwa dan bangkai satwa dilindungi diserahkan ke BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) jawa timur wilayah VI untuk penanganan satwa dilindungi. 

Rofiq menjelaskan bahwa pelaku telah melanggar Pasal 40 ayat 2 jo Pasal 21  ayat 2 huruf a UU RI Nomor 5 tahun 1990 tenang Konservasi Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman penjara selama 5 tahun (untuk satwa hidup). Selain itu, pelaku juga telah terbukti melanggar Pasal 40 ayat 2 jo Pasal 21 ayat 2 huruf b UU RI Nomor 5 tahun 1990 dengan ancaman hukuman penjara selama 5 tahun (untuk satwa mati).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menipu, oknum PNS gadungan di Makassar diamankan polisi 
Selasa, 28 Januari 2020 - 19:36 WIB
Seorang pemuda di Makassar, Sulawesi Selatan berinisial NS (28) diamankan petugas Kepolisian di Maka...
Rakit senjata api, karyawan BUMN ini ditangkap petugas
Selasa, 28 Januari 2020 - 14:25 WIB
Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang, Banten kembali menangkap pelaku perakit senjata api.
PN Kota Semarang vonis mati napi pengendali bisnis narkotika
Selasa, 28 Januari 2020 - 12:08 WIB
Pengadilan Negeri (PN) Kota Semarang, Jawa Tengah, menjatuhkan hukuman mati terhadap narapidana Lapa...
Polisi amankan empat pucuk senjata api di Jayapura
Selasa, 28 Januari 2020 - 11:52 WIB
Kepolisian Resor Kota Jayapura, Papua, mengamankan empat pucuk senjata api dari berbagai jenis beser...
Polda Sulsel dalami produksi senjata api rakitan jenis pulpen
Sabtu, 25 Januari 2020 - 17:55 WIB
Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mendalami kemungkinan adanya produksi senjata api rakitan jenis p...
Bentrok dua ormas polisi jaga ketat perbatasan Sukabumi-Cianjur
Sabtu, 25 Januari 2020 - 10:23 WIB
Bentrok antara dua organisasi masyarakat di wilayah perbatasan antara Kabupaten Sukabumi dengan Kabu...
Penyerangan masjid di Sumut memakan korban
Sabtu, 25 Januari 2020 - 06:28 WIB
Sekelompok orang diduga melakukan penyerangan di Masjid Al Amin, Jalan Belibis, Kelurahan Tegal Sari...
Sekelompok orang serang masjid di Sumut
Sabtu, 25 Januari 2020 - 06:13 WIB
Sekelompok orang diduga melakukan penyerangan di Masjid Al Amin, Jalan Belibis, Kelurahan Tegal Sari...
Polisi dalami motif lain kasus pembunuhan pelajar
Jumat, 24 Januari 2020 - 20:57 WIB
Polisi di Polres Rejang Lebong, Polda Bengkulu, masih mendalami kemungkinan motif lain kasus pembunu...
Pengoplos minuman keras diancam Undang-undang Pangan
Jumat, 24 Januari 2020 - 14:08 WIB
Aparat Kepolisian Resor Jayawijaya, Provinsi Papua, menerapkan sanksi Undang-Undang Pangan terhadap ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV