Proyek LRT dinilai kurang kajian teknis dan ekonomis
Elshinta
Senin, 09 Desember 2019 - 14:15 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Proyek LRT dinilai kurang kajian teknis dan ekonomis
Ilustrasi LRT. Sumber foto: https://bit.ly/2PsJWq9

Elshinta.com - Pembangunan proyek light rapid transit (LRT) dinilai tidak berdasarkan kajian teknis dan ekonomis secara mendalam sehingga kurang bermanfaat bagi masyarakat. 

Demikian seperti dikatakan praktisi dan pemerhati masalah transportasi logistik, Bambang Haryo Soekartono. Ia menilai keputusan pemerintah membangun LRT tidak tepat, terutama dari konsepnya sehingga berdampak terhadap tingginya biaya dibandingkan dengan kemanfaatannya.

"Saya melihat LRT ini masih berorientasi proyek, tidak melalui litbang yang benar, tidak sesuai dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan riil masyarakat,” kata dia dalam keterangannya, pada Sabtu (7/12) lalu. 

Bambang Haryo menilai proyek LRT sudah keliru sejak perencanaannya. Menurut dia, kereta ringan sejenis LRT seharusnya dibangun di dalam suatu kawasan kota, bukan dijadikan angkutan antarkota seperti LRT Jabodebek (Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi) yang membentang hingga 130,4 km.

“Angkutan antarkota yang cocok itu adalah kereta komuter biasa, supaya bisa mengangkut penumpang dalam jumlah besar, sekaligus relnya dapat dilintasi kereta logistik. Bukan LRT, apalagi dibangun elevated dan sejajar jalan tol,” jelas Bambang Haryo, anggota Komisi V DPR RI periode 2014-2019 ini.

Masalah lain yang dia pertanyakan yakni penggunaan rel (track gauge) berukuran 1.435 mm yang biasa dipakai untuk KA kecepatan di atas 200 km per jam. Padahal, kata dia, kecepatan LRT maksimum 60 km per jam sehingga cukup menggunakan ukuran rel standar 1.067 mm. 

Dia menyebut, berbagai kekeliruan itu mengakibatkan biaya pembangunan LRT Jabodebek menjadi sangat besar.

Sebagai informasi, proyek LRT Jabodebek menelan biaya hampir Rp30 triliun, sementara kapasitas angkutnya maksimal 474.000 penumpang per hari.

Biaya proyek LRT disebut semakin bengkak karena prasarana LRT Jabodebek ternyata mundur dari target penyelesaian 2019 menjadi 2021. Padahal, sarana atau gerbong kereta telah selesai diproduksi oleh PT INKA (Persero) tahun ini tetapi terpaksa idle karena depo dan jalur rel LRT belum siap.

“INKA terancam rugi besar. Pembayaran dari pemerintah tertunda karena kereta belum diserahkan dan diuji dinamik. Bagaimana mau uji dinamik, jalur rel dan deponya saja belum siap,” kata Bambang Haryo.

Menurut informasi yang dia terima, hingga saat ini pembayaran ke INKA baru 30%. "Ini suatu pemborosan dalam keuangan negara. Padahal proyek LRT menggunakan APBN dan utang luar negeri dengan bunga cukup tinggi. Kemenhub harus bertanggung jawab atas pemborosan ini, karena itu BPK dan Kementerian Keuangan harus melakukan audit,” tuturnya. 

KA Komuter Berbasis Rel

Menurut Bambang Haryo, apabila di jalur LRT itu dibangun KA komuter berbasis rel, investasinya akan jauh lebih murah dan kapasitas angkutnya lebih besar, sekaligus dapat dimanfaatkan untuk kereta logistik.

Pemerintah, kata dia, juga bisa menggandakan kapasitas KRL Jabodetabek yang saat ini berkisar 1,2 juta penumpang per hari hanya dengan investasi Rp9 triliun. Investasi ini sudah termasuk membangun jaringan rel ganda (double track) sepanjang 100 km senilai Rp6 triliun (biaya pembangunan rel Rp30 miliar per km) dan 50 rangkaian kereta senilai Rp3 triliun (Rp60 miliar per rangkaian).

“Kalau Rp30 triliun untuk LRT digunakan mengembangkan KRL, penumpang yang diangkut bisa lebih dari tiga kali lipat atau 4 juta orang per hari. Belum lagi dari angkutan logistik yang melintasi jaringan rel KRL atau kereta konvensional itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, dikatakan Bambang Haryo, pemerintah seharusnya belajar dari kegagalan proyek LRT Palembang, yang menghabiskan biaya Rp10,9 triliun tetapi sampai sekarang masih sepi penumpang.

Alokasi subsidi LRT Palembang pada 2020 disebut mencapai Rp180 miliar, naik dari tahun ini Rp123 miliar. Sejak beroperasi komersial, LRT Palembang hanya mengantongi pendapatan Rp1,1 miliar per bulan, sedangkan biaya operasionalnya mencapai Rp10 miliar. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Erick Thohir tanggapi santai teror terkait Jiwasraya dan Asabri
Jumat, 17 Januari 2020 - 21:10 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menganggap teror dan ancaman yang menghampirinya terka...
Kemendag pasarkan produk Jambi ke mancanegara
Jumat, 17 Januari 2020 - 20:41 WIB
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mendorong ekspansi produk ekspor asal Jambi.
Rupiah spot melemah tipis ke Rp 13.645 per dolar AS 
Jumat, 17 Januari 2020 - 18:14 WIB
Rupiah spot bergerak sideways. Mengutip Bloomberg, Jumat (17/1), rupiah di pasar spot ditutup melema...
Ekonom ingatkan Rupiah jangan dibiarkan menguat terlalu cepat 
Jumat, 17 Januari 2020 - 17:16 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus berada dalam tren penguatan, janga...
IHSG ditutup menguat meski terus bergerak di zona merah
Jumat, 17 Januari 2020 - 17:07 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan Jumat (17/1). IHSG n...
Pertamina dorong pembangunan Jobber dan SPBU di 6 Kabupaten Pegunungan Tengah Papua
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:08 WIB
PT Pertamina (Persero) dan anak perusahaan PT Patra Logistik, dan 6 Kepala Daerah Wilayah Pegunungan...
IHSG turun 0,17% ke 6.275 pada akhir perdagangan sesi I hari ini
Jumat, 17 Januari 2020 - 13:38 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 10,38 poin atau 0,17% ke 6.275,66 pada akhir perdagangan ...
Anggota DPR harapkan SKK Migas ringankan harga gas industri
Jumat, 17 Januari 2020 - 11:47 WIB
Anggota Komisi VII DPR Kardaya Warnika mengharapkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hul...
Jadi andalan nasional, berapa capaian ekspor industri pengolahan?
Jumat, 17 Januari 2020 - 11:36 WIB
Industri pengolahan konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasio...
Kemendag berupaya tingkatkan ekspor ke Polandia
Jumat, 17 Januari 2020 - 11:05 WIB
Kementerian Perdagangan akan terus bekerja sama dengan seluruh perwakilan Indonesia di negara-negara...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV