IKM batik di Jawa Timur didorong terapkan SNI
Elshinta
Senin, 09 Desember 2019 - 16:06 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Sigit Kurniawan
IKM batik di Jawa Timur didorong terapkan SNI
IKM batik di Jawa Timur didorong terapkan SNI. Sumber foto: istimewa

Elshinta.com - Batik merupakan produk budaya bangsa Indonesia yang terus berkembang. Sebagai budaya bangsa, batik harus terus dikembangkan agar tidak tergerus oleh waktu. Standardisasi batik merupakan tools untuk menjamin kelestarian batik.

Oleh karenanya, Badan Standardisasi Nasional (BSN) terus mendorong industri batik di Indonesia untuk menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Seperti yang saat ini dilakukan untuk 5 Industri Kecil Menengah (IKM) batik di Jawa Timur. BSN melakukan pembinaan terhadap industri tersebut hingga meraih SNI.

Kepala Kantor Layanan Teknis (KLT) BSN Wilayah Jawa Timur, Yuniar Wahyudi menerangkan, agar proses pembinaan berjalan efektif, BSN juga menggandeng pemangku kepentingan di Jawa Timur.

“Dari 5 IKM batik di Jawa Timur yang dibina, 2 di antaranya merupakan sinergi dengan PT  Petrokimia Gresik dan telah sukses mendapatkan SPPT SNI berdasarkan SNI 8302:2016, batik tulis – kain – ciri, syarat mutu, dan metode uji, yaitu UD Vatur Jaya dan UD Zulpah Batik Madura,” jelas Yuniar.

SPPT SNI atau Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI diterbitkan setelah melalui serangkaian proses sertifikasi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LsPro) yang sudah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Hingga akhir tahun 2018, tercatat ada 9.824 perajin/IKM Batik yang tersebar berbagai daerah di wilayah Jawa Timur, dengan daya serap mencapai 29.571 tenaga kerja.

“Jumlah IKM terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data, tren peningkatan jumlah IKM Batik rata-rata 3-5 persen per tahun dengan daerah penyebaran terutama di daerah-daerah yang dikenal memiliki kekhasan motif batik antara lain Madura, Tuban, Tulungagung dan Banyuwangi,” ujarnya.

Dengan perkembangan zaman, dimana pemahaman umum tentang batik menjadi beragam, maka di setiap daerah pun, IKM batik memiliki ragam motif yang bermacam-macam dan memiliki identitas masing-masing. Pertimbangan ekonomi dan industrialisasi batik tak pelak memunculkan teknologi proses baru yang sedikit melenceng dari konsep awal batik, sehingga muncul produk-produk tiruan batik.

“Berkaitan itu, BSN menyusun SNI 0239:2014 tentang pengertian dan istilah-istilah batik, agar ada kesamaan persepsi masyarakat tentang batik. Berdasarkan SNI 0239:2014, batik dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi. Kesemuanya memiliki ciri khas masing-masing,” tambah Yuniar.

Dalam SNI juga mempersyaratkan mutu batik. Seperti dalam SNI 8302:2016, ciri-ciri batik tulis di antaranya berbau malam serta terdapat rembesan warna yang disebabkan tipisnya goresan malam. “Adanya rembesan warna dalam batik tidak selamanya negatif. Justru itu merupakan ciri khas batik tulis,” sahutnya.

Berdasar SNI 8302:2016, batik tulis harus kuat dan tidak mudah sobek dan harus tahan luntur warna. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan SNI dapat menjamin keaslian dan kualitas batik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Angkat produk lokal, Kemenkop UKM gandeng artis Raffi Ahmad
Rabu, 04 Maret 2020 - 11:24 WIB
Raffi ingin mengajak pelaku UMKM khususnya yang muda-muda ini mengikuti dan menggunakan digital seb...
Dear UKM! Ini pentingnya mendefinisikan bisnis Anda
Rabu, 12 Februari 2020 - 14:15 WIB
Mendefinisikan bisnis Anda itu penting karena hal itu mencakup gerak langkah yang akan Anda lakukan ...
Cari nama brand yang jitu untuk memikat pasar, bagaimana caranya?
Jumat, 07 Februari 2020 - 10:32 WIB
Brand adalah sebuah identitas penting bagi sebuah produk. Namun tak jarang para pelaku usaha seringk...
Trik bisnis kuliner, kedepankan variasi hidangan atau suasana?
Kamis, 06 Februari 2020 - 15:15 WIB
Bisnis kuliner adalah bisnis selera. Atas dasar itu, sangat disarankan, sekalipun menu kuliner Anda ...
Soal modal dan SDM yang sering jadi masalah dalam bisnis
Selasa, 28 Januari 2020 - 12:33 WIB
Dalam bisnis, peranan SDM cukup berpengaruh karena pemahaman SDM-lah yang menjadi scrub dan gigi unt...
Pengusaha Asep Sulaeman: Doa bersama di lokasi tambang akan jadi agenda rutin
Minggu, 26 Januari 2020 - 09:51 WIB
SEAM Group menggelar sebuah acara di salah satu site milik mereka yaitu site MP (Marwan Putra). Mena...
Santripreneur, program Kemenperin cetak wirausaha muda baru di lingkungan pesantren
Kamis, 23 Januari 2020 - 10:06 WIB
Kementerian Perindustrian berhasil mencetak wirausaha industri baru dari lingkungan pondok pesantre...
Ikuti tren bisnis, jangan sekadar meniru tapi lakukan juga…
Selasa, 21 Januari 2020 - 17:07 WIB
Tren dalam bisnis itu penting, karena hal itu menunjukkan arah orientasi kegandrungan konsumen kalau...
Wahai UKM! Jika bisnis Anda maju, jangan terlalu bernafsu buka outlet baru. Ini alasannya
Selasa, 21 Januari 2020 - 08:43 WIB
Permodalan itu urusan klasik dan nafsu sebagai pebisnis akan selalu ingin cepat berkembang oleh kare...
Penulis buku Master Secret Instagram 4.0 donasikan keuntungan
Senin, 20 Januari 2020 - 15:11 WIB
Sebuah buku yang ditulis oleh pebisnis handal yang sudah menghasilkan puluhan miliar dari Instagram,...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)