Atasi banjir bandang, ini langkah Bupati Bandung
Elshinta
Senin, 09 Desember 2019 - 18:39 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Atasi banjir bandang, ini langkah Bupati Bandung
Foto: Titik Mulyana/Radio Elshinta

Elshinta.com - Bupati Bandung H. Dadang M. Naser rencananya akan membuat peraturan bupati (perbup) tentang pola tanam. Ia menilai, perbup tersebut perlu dikeluarkan menyusul kejadian banjir bandang di Desa Cibeureum Kertasari.

“Kami akan lahirkan perbup tentang pola tanam. Buat yang menanam di lahan PT. Perhutani dan PTPN tanpa sabuk gunung atau menanam tanpa berwawasan lingkungan, akan kita cabut hak garapnya melalui perbup tersebut,” ungkap Bupati Dadang Naser usai menghadiri acara Peresmian Polresta Bandung di Soreang, Senin (9/12).

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan satuan tugas (satgas) Citarum Harum dan musyawarah pimpinan kecamatan (muspika), untuk menyosialisasikan pola tanam yang baik kepada masyarakat petani, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Titik Mulyana.

“Terutama kepada mereka yang menggarap lahan di ketinggian, baik di wilayah utara maupun selatan Kabupaten Bandung. Bersama satgas kita terus sosialisasikan secara utuh, memang untuk sabuk gunung ada biaya tambahan, tapi itulah kearifan bertani dengan wawasan lingkungan,” tutur bupati.

Bencana yang terjadi pada hari Jumat (6/12) lalu, menurutnya, jelas karena kesalahan pola tanam. Banyak ia temukan lahan di kemiringan, tidak memiliki sabuk gunung. 

“Bukan hanya bikin sabuk gunung, tapi juga harus ada tanamannya. Misalnya kaliandra, rumput gajah, odot, kopi dan tanaman keras lainnya. Saya mengerti, petani sayur menebang pohon yang tinggi karena takut kekurangan cahaya matahari untuk tanamannya. Makanya tanaman kerasnya bisa dipendekkan, kopi bisa dibonsai hingga tingginya hanya 1-2 meter,” terangnya.

Pada waktu bersamaan, Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan (Ekjah) Kabupaten Bandung H. Marlan mengatakan, mulai tahun 2020 akan ada penegakan hukum secara terkoordinasi antara pemerintah daerah, aparat hukum, kejaksaan maupun TNI/Polri, terhadap kondisi lahan di Kawasan Bandung Utara (KBU) yang saat ini sangat kritis.

Hal itu disampaikan Asisten Ekjah saat menghadiri acara Gerakan Nasional Pemulihan DAS 2019 di Desa Cimenyan Kecamatan Cimenyan. Kegiatan tersebut, ungkap dia, dilakukan dalam rangka mendukung Program Citarum Harum, terutama untuk menghijaukan kembali lahan-lahan kritis di Jawa Barat (Jabar). 

“Dalam kegiatan ini juga diluncurkan aplikasi e-tanam, untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam menanam pohon,” ungkap Asisten Ekjah di sela-sela acara.

Dengan aplikasi ini, tutur Marlan, masyarakat dapat mengetahui informasi titik-titik lahan kritis di Jabar melalui peta digital. Sehingga seluruh masyarakat bisa berkontribusi dalam penanaman kembali, pemeliharaan dan pelestarian lahan, serta menambah tutupan lahan hutan untuk mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor.

“Terkait gerakan penanaman pohon ini, kami sudah bergerak lebih awal dengan gerakan bulan menanam yang hampir kami lakukan setiap bulannya. Bahkan bulan lalu juga dilakukan di Puncak Bintang Kecamatan Cimenyan, bersama-sama dengan Karang Taruna melalui program Katalis (Karang Taruna Cinta Lingkungan Sabilulungan). Pada prinsipnya kami sangat mendukung penanaman pohon di KBU (Kawasan Bandung Utara), dan ini sebagai salah satu tanggungjawab kami,” ucap Marlan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sampit rawan virus corona karena ada kapal masuk dari Tiongkok
Minggu, 26 Januari 2020 - 18:15 WIB
Kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas III Sam...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek sore ini
Minggu, 26 Januari 2020 - 17:40 WIB
Peringatan dini cuaca Jabodetabek pada Minggu (26/1) pukul 16.20 WIB masih berpotensi terjadi hujan ...
PT RUM izinkan warga lihat IPL
Minggu, 26 Januari 2020 - 16:52 WIB
Pabrik pengolahan serat rayon PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Kabupate...
Ini jawaban Tjahjo Kumolo soal penghapusan honorer ASN
Minggu, 26 Januari 2020 - 16:31 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, memberi jawaban soal isu p...
Tak punya ruang isolasi, RSUD ZUS belum bisa tangani pasien corona
Minggu, 26 Januari 2020 - 16:19 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainal Umar Siddiki (RSUD ZUS) di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo ti...
Peranan guru sangat penting untuk peningkatan kualitas SDM bangsa
Minggu, 26 Januari 2020 - 15:59 WIB
Peran guru sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bangsa, dan me...
Sensus Penduduk 2020 akan dimulai Februari secara online dan tradisional
Minggu, 26 Januari 2020 - 15:38 WIB
Sensus Penduduk 2020 menuju satu data kependudukan secara serantak akan segera dilaksanakan diseluru...
Aliran listrik di Dayeuhkolot Kab Bandung dipadamkan terkait banjir
Minggu, 26 Januari 2020 - 15:27 WIB
Aliran listrik di wilayah banjir  yang berada di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Bar...
Peringatan dini cuaca Jawa Barat sore ini
Minggu, 26 Januari 2020 - 15:15 WIB
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Jawa Barat pada Minggu (26/1).
Menkes tegaskan tidak ada penderita virus corona
Minggu, 26 Januari 2020 - 14:59 WIB
Menteri Kesehatan Letjen TNI (Purn) DR dr Terawan Agus Putranto,Sp Rad (K) menegaskan tidak ada pend...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV