Presiden Jokowi soroti empat hal pembangunan infrastruktur
Elshinta
Selasa, 10 Desember 2019 - 19:39 WIB |
Presiden Jokowi soroti empat hal pembangunan infrastruktur
Sumber Foto: https://bit.ly/2YwaVp9

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menyoroti empat hal dalam proses pembangunan infrastruktur agar dapat mengejar ketertinggalan pembangunan dari negara-negara lain.

"Pertama saya ingatkan pembangunan infrastruktur harus difokuskan kepada konektivitas di sepanjang rantai pasok yang menghubungkan pasar dengan sentra-sentra produksi rakyat mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, industri, termasuk di dalamnya UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah)," kata Presiden Jokowi di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (10/12).

Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas (ratas) dengan topik "Akselerasi Implementasi Program Infrastruktur". Ratas itu juga dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan para menteri kabinet Indonesia Maju.

"Sehingga infrastruktur yang kita bangun betul-betul memiliki dampak pada indeks logistik perform kita serta memiliki dampak pada peningkatan daya saing produk-produk ekspor negara kita," tambah Presiden.

Hal kedua yang ditekankan Presiden Jokowi adalah meneruskan pembangunan modernisasi moda transportasi massal.

"Seperti MRT (mass rapid transportation), LRT (light rapid transportation), dan juga kereta cepat terutama di kota-kota besar agar keseluruhan dari sistem transportasi di kota-kota besar semakin efisien, ramah lingkungan dan terkoneksi secara menyeluruh," ungkap Presiden.

Penekanan ketiga adalah perbaikan manajemen rantai pasok konstruksi. "Saya juga minta dilakukan pembenahan terus-menerus pada manajemen rantai pasok konstruksi, mulai dari penyiapan SDM, peralatan, material, inovasi, teknologi, dan pendanaan," ujar Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, masih ada celah antara suplai dan permintaan material konstruksi. "Misalnya kebutuhan aspal sebesar 650 ribu ton baru terpenuhi 70 persen kemudian kebutuhan baja 9 juta ton baru terpenuhi 60 persen, artinya kita perlu memperkuat industri pendukung infrastruktur," ungkap Presiden.

Ia juga menegaskan bahwa tidak mungkin semua infrastruktur dibiayai APBN.

"Oleh karena itu kita tawarkan model pembiayaan kreatif, baik investing seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), lalu juga Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA). Karena itu ekosistem investasi di seluruh sektor infrastruktur harus segera diperbaiki sehingga memiliki daya tarik dan daya saing investasi yang semakin baik," jelas Presiden.

Hal keempat adalah perintah Presiden Jokowi agar BUMN tidak mengambil semua proyek BUMN. "Saya ingatkan kembali agar proyek-proyek infrastruktur semuanya jangan diambil oleh BUMN. Ini penting digarisbawahi, dari proyek yang besar-besar sampai kecil-kecil sering kali bukan hanya melibatkan anak BUMN tapi juga sampai ke cucu-cucu BUMN," ungkap Presiden.

Presiden meminta agar BUMN memberikan ruang lebih luas pada swasta, pengusaha lokal hingga pengusaha kecil menengah dan tenaga kerja lokal agar terlibat dalam pembangunan infrastruktur.

"Saya yakin semangat kolaboratif kita mampu mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur di tanah air," tegas Presiden, dikutip Antara. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dua lokasi HBKB di Jaktim ditiadakan karena COVID-19
Minggu, 09 Agustus 2020 - 12:29 WIB
Sebanyak dua lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jakarta Timur, Ahad pagi,  terpaksa dit...
BMKG prakirakan sebagian wilayah Jakarta hujan pada Sabtu malam
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 11:28 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah DKI Jakarta...
40 warga terjaring OK Prend di Terminal Kampung Melayu
Jumat, 07 Agustus 2020 - 20:56 WIB
Petugas gabungan menggelar Operasi Kepatuhan Peraturan Daerah (OK Prend) di Terminal Kampung Melayu,...
Hari ini terakhir sosialisasi ganjil genap, penindakan dilakukan Senin pekan depan
Jumat, 07 Agustus 2020 - 08:50 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menunda penerapan penindakan sistem ganjil genap di ruas jal...
Kamis, Jakarta catat penambahan kasus positif COVID-19 tertinggi
Jumat, 07 Agustus 2020 - 08:36 WIB
Wilayah DKI Jakarta mencatatkan lonjakan penambahan kasus positif Coronavirus Disease 2019 (COVID-19...
90 persen pusat perbelanjaan di Jakbar sudah gunakan KBRL 
Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:45 WIB
Monitoring penggunaan kantong belanja ramah lingkungan (KBRL) terus dilakukan Suku Dinas Lingkungan ...
Operasi Patuh Jaya 2020 catat 99.835 pelanggar dalam dua pekan
Kamis, 06 Agustus 2020 - 15:39 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat telah menindak 99.835 pelanggar atau pengendara ken...
Kementerian Kominfo kembali raih predikat WTP dari BPK
Kamis, 06 Agustus 2020 - 14:39 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian...
Pemerintah akan berikan Rp2,4 juta untuk pekerja bergaji di bawah Rp5 juta
Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:41 WIB
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan pemerintah akan...
Presiden Jokowi: 8 bandara berpotensi jadi hub akselerasi pariwisata
Kamis, 06 Agustus 2020 - 12:21 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencatat terdapat delapan bandar udara (bandara) internasional di Indo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV