Riksa Budaya, pelestarian tiga kekuatan budaya di Jawa Barat
Elshinta
Rabu, 11 Desember 2019 - 20:41 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Riksa Budaya, pelestarian tiga kekuatan budaya di Jawa Barat
Riksa Budaya, pelestarian tiga kekuatan budaya di Jawa Barat. Foto: Yohanes Charles/elshinta.com.

Elshinta.com - Provinsi Jawa Barat (Jabar) memiliki tiga kekuatan budaya, yaitu Betawian, Sunda Priangan, dan Cirebonan. Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar pun berkomitmen untuk terus melestarikan tiga keunikan seni budaya khas tiga zona budaya itu agar tak luntur dimakan zaman.

Menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, budaya dapat menunjukkan identitas siapa kita. Emil — sapaan akrab gubernur, menuturkan bahwa Jawa Barat harus memiliki ciri khas, tidak boleh mirip bahkan harus berbeda dengan daerah atau banga lain.

“Kami ingin berbeda karena budaya adalah siapa kita. Cara kita bertutur, cara kita berlisan, cara kita berpakaian, cara kita menghormati alam, manusia, dan Tuhan adalah identitas kita,” ujar Emil dalam sambutannya di acara Riksa Budaya Jawa Barat yang kali ini digelar di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Rabu (11/12).

“Itulah kenapa kita membuat program Riksa Budaya,” tambahnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Yohanes Charles.

Sebelumnya Pemda Provinsi Jabar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) berkeliling mengajak semua elemen masyarakat menggelar berbagai kreativitas seni dan budaya khas daerahnya masing-masing, seperti di Ciamis, Subang, dan Sukabumi.

Indramayu menjadi daerah terkakhir di tahun ini untuk menampilkan berbagai pesona kesenian dan budaya khas Panturaan. “Kita bersemangat agar tiga budaya ini tidak boleh hilang dan harus lestari, karena budaya adalah identitas siapa kita,” tutur Emil.

“Kita tidak ingin mereduksi pembangunan Jawa Barat hanya urusan membangun jalan, jembatan, dan lain-lain. Tapi juga membangun batin, agamanya, budayanya kita perkuat,” lanjutnya.

Emil menambahkan, bahwa komitmen Pemda Provinsi Jawa Barat akan diperkuat dengan pemanfaatan halaman belakang Gedung Sate mulai tahun depan. Lokasi itu nantinya akan digunakan untuk berbagai kegiatan dan pertunjukkan seni budaya dari 27 kabupaten/kota yang ada di Jabar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Satpol PP Jepara gencarkan razia anak punk 
Selasa, 21 Januari 2020 - 20:53 WIB
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, gencarkan razia terhadap anak punk di seju...
Kasultanan Karaton Pajang bukan bagian situs Jaka Tingkir
Selasa, 21 Januari 2020 - 20:23 WIB
Pengelola petilasan Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya memastikan tidak memiliki keterkaitan dengan...
Polsek Medan Timur siap amankan perayaan Imlek Tahun 2020
Selasa, 21 Januari 2020 - 19:37 WIB
Polsek Medan Timur, Polrestabes Medan siap memberikan pengamanan dan mengamankan rumah ibadah vihara...
 Lestarikan budaya, PMKK Langkat gelar kenduri di Rumah Banjar
Selasa, 21 Januari 2020 - 17:28 WIB
Selain sebuah kebanggaan, hal ini juga sebagai bukti di Langkat yang memiliki 14 etnis suku bangsa d...
Pemerintah siapkan tambahan paket makanan untuk jamaah haji 
Selasa, 21 Januari 2020 - 16:55 WIB
Pemerintah tahun ini menyiapkan paket makanan tambahan untuk jamaah haji selama pelaksanaan ibadah h...
 Pemerintah harus bijak sikapi soal `Kerajaan` di Indonesia
Selasa, 21 Januari 2020 - 14:37 WIB
Di tengah maraknya fenomena `Kerajaaan` di Indonesia, bagi Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan ...
Jokowi merasa tidak `dibentak` orang NTT
Selasa, 21 Januari 2020 - 10:59 WIB
Presiden Joko Widodo mengaku tidak merasa `dibentak` oleh orang Nusa Tenggara Timur (NTT) saat peray...
Siasati ajakan aliran sesat, MUI Lumajang minta warga lebih hati-hati
Senin, 20 Januari 2020 - 18:36 WIB
`Merupakan imbauan kami MUI Kabupaten Lumajang agar masyarakat tidak mudah terbawa oleh paham paham ...
Pendiri MER-C dr Joserizal Jurnalis meninggal dunia
Senin, 20 Januari 2020 - 07:11 WIB
Innalillaahi wa inna ilaihi roojiuun, kabar duka datang dari MER-C. Pendiri sekaligus Dewan Pembina ...
Polres Klaten klarifikasi pengikut Keraton Agung Sejagat
Jumat, 17 Januari 2020 - 20:54 WIB
Polres Klaten telah mengklarifikasi para pengikut anggota Keraton Agung Sejagat, ada puluhan orang y...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV