Banner imlek 2020 Banner imlek 2020
Legislatif dorong potensi wisata untuk entaskan kemiskinan di DIY
Elshinta
Kamis, 12 Desember 2019 - 17:07 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Legislatif dorong potensi wisata untuk entaskan kemiskinan di DIY
Obyek wisata Seribu Batu Songgo Langit, Mangunan, Bantul, DIY. Foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Angka kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini masih tergolong tinggi bahkan diatas angka nasional. DPRD DIY mendorong agar banyaknya potensi pariwisata yang ada di DIY mampu menjadi bagian untuk mengentaskan kemiskinan.

Wakil Ketua DPRD DIY, Suharwanta mengatakan DIY masih menjadi urutan ke 8 tingkat kemiskinan di Indonesia. Angka kemiskinan di DIY yaitu pada angka 11,7%. Angka tersebut diatas angka kemiskinan rata-rata nasional yaitu 9,4%. Kemiskinan di DIY harusnya bisa dientaskan diantaranya dengan memaksimalkan potensi-potensi wisata yang cukup banyak di DIY.

"Potensi wisata harus menjadi bagian dari kekuatan kita untuk mengentaskan kemiskinan di DIY ini," kata Suharwanta pada Forum Diskusi Wartawan di obyek wisata Seribu Batu Songgo Langit, Mangunan, Bantul, DIY, Rabu (11/12).

Ia mencontohkan di wilayah Mangunan dan Dlingo Bantul yang sekarang banyak dibuka obyek wisata, kondisi ekonomi masyarakatnya mengalami peningkatan. Dlingo dan Mangunan di Kabupaten Bantul pada tahun-tahun yang lalu masuk dalam 15 kantong kemiskinan di DIY. Namun sekarang, setelah digarapnya potensi-potensi wisata di Dlingo dan Mangunan maka kini sudah lepas dari 15 kantong kemiskinan tersebut. 

"Salah satu kontribusi besar pariwisata di Dlingo dan Mangunan, 3 atau 4 tahun yang lalu di Dlingo dan Mangunan ini nasabahnya npaling bandel di lembaga keungan mikro, artinya kalau pinjam itu ngansurnya susah, tabunganya juga paling sedkit. Tapi sekarang, nasabah dari sini paling lancar angsuranya dan paling tinggi tabunganya. Artinya dari sisi ekonomi secara real ini kelihatan kontribusi pariwasata yang signifikan di Mangunan dan Dlingo ini," katanya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo. Kamis (12/12).

Pengelola wisata Seribu Batu Songgo Langit Bantul, Aris Purwanto mengatakan, wisata Songgo Langit mulai dibuka pada tahun 2016 oleh warga masyarakat dusun Sukorame dimana 50% nya adalah kelompok tani hutan. Pada awalnya dibuat rumah hobbit, rumah seribu kayu dan spot-spot foto yang saat mulai boming. Saat itu, pariwisata sedang trend untuk foto-foto selfie. Namun sekaran trend wisata sudah bergeser tidak sekedar foto-foto selfie namung something to do.

"Sekarang ada kegiatan ngecamp maka kita di sni ada Glamour Camping," kata Aris.

Untuk meningkatkan daya tarik wisatawan, maka ada pendampingan karangtaruna untuk menampilkan kegiatan kebudayaan. Dari tahun-tahun, menurutnya kunjungan wisatawan terus meningkat. Agar tidak ada oknum yang melakukan tindakan seperti menaikan harga semaunya atau pungli, maka paguyuban melakukan tindakan tigas yaitu pencabutan ijin.

"Selama ini disini tidak ada yang nuthuk (menaikan harga semaunya), jangan sampai ada yang ngemplang pada wisatawan. Resiko kita kasih peringatan ke satu, ke dua, dan ke tiga setelah itu kita tindak tegas untuk tidak disni lagi. Warung kuliner disini sudah ada daftar harganya dan menggunakan nota," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kunjungan kapal pesiar tidak berkontribusi besar bagi Raja Ampat
Jumat, 24 Januari 2020 - 06:56 WIB
Kunjungan kapal pesiar belum sepenuhnya membawa dampak yang baik bagi pemerintah dan masyarakat di K...
Genjot pariwisata Berau, Bandara Kalimarau siapkan transportasi bagi turis
Kamis, 23 Januari 2020 - 08:24 WIB
Sebagai pintu masuk utama untuk menikmati keindahan destinasi wisata di Kabupaten Berau, maka Unit ...
Wisatawan mancanegara lalui Bandara Ngurah Rai Bali tumbuh tiga persen 
Rabu, 22 Januari 2020 - 20:34 WIB
Selama periode bulan Januari hingga Desember tahun 2019 yang lalu, wisatawan mancanegara (wisman) da...
Ketika Negeri Hitler melirik `halal tourism`
Rabu, 22 Januari 2020 - 17:58 WIB
Beberapa negara di Eropa, khususnya Jerman ternyata mulai melirik potensi wisata muslim (halal touri...
 Membidik `halal tourism` di Eropa
Selasa, 21 Januari 2020 - 20:43 WIB
Beberapa negara di Eropa, khususnya Jerman mulai melirik potensi wisata muslim (halal tourism). Ini ...
Bandara YIA beroperasi, Kulon Progo garap Pantai Glagah `go international`
Senin, 20 Januari 2020 - 18:48 WIB
Hadirnya Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo diharapkan meningka...
Disporapar prediksi wisatawan hadiri Cap Go Meh 2020 lebih ramai
Senin, 20 Januari 2020 - 10:47 WIB
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Natalia memprediksi wisatawan yang...
Eks lokalisasi terbesar di Lumajang bakal disulap jadi obyek wisata
Jumat, 17 Januari 2020 - 18:56 WIB
Eks lokalisasi di Sumbersuko, Kabupaten Lumajang Jawa Timur bakal direnovasi dan menjadi obyek wis...
Pulau Karya miliki spot wisata Pantai Cikaya
Kamis, 16 Januari 2020 - 17:57 WIB
Kawasan timur Pulau Karya, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara kini dijadikan spot wisa...
Nikmati eksotis lereng Gunung Semeru pengunjung tak perlu bayar tiket
Minggu, 12 Januari 2020 - 10:14 WIB
Objek wisata alam yang dikembangakan di wilayah lereng gunung Semeru oleh Kelompok Sadar Wisata (Pok...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV