Yuk, ketahui kebutuhan zat besi harian Anda
Elshinta
Jumat, 13 Desember 2019 - 09:53 WIB |
 Yuk, ketahui kebutuhan zat besi harian Anda
Ilustrasi. Sumber Foto:https://bit.ly/35hihzl

Elshinta.com - Kebutuhan zat besi disesuaikan dengan usia seseorang dan biasanya semakin bertambah seiring pertambahan usia.

Mengutip Antara dari Healthline, bayi hingga usia 6 bulan membutuhkan sekitar 0,27 miligram, usia 7-12 bulan kebutuhannya menjadi 11 miligram.

Kemudian, anak berusia 1-3 tahun membutuhkan 7 miligram zat besi, usia 4-8 tahun kebutuhannya menjadi 10 miligram, dan saat usianya mencapai 9-13 tahun asupannya menjadi 8 miligram per hari.

Saat dewasa, kebutuhan zat besi per hari menjadi 18 miligram. Sementara untuk wanita hamil, kebutuhannya lebih tinggi yakni 27 miligram per hari.

Melalui sumber makanan, seseorang tidak mungkin kelebihan zat besi, asalkan dia mengetahui batas yang dapat ditoleransi (UL) yakni sekitar 40- 45 mg per hari.

Gejala kekurangan dan kelebihan

Seseorang yang kekurangan zat besi sering merasa lelah, lemah, terlihat pucat, gelisah, mudah memar, tangan atau kaki menjadi dingin dan memiliki kuku rapuh dalam beberapa kasus.

Kondisi lain yang bisa terjadi saat seseorang kekurangan zat besi, anemia defisiensi besi. Kondisi ini bisa dialami bayi, wanita hamil dan remaja. Anak yang kekurangan zat besi tidak bertambah gemuk, sering sakit, pucat dan terlihat lelah.

Ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi, mak pembentukan sel darah merah baru akan terhambat.

Sebaliknya, tanda terlalu banyak zat besi seperti nyeri sendi, mudah jatuh sakit dan perubahan warna kulit. Transfusi darah juga dapat menyebabkan terlalu banyak konten zat besi terakumulasi.

Fungsi zat besi

Zat besi adalah nutrisi penting karena mengikat protein hemoglobin dan membantu mengangkut sel darah merah dari paru-paru ke berbagai bagian tubuh.

Zat ini terdiri dari dua yakni zat besi heme yang ditemukan dalam protein hewani dan zat besi non-heme yang bersumber dari sayuran dan kacang hijau. Dari keduanya, zat besi heme dapat dengan mudah diserap oleh tubuh secara komparatif.

Metabolisme zat besi berbeda karena tubuh menggunakan kembali dan mendaur ulang nutrisi tanpa mengeluarkannya, itulah sebabnya kelebihan zat besi bisa menjadi perhatian serius.

Zat besi dapat menjadi racun bagi jantung dan hati Anda hanya melalui transfusi darah dan hemochromatosis, suatu kondisi di mana zat besi diserap ke dalam saluran pencernaan. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menurunnya sistem imun sebabkan rentan sakit saat tua 
Selasa, 21 Januari 2020 - 21:11 WIB
Kepala HayandraLab dr Komang A Wahyuningsih M Biomed (AAM) SpDLP mengatakan sistem imun yang semakin...
 RS UMM tambah tiga layanan untuk pasien 
Selasa, 21 Januari 2020 - 14:47 WIB
Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM), Jawa Timur kini dilengkapi tiga sarana penunj...
Melalui `Gowes Bersama`, Kapolresta Bandung gaungkan pola hidup sehat 
Jumat, 17 Januari 2020 - 19:16 WIB
Seperti istilah Men Sana In Corpore Sano yang berarti di dalam raga yang sehat terdapat raga yang ku...
Bupati Langkat ajak <i>stakeholder</i> cegah stunting
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:36 WIB
Bupati Langkat, Sumatera Utara, mengajak keterlibatan semua pemangku kepentingan (stakeholder) di Ka...
Perlu diluruskan, Kemenkes: Ada pemahaman yang salah soal rokok elektronik
Kamis, 16 Januari 2020 - 10:06 WIB
Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan, Alexander K Ginting menga...
Khasiat jamur untuk penderita diabetes
Selasa, 14 Januari 2020 - 09:16 WIB
Jamur rendah kalori sehingga bisa menjadi pilihan menu makanan atau bahkan camilan sehat para penyan...
Terpapar polusi udara berisiko kena skizofrenia
Minggu, 12 Januari 2020 - 08:29 WIB
Polusi udara mempengaruhi kesehatan fisik dan hasil penelitian dalam jurnal JAMA Network Open menyim...
Menkes minta warga Indonesia waspada penyakit pneumonia berat di Tiongkok
Sabtu, 11 Januari 2020 - 13:39 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta warga Indonesia untuk waspada terhadap penyakit pneu...
Antisipasi peredaran narkoba, Polsek Medan Timur dirikan `Posko Sumut Bersih Narkoba`
Kamis, 09 Januari 2020 - 20:34 WIB
Polsek Medan Timur Polrestabes Medan mendirikan Posko Sumut Bersih Narkoba (Bersinar) di kawasan Lin...
Kemenkes selidiki kemungkinan kasus pneumonia berat di Indonesia
Rabu, 08 Januari 2020 - 09:59 WIB
Kementerian Kesehatan berupaya untuk menyelidiki dan meneliti kemungkinan adanya kasus baru pnemuoni...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV