Istri korban banjir bandang Kulawi selamat karena tidak ada di rumah
Elshinta
Jumat, 13 Desember 2019 - 11:34 WIB |
Istri korban banjir bandang Kulawi selamat karena tidak ada di rumah
Sumber Foto: https://bit.ly/38zvDsT

Elshinta.com - Deice, istri Yan (50), korban meninggal dunia akibat tertimbun lumpur dalam rumahnya di Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah saat banjir bandang terjadi pada Kamis malam (12/12), menyatakan ia selamat dari musibah alam itu karena sedang tidak ada dalam rumahnya.

"Saya kebetulan sedang ke Kota Palu saat bencana alam banjir bandang dan lumpur menerjang permukiman penduduk di Desa Bolapapu," katanya, Jumat (13/12

Istri rohaniawan tersebut menuturkan sebelumnya, ia pergi ke Kota Palu meninggalkan suami dan anaknya di rumah karena hendak berbelanja berbagai kebutuhan Natal.

Kebetulan, nanti hari Sabtu (14/12) kami akan melaksanakan natalan di gereja. Itu sebabnya saya pergi ke Palu untuk membeli berbagai keperluan perayaan Natal.

"Jika tidak ke Palu, tidak tahu apa yang akan terjadi pada saya. Kemungkinan besar, jika tidak ke Kota Palu,bisa-bisa saya juga termasuk menjadi korban. Tapi semuanya itu sudah kehendak Tuhan.siapa pun kita tidak bisa menolak kalau sudah waktunya untuk pergi selama-lamanya," ujarnya.

Menurut dia, tidak ada sama sekali tanda-tanda bahwa suami dan anaknya akan dipanggil Tuhan dengan cara seperti itu.

Suaminya Yan (50) dan anaknya Rizki (10) tahun meninggal karena terperangkap dalam rumah saat banjir bandang menghajar permukiman mereka pada Kamis malam (12/12) sekitar pukul 19.00WITA.

Dia mengaku sangat kaget dan merasa hampir tidak percaya akan bencana alam banjir yang menewaskan suami dan anak yang sangat dikasihinya itu. "Saya ketika mendengar peristiwa naas itu seperti mau berteriak keras, sebab hal tersebut tidak pernah terlintas dalam benaknya," kata dia.

Apalagi, bencana banjir terjadi di saat menghadapi Natal dan Tahun Baru. "Saya benar-benar merasa sangat kehilangan. Namun semuanya sudah atas kehendak Yang Maha Kuasa," tuturnya, seperti dikutip Antara.

Suami juga adalah seorang rohaniawan yang baru sekitar dua bulan ini dipercayakan oleh pimpinannya sebagai seorang pelayan Tuhan (pendeta) di Desa Bolapapu. "Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang mengambilnya," kata dia mengutip salah satu natz firman Tuhan (alkitab).

Ia sangat percaya, bahwa suami dan anak terkasih, mereka berdua sudah berada di pangkuan Allah Bapa di sorga. "Selamat jalan papa, selamat jalan anakku sampai kita bertemu di sorga," itulah ungkapan hati yang tulus dari Ny Dorje, istri korban banjir bandang yang meninggal dunia saat bencana alam itu menerjang Desa Bolapapu pada 12 Desember 2019 pukul 19.00 WITA.

Selain menelan korban jiwa dua orang, puluhan rumah rusak terkubur lumpur dan banyak warga kehilangan rumah dan harta benda. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Heboh suara dentuman di malam hari, ini penjelasan BMKG
Senin, 21 September 2020 - 08:23 WIB
Sejumlah warga dan netizen dari Jakarta Selatan dan Jakarta Timur melaporkan adanya suara dentuman y...
BNPB: Longsor di Sorong-Papua Barat, satu warga meninggal
Sabtu, 19 September 2020 - 16:17 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB...
28 desa di Kabupaten Bogor dilanda kekeringan 
Kamis, 17 September 2020 - 07:50 WIB
Sebanyak 28 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilanda kekeringan, sebagai dampak ...
Masyarakat diimbau tetap waspada meski banjir Kotawaringin Timur mulai surut
Kamis, 17 September 2020 - 07:35 WIB
Banjir yang merendam beberapa kecamatan di Provinsi Kalimantan Tengah telah mulai surut, Rabu (16/9)...
BNPB: 720 jiwa mengungsi akibat banjir di Melawi Kalbar
Rabu, 16 September 2020 - 21:44 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)...
Longsor di Jagakarsa sebabkan lima warung makan alami kerusakan
Rabu, 16 September 2020 - 14:15 WIB
Longsor akibat hujan deras yang terjadi di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan merusak sedikitnya lim...
1.000 lebih rumah di Gunung Mas terendam banjir
Selasa, 15 September 2020 - 19:56 WIB
Sebanyak 1.000 lebih rumah warga di sembilan kecamatan di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah te...
Kalimantan Tengah tetapkan status tanggap darurat banjir
Selasa, 15 September 2020 - 08:03 WIB
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Tengah Darliansyah menyatakan ...
Masa tanggap darurat banjir Kotawaringin Timur ditetapkan selama dua pekan
Selasa, 15 September 2020 - 07:04 WIB
Banjir yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sejak Senin (6/9) lalu, tela...
Bantu korban banjir, Kapolres Sergai turunkan dua perahu karet dan empat perahu kano 
Senin, 14 September 2020 - 11:32 WIB
Polres Serdang Bedagai turunkan dua perahu karet dan empat perahu kano dalam membantu warga terdampa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV