Satgas Citarum Harum kroscek saluran limbah PT Hakatex
Elshinta
Jumat, 13 Desember 2019 - 15:58 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Satgas Citarum Harum kroscek saluran limbah PT Hakatex
Foto Dudy Supriyadi/Radio Elshinta

Elshinta.com - Jajaran Sektor 21 Satgas Citarum Harum melakukan kroscek terhadap salah satu peusahaan yang berlokasi di Jalan Raya Moh Toha, Kabupaten Bandung. Korcek ini dilakukan Pasi Ops Sektor 21 Letda Saniyo mewakili Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Harum Kol Inf Yusep Sudrajat, Kamis (12/12).

Jajaran Satgas Subsektor 21-5 Cikapundung dilakukan untuk  memastikan adanya pemberitaan bahwa perusahaan tersebut membuang limbah produksi tekstil melalui aliran parit di samping pabrik.

Usai kroscek Satgas Citarum Sektor 21 menilai pemberitaan yang menyebutkan air limbah dibuang melalui selokan tidak benar, karena aliran tersebut juga berasal dari parit yang berlokasi di sekitar pabrik dan digunakan juga oleh warga. 

"Kita bisa lihat tadi di belakang, bahwa pemberitaan yang menduga perusahaan ini membuang limbah melalui selokan tidak benar, karena aliran tersebut dari warga," ujar Letda Saniyo, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudy Supriyadi.

Kroscek dilakukan untuk meluruskan pemberitaan serta  respon terhadap berbagai aduan dan informasi dari warga.

"Kita luruskan pemberitaan yang bersifat simpang siur, kami dari Satgas serta elemen lain selalu berkomitmen untuk mengawasi dan mengontrol setiap perusahaan penghasil limbah cair yang ada di wilayah DAS Citarum, khususnya sektor 21," tegas Letda Saniyo.

Saniyo menegaskan dalam menjalankan tugas dan upaya mengembalikan kelestarian ekosistem DAS Citarum, satgas selalu terbuka bagi pihak manapun, tak terkecuali dengan media. 

"Siapapun wartawan ataupun LSM, silahkan masuk ke perusahaan yang ada di wilayah sektor 21, akan tetapi baiknya didampingi oleh Satgas Citarum Harum, hal ini agar tidak terjadi salah persepsi," ujarnya.

"Kenapa harus didampingi?karena kita satu tim, wartawan, LSM, satgas dan warga adalah satu tim, karena satu tujuan yang sama agar Citarum Harum terwujud, sungai lestari kembali," tegas Saniyo.

Kalaupun ada yang menilai kinerja Sektor 21 kurang baik,  maka hal tersebit lumrah dan yang penting selalu berpikir positif.  "Kami selalu berpikir positif, bahwa apapun yang diberitakan sebagai koreksi untuk membuat kita lebih baik lagi," katanya.

Pimpinan Umum PT Hakatex, Slamet Wiyono menjelaskan aliran parit  itu memang sudah ada sebelum perusahaan berdiri, sehingga  saluran itu hanya digunakan sebagai pembuangan drainase air hujan.

"Selokan itu sebenarnya hanya digunakan sebagai pembuangan drainase air hujan, kita bisa lihat ada pipa pipanya, dan bukan pipa pembuangan limbah," ujarnya.

Limbah cair yang dihasilkan PT Hakatex dibuang melalui pipa yang menuju IPAL Komunal MCAB. Dan sebelum dialirkan ke MCAB, pihak pabrik terlebih dahulu mengolah (pre-treatment) limbah agar sesuai syarat ketentuan kadar limbah sebelum dibuang ke IPAL Komunal. 

Lokasi pre-treatment juga berada jauh dari sekitar parit, yakni sekitar 100 meter. sehingga kecil kemungkinan limbah dibuang ke parit.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Budidayakan ikan lele dan kangkung dalam ember ditengah pandemi Covid-19
Kamis, 28 Mei 2020 - 19:57 WIB
Seorang Kapolsek di Majalengka berhasil membudidayakan ikan lele dan kangkung dalam ember. Hasilnya ...
Menteri LHK namai `Fitri` untuk orang utan di Bogor lahir saat Lebaran
Rabu, 27 Mei 2020 - 20:56 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya memberi nama `Fitri` untuk anak orang uta...
Jalankan protokol kesehatan, program 10 Rumah Aman KSP jadi inspirasi warga Madiun 
Senin, 18 Mei 2020 - 18:37 WIB
Program 10 Rumah Aman yang diinisiasi Kantor Staf Presiden terus berkembang. Di Madiun, Jawa Timur ...
KLHK catat penurunan hotspot di awal 2020 dibandingkan tahun lalu
Jumat, 08 Mei 2020 - 19:12 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat penurunan titik panas (hotspot) dalam per...
KKP tindak tegas perusak ekosistem laut di NTB-Sulteng
Minggu, 26 April 2020 - 15:14 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menindak tegas pelaku destructive fishing atau perusak ekos...
Warga Tarakan pasang portal untuk antisipasi penyebaran COVID-19
Rabu, 15 April 2020 - 19:12 WIB
Sebagai upaya pencegahan dan memutus penularan Corona Virus Disease (COVID-19) di Kota Tarakan. RT 1...
Personel Pamtas Yonif 411 Kostrad dan warga Kampung Kondo gelar karya bakti
Rabu, 01 April 2020 - 10:35 WIB
Sebagai wujud kepedulian terhadap keindahan dan kebersihan kampung, personel TNI Satgas Pamtas RI-PN...
Ajak petani ramah lingkungan, Satgas TMMD ajari pembuatan pupuk cair  
Jumat, 27 Maret 2020 - 18:58 WIB
Pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 107 di Desa Kedungsari kecamatan Gebog K...
Waspada COVID-19, Polsek Soreang bersih-bersih fasilitas umum
Sabtu, 14 Maret 2020 - 12:37 WIB
Jajaran Polsek Soreang Kabupaten Bandung Jawa Barat, melakukan bersih-bersih di sejumlah objek fasil...
Ayo bersama-sama lawan COVID-19!
Jumat, 13 Maret 2020 - 08:06 WIB
 Menteri BUMN, Erick Thohir menyatakan, untuk mencegah penyebaran COVID-19, perlu adanya kesadaran ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV