Mendikbud sebut prestasi tak mungkin ditentukan melalui pilihan ganda
Elshinta
Sabtu, 14 Desember 2019 - 07:17 WIB |
Mendikbud sebut prestasi tak mungkin ditentukan melalui pilihan ganda
 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Sumber Foto: https://bit.ly/35kBhgp

Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan prestasi siswa tidak bisa ditentukan melalui pilihan ganda seperti pelaksanaan ujian nasional (UN) yang telah berlangsung sejak lama.

"Tujuan dari UN adalah penilaian terhadap sistem pendidikan suatu tolak ukur, itu yang dimaksud Undang-undang. Kemudian untuk mengevaluasi sekolahnya maupun sistem pendidikannya, bukan untuk menentukan prestasi siswa, karena tidak mungkin prestasi siswa ditentukan tes pilihan ganda," kata Nadiem di Jakarta, Jumat (13/12).

Ia juga mengibaratkan dengan cara suatu organisasi dalam memilih pemimpin atau merekrut seseorang, tidak berdasarkan pilihan ganda.

Lanjut Nadiem, pada penyelenggaraan UN yang berlangsung selama ini, topiknya berdasarkan mata pelajaran sehingga materi semua silabus itu harus masuk ke dalam UN.

"Maka cara tercepat untuk mendapatkan angka tinggi di UN adalah dengan menghafal. Ini bukan perdebatan, ini kenyataan yang terjadi di lapangan," ujarnya.

Hal tersebut, kata Nadiem, juga menyebabkan stres pada anak, karena penilaian ke tahap berikutnya bergantung pada hal nilai UN. Padahal itu bukan tujuan dari UN.

Ia menjelaskan amanat dari UU Sistem Pendidikan Nasional adalah penilaian murid hanya dilakukan oleh seorang guru. Hal itu dikarenakan guru yang paling mengenal anak.

Mendikbud juga menegaskan bahwa UN tidak dihapus, namun diganti formatnya dan dikembalikan pada esensinya. Formatnya diganti menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.

"Kenapa minimum, karena tidak cukup untuk mengukur seluruh data siswa tapi cukup untuk mengetahui sekolah ini berada pada level mana. Apakah perlu ditolong atau tidak," katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut Nadiem Makarim apa yang diujikan dalam asesmen kompetensi minimum dan survei karakter yakni kemampuan literasi dan numerasi. Untuk numerasi misalnya yang diukur bukan kemampuan menghitung, tapi kemampuan menggunakan konsep matematika yang tidak terlalu rumit digunakan kepada suatu masalah yang nyata.

Sedangkan penilaian literasi bukan kemampuan membaca, tapi kemampuan memahami isi konten dari suatu bacaan dan menganalisa apa itu.

Sebanyak empat pokok kebijakan pendidikan "Merdeka Belajar" meliputi, perubahan pada USBN, Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Untuk USBN, kewenangan kelulusan siswa dan pembuatan soal diserahkan sepenuhnya pada sekolah. Sedangkan untuk UN diubah formatnya mulai 202q, tidak lagi mengujikan konten melainkan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.

Sedangkan untuk RPP, hanya cukup satu halaman. Guru tidak perlu lagi menyiapkan RPP yang berlembar-lembar. Kemendikbud juga meningkatkan kuota jalur prestasi pada PPDB zonasi dari sebelumnya 15 persen menjadi 30 persen. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Guru diharapkan lebih inovatif dan kreatif 
Rabu, 22 Januari 2020 - 21:12 WIB
Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara sukses melaksanakan pelatihan bertajuk `Guru In...
Tanam kepedulian sosial, MAN Lumajang salurkan bantuan lewat BMS Indonesia
Rabu, 22 Januari 2020 - 20:44 WIB
Bantuan yang dihimpun oleh Pramuka dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lumajang Jawa Timur merupakan d...
Gubernur Kalsel hadir pada puncak HUT SMA 5 Banjarmasin
Rabu, 22 Januari 2020 - 14:36 WIB
Peringatan Hari Ulang Tahun ke 40 SMAN 5 (SMALI) Banjarmasin berlangsung meriah, karena di hadiri la...
Yogyakarta perkuat peran guru cegah perundungan di sekolah
Rabu, 22 Januari 2020 - 09:38 WIB
Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta akan memperkuat peran guru di sekolah, tidak hanya guru bimbingan k...
Terus dikebut, penyelesaian pembangunan SMPN 25 Depok
Selasa, 21 Januari 2020 - 17:56 WIB
Sejumlah guru dan murid SMP Negeri 25 Kota Depok, Jawa Barat tampak bergotong-royong di bangunan sek...
Transformasi layanan digital perguruan tinggi Jakarta perlu ditingkatkan
Selasa, 21 Januari 2020 - 16:37 WIB
Sebanyak 100 lebih perguruan tinggi yang menjadi membership pelayanan aplikasi digital – Online d...
Disdik Kabupaten Tangerang lakukan pendataan siswa korban banjir
Senin, 20 Januari 2020 - 15:49 WIB
Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terus melakukan pendataan bagi siswa sekolah yang menjadi korba...
Pelajar dari empat provinsi di Sumatera ikut lomba Tensai dan Tenliciuos
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:59 WIB
Ribuan pelajar dari empat provinsi di Sumatera mengikuti lomba Tensai dan Tenliciuos tahun 2020. Lom...
Pemkab Tangerang siapkan program e-learning system
Jumat, 17 Januari 2020 - 14:16 WIB
Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten menyiapkan program e-...
20 sekolah di Solo Raya dijadikan percontohan sekolah toleran
Rabu, 15 Januari 2020 - 14:38 WIB
Sebanyak 20 sekolah di wilayah Solo Raya bakal dijadikan percontohan pembentukan sekolah toleran ole...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV