Ciutan Ozil di Twitter tuai kecaman warganet Tiongkok
Elshinta
Sabtu, 14 Desember 2019 - 12:42 WIB |
Ciutan Ozil di Twitter tuai kecaman warganet Tiongkok
Sumber Foto: https://bit.ly/38H7UXR

Elshinta.com - Kicauan yang diunggah pemain klub sepak bola Arsenal berkewarganegaraan Jerman Mesut Ozil di akun Twitternya menuai kecaman dari sejumlah warganet di Tiongkok.

Pemain berdarah Turki itu dalam Twitternya merujuk Daerah Otonomi Xinjiang, Tiongkok yang banyak dihuni etnis minoritas Uighur tersebut dengan sebutan "East Turkistan".

Beberapa warganet dan penggemar sepak bola di Tiongkok, Jumat (13/12), menyayangkan kicauan tersebut karena tidak seharusnya seorang pemain sepak bola sekelas Ozil turut mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok dengan menunjukkan dukungannya terhadap kelompok separatisme di Xinjiang.

Bahkan beberapa penggemar Arsenal ada yang menyerukan pemboikotan klub papan atas Liga Inggris itu.

Pandangan pribadi

Pada Sabtu (14/12) dini hari Arsenal secara resmi mengeluarkan statemen di akun Sina Weibo bahwa apa yang diunggah Ozil merupakan pandangan pribadi.

Sebagai klub sepak bola, Arsenal menegaskan pendiriannya untuk tidak mencampuri urusan politik.

Namun statemen yang diunggah dalam bahasa Mandarin di media sosial Tiongkok itu belum bisa meredakan kemarahan para penggemar sepak bola di Tiongkok yang menginginkan klub tersebut mengunggah permohonan maaf kepada mereka dalam bahasa Inggris di Twitter, demikian Global Times.

Sina Sports juga telah mengunggah status di Weibo dengan menyebut pernyataan Ozil telah melukai para penggemarnya di Tiongkok. Trending topic #Ozil telah dilihat lebih dari 300 juta kali dan beberapa warganet ramai-ramai mengidentifikasi akun Ozil di Weibo.

"Ozil Tieba" sebagai komunitas penggemar Ozil di Tiongkok yang beranggotakan 100 ribu orang itu mengumumkan penutupan akun di Weibo beberapa saat setelah pesepak bola yang pernah mengantarkan Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil itu mengunggah kicauan di Twitternya.

"Demi kepentingan nasional, kegemaran apa pun seseorang tidak perlu diutarakan," demikian pernyataan komunitas tersebut.

Penampilan disorot

Pada Juli 2018, Ozil yang keturunan Turki itu keluar dari tim nasional Jerman setelah bertemu dengan Presiden Turki Recep Erdogan. Pada saat itu penampilan Ozil juga disoroti karena Jerman sebagai juara bertahan telah tersisih di babak penyisihan putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.

""Kebebasan berpendapat punya batasan-batasan tertentu dan seharusnya digunakan untuk menghormati kedaulatan negara serta tidak mencampuri urusan dalam negeri sebuah negara. Seharusnya pula digunakan untuk menentang kekerasan dalam menjaga keamanan dan ketertiban," demikian pernyataan yang diunggah dongqiudi.com, salah satu laman berita sepak bola terbesar di Tiongkok, Jumat (13/12).

"Komentar Ozil telah melukai perasaan rakyat Tiongkok dan perbuatan tersebut tidak bisa kami terima. Sebagai media sepak bola dan warga Tiongkok, kami sangat mengutuk perbuatan tersebut," tambah laman berita itu.

"East Turkistan"

Menurut buku putih yang diterbitkan Kantor Informasi Dewan Pemerintahan Tiongkok pada Juli 2019 tentang Sejarah Xinjiang bahwa sejarah Tiongkok tidak pernah berkaitan dengan Turkistan Timur dan tidak pernah mengenal negara "East Turkistan" seperti disebut Ozil dalam akun Twitternya itu.

Sebutan negara East Turkistan merupakan alat politik dalam upaya separatisme dan kelompok-kelompok anti-Tiongkok yang ingin memisahkan diri dari daratan Tiongkok itu, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Final Piala Italia rencananya dimainkan pada 17 Juni
Jumat, 29 Mei 2020 - 07:14 WIB
Pemerintah Italia berencana untuk melangsungkan partai final Coppa Italia pada 17 Juni, demikian dis...
Dua pensiunan jenderal TNI jadi stafsus Ketum PSSI
Jumat, 29 Mei 2020 - 06:18 WIB
Dua orang pensiunan jenderal TNI yakni Mayjen TNI Mayjen TNI (Purn.) Leonardus JP Siegers dan Mayjen...
FIFA skors presiden federasi sepak bola Haiti terkait pelecehan seks
Selasa, 26 Mei 2020 - 09:33 WIB
FIFA untuk sementara menskors presiden federasi sepak bola Haiti Yves Jean-Bart selama 90 hari, seda...
Bos Huddersfield perkirakan 60 klub bangkrut setelah musim tahun ini
Senin, 25 Mei 2020 - 11:10 WIB
Bos Huddersfield Town Phil Hodgkinson memperkirakan bakal ada hingga 60 klub sepak bola pada liga-li...
La Liga beri peringatan setelah pemain Sevilla langgar aturan COVID-19
Senin, 25 Mei 2020 - 08:57 WIB
Ketua La Liga Javier Tebas mengingatkan para pemain sepak bola agar bertindak secara bertanggung jaw...
Barcelona bakal sodorkan Umtiti untuk tawar Lautaro Martinez
Minggu, 24 Mei 2020 - 10:25 WIB
Barcelona mempertimbangkan untuk menyodorkan bek Samuel Umtiti dalam paket penawaran yang diajukan d...
Liga Prancis musim depan rencananya dimulai 23 Agustus
Minggu, 24 Mei 2020 - 09:52 WIB
Operator Liga Prancis (LFP) berencana memulai kompetisi musim depan pada 23 Agustus.
Bayern mantap di puncak usai lumat Frankfurt 5-2
Minggu, 24 Mei 2020 - 09:39 WIB
Bayern Muenchen memantapkan posisi mereka di puncak klasemen Liga Jerman seusai melumat tamunya Eint...
Pengadilan tolak banding tiga klub soal diakhirinya Liga Prancis
Sabtu, 23 Mei 2020 - 13:50 WIB
Pengadilan di Paris Jumat menolak permohonan banding dari klub-klub Ligue 1 Prancis yang terdegradas...
Mengenal protokol kesehatan restart Bundesliga
Sabtu, 23 Mei 2020 - 13:20 WIB
Bundesliga dan Bundesliga 2 sudah digelar kembali bersama perubahan-perubahan besar untuk beradaptas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV