Komisi X DPR: Kajian penggantian UN perlu untuk hindari polemik
Elshinta
Sabtu, 14 Desember 2019 - 18:49 WIB |
Komisi X DPR: Kajian penggantian UN perlu untuk hindari polemik
Sumber Foto: https://bit.ly/35pw1YQ

Elshinta.com - Anggota Komisi X DPR Putra Nababan menilai kajian rencana penggantian Ujian Nasional (UN) perlu dilakukan secara mendalam agar saat keputusan tersebut dilaksanakan tidak muncul polemik.

"Kami di Komisi X meminta kajiannya diberikan kepada kami, jangan sampai ketika sudah diputuskan tiba-tiba kajiannya, mohon maaf, agak melenceng sedikit jadi polemik lagi," kata anggota DPR dari PDI Perjuangan itu ketika berbicara dalam diskusi tentang kemerdekaan belajar di Jakarta Pusat pada Sabtu (14/12).

Menurut Putra, kajian komprehensif yang sudah disampaikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam rapat dengan Komisi X yang diadakan pada Kamis (12/12), hasilnya perlu sebelum ditetapkan menjadi kebijakan pemerintah.

Dikutip Antara, dia mengatakan hal itu dilakukan bukan karena DPR tidak menyetujui wacana penggantian UN, malah sebaliknya Komisi X menyetujui rencana tersebut. Yang menjadi perhatian dari Komisi X, menurut Putra, adalah persoalan hukum dan peraturan yang terkandung dalam wacana tersebut serta desain utama dari rencana pendidikan masa depan.

Hal itu menjadi perhatian agar tidak berulang kejadian dimana ketika terjadi penggantian menteri maka akan terjadi juga penggantian kebijakan dan kurikulum pendidikan yang tentu akan berdampak kepada masyarakat. "Dalam konteks ini mempengaruhi banyak masyarakat sampai ke desa dan kampung dan lain sebagainya karena berpengaruh pada sistem pendidikan, tolong jangan terlalu lama dan kalau perlu rapat tertutup dengan kami yang di DPR, kasih tahu grand design-nya," ujarnya. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemendikbud : Lapor pada sekolah jika belum mendapatkan kuota internet
Senin, 28 September 2020 - 19:56 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta agar peserta didik maupun tenaga pendidi...
Patuhi protokol kesehatan, Program `Guru Sambang` solusi kurangi kejenuhan siswa
Senin, 28 September 2020 - 17:55 WIB
Program guru sambang dalam masa pandemi Corona (Covid-19) menjadi pengobat kejenuhan murid beraktivi...
Dies Natalis ke-1, Undira gelar Icetobe 2020
Sabtu, 26 September 2020 - 14:22 WIB
Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial Universitas Dian Nusantara (Undira) menggelar rangkaian acara Dies N...
Bermasalah, penyederhanaan kurikulum dinilai belum jadi solusi
Jumat, 25 September 2020 - 20:37 WIB
Penyederhanaan Kurikulum dinilai sebagai hal yang tergesa-gesa dan tidak urgen sama sekali, seharusn...
Nadiem sederhanakan persyaratan bantuan kuota internet
Jumat, 25 September 2020 - 14:44 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan pihaknya menyederhanak...
Bantuan kuota internet tahap satu Kemendikbud disalurkan
Kamis, 24 September 2020 - 21:38 WIB
Bantuan kuota internet Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membantu pembelajar...
Perpustakaan keliling Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa sambangi Kampung Sota 2
Rabu, 23 September 2020 - 15:47 WIB
Sebagai wujud komitmen dalam membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa, perpustakaan kelili...
Cek informasi bantuan kuota data internet disini
Rabu, 23 September 2020 - 15:06 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan daftar laman dan aplikasi pembe...
Prodi Pendidikan Sejarah UNJ: Tidak benar, sejarah hanya perang dan jawa-sentris
Rabu, 23 September 2020 - 14:14 WIB
Dalam webinar Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M), Prodi S1 Pendidikan Sejarah FIS UNJ bersama MGMP S...
Mendikbud: Paud kunci pembangunan SDM sepanjang hayat
Rabu, 23 September 2020 - 12:37 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim mengatakan pendidikan anak usi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV